Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Ahmad Rizani

Dosen Universitas Islam Kalimantan

Mengelola dan Memelihara Lingkungan

OPINI | 29 January 2011 | 18:18 Dibaca: 1572   Komentar: 1   0

Kerusakan lingkungan kelihatannya merupakan suatu proses yang tidak dapat dihindari, karena manusia hidup berinteraksi dengan alam dan lingkungannya. Hanya saja, harus ada upaya untuk mengendalikan dampak lingkungan tersebut supaya mempunyai dampak yang kecil terhadap habitat kehidupan di alam ini”

Bumi makin panas. Iklim sulit diperhitungkan. Ketahanan pangan terganggu dan muncul banyak bencana. Itulah kira-kira keluhan manusia saat ini. Keluhan yang harus didengar, diperhatikan dan ditindaklanjuti. Akhir-akhir ini bumi tempat kita berpijak banyak dipenuhi bencana. Berbagai macam permasalahan lingkungan muncul seperti masalah energi, pemanasan global, penipisan ozon, kualitas udara, kualitas air, kualitas tanah, dan perusakan ekosistem.

Dampak yang timbul akibat permasalahan tersebut dapat berupa banjir, kekeringan, pencemaran air maupun udara. Banjir yang merendam lahan persawahan dan pemukiman penduduk, bahkan sampai kota-kota besar di Indonesia. Kepunahan spesies hewan maupun tumbuhan sangat besar pengaruhnya terhadap kelestarian alam.

Pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran tidak akan menjadi masalah apabila menggunakan kaedah-kaedah konservasi sumber daya alam karena sebagai sumber daya tentunya mempunyai kemampuan yang terbatas. Selama eksploitasi atau penggunaannya pada batas kemampuannya, maka sumber daya tersebut dapat digunakan secara lestari. Akan tetapi apabila batas itu dilampaui, sumber daya akan mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi dan konsumsi atau sarana pelayanan akan mengalami gangguan.

Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan bertujuan untuk melestarikan sumber daya sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila manusia tidak membuat kerusakan di bumi. Pembangunan lingkungan hidup pada hakikatnya untuk pengubahan lingkungan hidup, yakni mengurangi resiko lingkungan dan atau memperbesar manfaat lingkungan. Sehingga manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan alam sekitarnya.

Berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, beberapa hal di antaranya yang dapat dilakukan yaitu melakukan penghijauan, melestarikan kekayaan hewani dan hayati, dan lain sebagainya.

Pada pengelolaan sumber daya alam, manusia mengatur kehidupannya sendiri dan berupaya dalam pengaturan tersebut pada proses yang normal agar sumber daya alam selau dalam keseimbangan. Khususnya yang menyangkut lahan (tanah), air dan udara, karena ketiga unsur tersebut merupakan sumber daya yang sangat penting bagi manusia.

Adanya pembangunan tata ruang yang kurang baik yang mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan yang kurang terencana akan mengakibatkan bencana bagi manusia. Keanekaragaman hayati merupakan karunia Tuhan kepada manusia yang dirusak manusia akibat perubahan penggunaan lahannya. Dampaknya semakin banyak hama dan penyakit tanaman yang tidak ada predatornya. Hilangnya penutup lahan berupa vegetasi mengakibatkan proses erosi terjadi semakin intensif. Kesuburan tanah berangsur menurun akibat unsur hara terbawa air dan tidak dapat dimanfaatkan tanaman.

Dampak dari kerusakan sumber daya lahan lainnya adalah kekeringan dan banjir. Kekeringan datang silih berganti dengan banjir apabila terjadi kerusakan sumber daya lahan. Manusia harus dapat mengatur keberadaan air sepanjang waktu, sehingga tidak terjadi kelebihan air pada musim penghujan (banjir), dan kekurangan air pada musim kemarau (kekeringan).

Akhir-akhir ini semakin naiknya kadar CO2 dan beberapa gas lain (seperti CH4, dan N20) menyebabkan naiknya intensitas suhu permukaan bumi. Inilah yang disebut global warning. Berbagai dampak negatif pemanasan global dapat berupa perubahan iklim sedunia (perubahan curah hujan), naiknya frekuensi maupun intensitas badai, dan bertambahnya volume air laut serta melelehnya es abadi dipegunungan dan kutub. Hal itu juga menyebabkan keringnya tanah dan kekeringan yang berdampak negatif terhadap pertanian dan perikanan.

Bertambahnya volume air laut menyebabkan permukaan laut akan naik. Dampak naiknya permukaan laut yakni tergenangnya daerah pantai, tambak, sawah dan tempat lainnya yang memiliki permukaan rendah. Kenaikan permukaan laut juga menyebabkan laju erosi pantai.

Kepunahan jenis berarti menurunnya keanekaragaman hayati yang mengurangi kemampuan kita dalam pembangunan pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. Penyebabnya antara lain karena adanya hujan asam dan penyusutan luas hutan, serta penggunaan sistem monokultur atau varietas unggul sehingga varietas lokal menjadi hilang.

Upaya nyata yang perlu dilakukan untuk menghindari bencana itu antara lain dengan menggunakan energi secara_efisien, mengembangkan sumber energi baru dan aman, mencegah terjadinya kebakaran dan penggundulan hutan atau penebangan pohon secara besar-besaran, menanam pepohonan baru, menggalakan penggunaan transportasi umum atau kampanye besar-besaran untuk mengurangi penggunaan traktor, diesel, lemari es, kaleng semprot, AC dan lain sebagainya. Langkah ini mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan.

Proses kerusakan lingkungan berjalan secara progresif dan membuat lingkungan tidak nyaman bagi manusia, bahkan jika terus berjalan akan dapat membuatnya tidak sesuai lagi untuk kehidupan kita. Itu semua karena ulah tangan manusia sendiri, sehingga bencananya juga akan menimpa manusia itu sendiri. Untuk mengatasi masalah pendekatan yang dapat kita lakukan diantaranya dengan pengembangan Sumber Daya Manusia yang handal, pembangunan lingkungan berkelanjutan, dan kembali kepada petunjuk Tuhan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Adapun syarat SDM handal antara lain SDM yang sadar akan lingkungan dan berpandangan holistis, sadar hukum, dan mempunyai komitmen terhadap lingkungan. Kita diajarkan untuk hidup serasi dengan alam sekitar kita, dengan sesama manusia dan dengan Tuhan.

Pandangan hidup ini mencerminkan pandangan yang holistik terhadap kehidupan kita, yaitu bahwa manusia adalah bagian dari lingkungan tempat hidupnya. Dalam pandangan ini sistem sosial manusia bersama dengan sistem biogeofisik membentuk satu kesatuan yang disebut ekosistem sosiobiogeofisik, sehingga manusia merupakan bagian dari ekosistem tempat hidupnya dan bukannya hidup diluarnya.

Oleh karenanya, keselamatan dan kesejahteraan manusia tergantung dari keutuhan ekosistem tempat hidupnya. Jika terjadi kerusakan pada ekosistemnya, manusia akan menderita. Karena itu biogeofisik merupakan sumber daya bagi manusia, namun pemanfaatannya untuk kebutuhan hidup harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada ekosistem.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Rahasia Mantan …

Witri Prasetyo Aji | 7 jam lalu

Kompasiana …

Siti Nur Hasanah | 7 jam lalu

Menelusuri Pusat Keramaian Pusat Kota Malang …

Muhammad Azamuddin ... | 8 jam lalu

Perawatan Penyakit pada Sistem Pernapasan …

Meli Yunita Agustin | 8 jam lalu

Dari Pameran Foto Arsip …

Ade Aryana Uli Pan... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: