Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Muhammad Idhan

tinggal di makassar

Makassar Kota Bambang (Seperti dalam Oven)!

REP | 19 May 2010 | 05:23 Dibaca: 401   Komentar: 11   2

panas terik (google.com)

panas terik (google.com)

Panas!! inilah saya maksudkan dalam tulisan ini. Saya ingin menyebut bahwa Makassar merupakan kota yang panas. Panas dalam artian terik. Bukan berasosiasi dengan tingkat emosi dan sebagainya. Memang hanya terik matahari saja yang saya maksudkan.

Siang ini berdua dengan seorang teman, saya bepergian ke suatu tempat. Tak jauh sebenarnya. Kurang lebih 15 menit saja menempuhnya dengan sepeda motor. Matahari sedang-terik-teriknya saat itu. rasanya panas dan gerah.

Mungkin inilah yang disebut pemanasan global dan efek rumah kaca. Suhu panas atau terik matahari seperti terjebak dalam ruang kota. Sebenarnya suhu tersebut dapat saja teredam dengan keberadaan pohon-pohon atau tanaman hijau di dalam kota. Tapi apa mau dikata. Rupanya tumbuhan batu atau gedung-gedung justru yang berbiak. Sementara pohon-pohon justru harus dipenggal.

Dalam  UU No 26/2007 Tentang Tata Ruang disebutkan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) seharusnya minimal 30% dari keseluruhan luas wilayah. Namun menurut data konon RTH di Makassar hanya sekitar 10%. aturan memang tinggal aturan. kenyataannya bukan ruang hijau yang bertambah, tapi malah rumah toko (ruko) yang menjamur. lihat

Seperti Dalam Oven

Teman yang bersamaku itu menganalogikan dirinya sedang berada didalam oven. perumpamaan yang mewakilkan kondisi  yang dirasakannya saat tadi. gerah dan panas!!

Dalam wikipedia dijelaskan bahwa oven microwave adalah salah satu peralatan dapur yang digunakan untuk masak memasak. Prosesnya melibatkan radiasi dan gelombang listrik. Ujung-ujungnya adalah oven akan menghasilkan panas.

Bambang

Dalam bahasa makassar, bambang artinya panas.

Maka ketika terpapar terik matahari, maka seseorang di kota Makassar akan berteriak, “huuu..bambanna alloa!!” (yang artinya huuu..panasnya!!)

makassar, 19 mei 2010

Tags: panas makassar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: