Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Erick Jontahan

Mau coba belajar menulis dan memberikan informasi yang mungkin berguna

Sikap Egois Manusia Adalah Penyebab Banjir

OPINI | 29 September 2010 | 08:56 Dibaca: 1082   Komentar: 2   1

Musim hujan dan musim banjir yang sekarang terjadi di kota – kota besar khususnya kota Jakarta pada umum banyak daerah yang terkena banjir akibat curah hujan yang semakin hari semakin banyak dan tidak menentu bahkan dapat di katakan banjir sudah menjadi event langganan yang bukan lagi terjadi 5 tahun sekali tapi setahun sekali, namun jika kita menyikapi dengan bijak semua musibah dan curah hujan yang tidak menentu disebabkan oleh karena ulah kita sendiri yang tidak bisa menjaga lingkungan, egois, keserakahan dan sifat manusia yang negatif lainya.

Berikut ulah manusia yang merugikan dan menyebabkan kerugian untuk bumi sehingga menimbulkan musibah banjir :

Sampah

Kebanyakan kita lebih sering membuang sampah sembarangan seperti selokan, jalan raya bahkan di fasilitas umum seperti transportasi umum dan sebagainya, ketimbang membuang sampah di tempat sampah padahal tindakan seperti itu dapat merugikan kita semua dan dapat membuat arus pembuangan air macet dan terhambat yang akan menyebabkan banjir.

Hutan

Banyaknya penebangan hutan illegal yang terjadi di daerah – daerah sangat berdampak besar terhadap keseimbangan alam yang ada di Indonesia, karena begitu banyaknya kepentingan pribadi yang membuat tindakan dan kegiatan seperti itu dapat merugikan alam dan yang lebih parahnya lagi banyak dari penebang hutan yang tidak sadar akan hal itu dan tidak melakukan reboisasi atau penanaman kembali untuk mengganti pohon atau tanaman yang sudah di ambil paksa oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

Gedung

Banyaknya gedung yang berdiri di kota Jakarta dan semakin kurangnya tanah resapan di kota ini, seharusnya pembangunan gedung harus di imbangin juga dengan pembangunan tanah resapan atau bila perlu pembangunan tanah resapan seharusnya lebih banyak ketimbang gedung – gedung yang semestinya tidak perlu.

Taman Hijau

Bisa dikatakan taman hijau di kota Jakarta itu lebih sedikit atau mungkin dapat dikatakan tidak ada ketimbang jumlah gedung perkantoran yang semakin hari semakin meningkat dan banyak gedung yang tidak membangun dan tidak memiliki taman hijau atau sistem penyaluran yang baik.

Desain

Bentuk desain gedung yang baik adalah gedung yang memiliki sistem penyaluran air, taman hijau, penggunaan elektronik, penggunaan kaca dan yang lainnya harus baik, seimbang dan sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam hal ini peranan seorang konsultan arsitek sangatlah penting dalam pembuatan dan pembangunan gedung baik itu dalam desain, pondasi, pemilihan tanah, bahan bangunan yang ramah lingkungan dan lainnya.

Semoga bermanfaat dan semakin bijak dalam menyikapi musibah banjir yang terjadi akhir – akhir ini.

- konsultan arsitek - erick

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: