Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Hasna Shafa Gita Pramesari

Remaja yang suka memperhatikan dan mengkritik orang tetapi sulit untuk membantu memperbaikinya ini, kesehariannya biasanya selengkapnya

Bencana atau Peristiwa Alam….??

OPINI | 18 November 2010 | 06:05 Dibaca: 1115   Komentar: 3   0

Mari kita ulang sejarah…..seperti pertanyaan “Siapa duluan yang lebih dulu lahir??Ayam apa telur?”, yang susah sekali di jawab, namun untuk pertanyaan “Apa yang lebih duluan ada, alam atau manusia??”, pasti semuanya setuju kalau jawabannya adalah  Alam.

Sejak berjuta-juta tahun yang lalu, sejak bumi terbentuk tentu saja aktivitas alam terus terjadi, entah itu pasang - surut, gempa bumi, tsunami, ataupun gunung meletus. Kalau kita melihat dari kacamata yang berebeda kesemua itu merupakan peristiwa alam dan bukanlah bencana. Namun, manusia menggenapkannya menjadi bencana manakala peristiwa tersebut membahayakan dan mempengaruhi kehidupan manusia di dunia.

Dalam kamus besar bahasa indonesia :

“ben·ca·na n 1 sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya: pemimpin yg tidak jujur akan menimbulkan — bagi negara dan bangsa; dl — , dl bahaya; dl kecelakaan; 2 ark gangguan; godaan: mereka mengadakan selamatan untuk menolak — roh jahat;”

Melalui kacamata yang berbeda pula mari kita pikirkan ….

Tsunami : tsu·na·mi n gelombang laut dahsyat (gelombang pasang) yg terjadi krn gempa bumi atau letusan gunung api di dasar laut (biasanya terjadi di Jepang dan sekitarnya)

Laut pada memang pada dasarnya ya disitu-situ saja, manusia butuh laut untuk penghidupannya, laut memberi tetapi tak harap kembali. Manusia yang berpindah ke tepi-tepi laut untuk meneruskan kelangsungan hidup mereka.  Tapi, harus juga diingat Laut pun butuh pengertian. Laut memberi, memberi dan terus memberi, namun manusia yang terus mengeksploitasinya pun harus memberi waktu bagi laut untuk melakukan aktivitasnya juga. Tidak adil kan, kalau manusia terus yang beraktivitas, kasih juga kesempatan bagi alam untuk melakukan siklusnya. Nah, pada saat itulah manusia harus memberi pengertian dan kalau tidak mau mendapat ‘bencana’, menyingkir dulu sementara untuk selamat nantinya. Memang mungkin ada yang bilang “bencana datang tiba-tiba”, tapi yang saya tahu (kecuali gempa bumi dan peristiwa pembekuan ombak di daerah Kutub yang dapat terjadi dalam waktu mendadak dan singkat), hampir semua peristiwa alam datang dengan sebelumnya memberikan gejala-gejalanya terlebih dahulu sebagai peringatan bagi manusia untuk menyelamatkan diri.

Erupsi : erup·si /érupsi/ n 1 Geo letusan gunung api; 2 Geo semburan sumber minyak dan uap panas; 3 Dok kelainan pd kulit yg timbul secara cepat dan mendadak

Peristiwa meletusnya gunung bukanlah hal baru yang terjadi di dunia. Peristiwa erupsinya gunung berapi ini berganti menjadi sebuah peristiwa bencana (mungkin) diawali dengan kasus kepunahan dinosaurus akibat gunung berapi yang luar biasa dashyatnya yang meletus berjuta-juta tahun yang lalu (ini menurut beberapa pendapat, pendapat yang lain ‘kan ada yang mengatakan dinosaurus punah karena adanya zaman es yang kemungkinan akan terjadi juga sebentar lagi). Kasus lain yang menceritakan peristiwa erupsi gunung berapi menjadi sebuah bencana adalah meletusnya Gunmung Vesuvius. Ledakan dashyat gunung tersebut melenyapkan kota Pompeii yang megah dan hilang tak berbekas dan baru ditemukan kembali selama 16 abad lamanya. Tidak ada yang tahu p[asti kenapa tak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan diri, dan taka da seorang pun yang tahu pasti bagiaman kisahnya sampai para penduduk Pompeii sendiri sebenarnya ditemukan meninggal dalam posisi sedang melakukan aktivitasnya sehari-hari. Banyak kabar mengatakan kalau para penduduk ini menghiraukan peringatan alam sehingga mereka tak sempat menghindari peristiwa alam yang sekarang kita  sebut bencana tersebut. Beberapa kisah menyatakan bahwa sebelum terjadi ledakan banyak peristiwa-peristiwa alam yang memperingatakan akan terjadinya erupsi tersebut, namun masyarakat yang menyangka hal itu adalah hal yang biasa menyepelkan peringatan alam tersebut.

Nah, mari kita simpulkan…jadi, sebenarnya selama ini apa yang sedang dilakukan oleh alam, atau segala aktivitas oleh alam merupakan peristiwa siklus dari alam tersebut yang memang sudah berlangsung sejak jaman dahulu kala bumi diciptakan. Kita manusialah yang harusnya mengerti dan mulai belajar tentang apa yang ingin alam sampaikan pada kita, sebelum ada kasus-kasus seperti mentawai dan Merapi lagi di kemudian hari nanti…

Listen to the Nature Listen for our Future………

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 2 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 3 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 3 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: