Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Sessario Bayu Mangkara

i'm social entreprenur..i have a dream to be young change maker and make a new selengkapnya

Green Orientation for New Student in University (Orientasi Ramah Lingkungan untuk Mahasiswa Baru di Universitas)

OPINI | 30 July 2011 | 15:28 Dibaca: 404   Komentar: 1   0

Permasalahan lingkungan merupakan permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh semua negara di dunia. Permasalahan terbesar yang sedang dihadapi yaitu terjadinya pemanasan global yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca. Gas rumah kaca ini berasal dari emisi gas buang kegiatan industri dan kendaraan bermotor. Gas rumah kaca bisa ditembus cahaya matahari, tetapi menahan panas matahari sehingga tak bisa lepas kembali ke luar angkasa.

Emisi gas rumaah kaca mengalami kenaikan 70 % antara 1970 hingga 2004 (NOAA). Konsentrasi gas CO2 di atmosfer menjadi jauh lebih tinggi daripada kadar alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir. Rata-rata temperatur global telah naik 0, 72 °C dalam 100 tahun terakhir. Kenaikan itu sejalan dengan naiknya air laut rata-rata 0, 175 cm setiap tahun sejak 1961.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling berkontribusi terhadap permasalahan lingkungan di dunia. Indonesia sempat dinobatkan sebagai Negara yang paling cepat dalam penggundulan hutannya. Data statistik menunjukkan bahwa luas hutan di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 1950 sampai tahun 2005. Luas Penetapan Kawasan Hutan oleh Departemen Kehutanan Tahun Luas (Hektar) pada tahun 1950 berjumlah 162,0 juta ha, sedangkan pada tahun 2005 berjumlah 93,92 juta ha.

Untuk menjawab permasalahan yang sudah di ungkap di atas, sebuah inovasi dan solusi cerdas adalah jawaban yang tepat yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Sebuah bangsa yang dianggap maju adalah bangsa yang mempunyai masyarakat dengan kemampuan intelektualitas tinggi. Universitas adalah ujung tombak bagi negara maju dalam menghasilkan pemikiran atau teknologi baru untuk menjawab permasalahan lingkungan yang terjadi pada saat ini.

Indonesia mempunyai perguruan tinggi (universitas) baik negeri ataupun swasta dengan jumlah sebanyak 3.141. Jumlah mahasiswa di Indonesia pada tahun 2011 berjumlah sebanyak 4,8 juta (Kompas, 26 Maret 2011). Maka dari itu, Indonesia mempunyai aset besar dalam menyiapkan generasi selanjutnya yang mempunyai wawasan baru untuk memperbaiki permasalahan lingkungan yang akan terus dikaji dalam beberapa tahun ke depan.

Sebuah perguruan tinggi (universitas) mempunyai sejumlah mahasiswa ‘hebat’ yang akan berperan dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi pada saat ini. Seorang mahasiswa akan berperan sebagai pemimpin negara di masa depan. Seorang pemimpin yang baik yaitu memiliki sudut pandang baru dalam memperhatikan kondisi lingkungan dan mempunyai inovasi dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang akan mengancam kehidupan manusia di permukaan bumi.

Isu terbaru mengenai gerakan mahasiswa di bidang kepedulian terhadap lingkungan yaitu terbentuknya Forum Kampus Hijau Indonesia (FKHI), yang befungsi sebagai forum bersama untuk mengkampanyekan kampus yang berwawasan lingkungan (Eco-Campus). Tujuan yang ingin dicapai dalam gerakan kampanye ini yaitu mewujudkan sebuah perguruan tinggi (universitas) yang dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas berwawasan lingkungan (Green Lifestyle) di kehidupan sehari-hari.

Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi (universitas) yaitu penerimaan mahasiswa baru dan adanya pengenalan (orientasi) tentang fasilitas, sistem pembelajaran dan aktivitas ekstrakulikuler. Kegiatan tersebut dibantu oleh mahasiswa senior yang sudah tergabung dalam beberapa organisasi yang akan mengenalkan semua hal tentang aktivitas di kampus. Mahasiswa baru akan mengikuti serangkaian kegiatan selama kurang lebih 7 hari dan mengikuti peraturan yang sudah ditentukan oleh mahasiswa senior.

Namun apakah pengenalan (orientasi) yang dilakukan selama ini sudah memberikan manfaat lebih kepada mahasiswa baru? Apalagi kegiatan yang diikuti mahasiswa baru sebagian besar membuat suasana menjadi lebih ‘membosankan’. Mahasiswa baru belum mendapatkan hal baru dimana mahasiswa akan mendapatkan inspirasi untuk menciptakan inovasi berupa pemikiran dan teknologi.

Untuk mewujudkan kampus yang berwawasan lingkungan (Eco-Campus), maka mahasiswa baru harus dikenalkan dengan Green Attitude atau Green Lifestyle. Pengenalan (orientasi) bukan menjadi ajang senioritas atau mengenalkan fasilitas kampus, sistem pembelajaran dan aktivitas ekstrakulikuler saja. Akan tetapi, pengenalan (orientasi) dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa baru untuk bersikap ramah lingkungan di lingkungan kampus dan dapat menyalakan inisiatif baru untuk menemukan solusi cerdas dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi pada saat ini.

Green Orientation for New Student in University

Green Orientation yaitu pengenalan (orientasi) yang mengenalkan tentang wawasan ramah lingkungan atau sikap peduli terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi pada saat ini. Green Orientation menjadi langkah pertama untuk merealisasikan kurikulum ramah lingkungan dimana mahasiswa akan melakukan diskusi rutin mengenai isu-isu pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hasil yang akan dicapai dari kurikulum ramah lingkungan yaitu terciptanya penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan Earth Skill Education, Conservation, Green Energy, dan Recycling.

Green Orientation dapat diwujudkan dengan menerapkan 3 hal yaitu Green Knowledge, Green Habit, dan Green Innovation. Tiga hal ini dapat digabungkan dalam satu kegiatan atau yang terjadwal secara urut. Tiga hal ini dikenalkan kepada mahasiswa baru untuk dapat dilakukan seterusnya di lingkungan kampus (berkelanjutan).

Green Knowledge yaitu memberikan pengetahuan atau wawasan tentang kegiatan ramah lingkungan. Mahasiswa baru dapat dikenalkan tentang isu kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara dari kendaraan bermotor dan kegiatan industri; pencemaran tanah dan air yang disebabkan oleh limbah industri dan berbagai aktivitas manusia (salah satunya yaitu permasalahan sampah). Kemudian mahasiswa baru dapat dikenalkan dengan Green Living in Campus (bisa berupa diskusi panel atau talkshow). Untuk membangkitkan semangat mahasiswa baru untuk menciptakan pemikiran atau teknologi baru yaitu dengan menjelaskan isu terbaru tentang Environmental Science di dunia, seperti isu air, community, energy, forest, water, waste, dan wildlife.

Green Habit yaitu mengenalkan kepada mahasiswa untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari (kebiasaan) yang ramah terhadap lingkungan. Untuk menciptakan budaya car free day di lingkungan kampus, maka mahasiswa baru tidak diperbolehkan membawa kendaraan selama orientasi (pengenalan) berlangsung. Mahasiswa baru diberikan tugas untuk membawa ‘aksesoris’ pengenalan (orientasi) dengan bahan dasar dari daur ulang sampah. Panitia kegiatan pengenalan (orientasi) harus menerapkan konsep paper less, yaitu tidak menghasilkan kertas dengan jumlah yang banyak.

Untuk mewujudkan kegiatan pengenalan (orientasi) menjadi Zero Waste Event, maka mahasiswa baru diwajibkan untuk membawa tumblr atau gelas dari rumah atau kostnya. Kemudian panitia menyediakan galon beserta alat pompa di setiap kegiatan yang akan dilakukan. Panitia menyediakan makanan yang tidak menghasilkan sampah, kemasan makanan dari bahan alami. Seperti daun pisang, atau paling tidak kemasan kertas. Sehingga bisa dikompos di lingkungan kampus. Kemudian mahasiswa baru diajarkan untuk membuat kompos atau membuat biopori dari sampah organik yang dihasilkan selama kegiatan pengenalan (orientasi). Selain membuat kompos, mahasiswa baru juga diajarkan untuk menanam pohon di beberapa wilayah kampus.

Sesuai yang disampaikan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa hari yang lalu yaitu kita sebaiknya melakuan penghematan energi dan air di lingkungan kita masing-masing. Lalu kegiatan pengenalan (orientasi) juga akan mengajarkan kepada mahasiswa baru untuk melakukan penghematan energi dengan menggunakan energi listrik seperlunya, jika energi listrik tersebut tidak digunakan maka kita wajib melepaskan energi listrik tersebut. Panitia juga dapat memberikan permainan ramah lingkungan (Eco-Games) yang diberikan pada saat ice breaking. Permainan ini dapat digunakan sebagai sarana edukasi informal yang dikenalkan secara langsung kepada mahasiswa baru.

Green Innovation yaitu memberikan rangsangan ‘baru’ kepada mahasiswa baru untuk menciptakan inovasi yang dapat menghasilkan sebuah solusi nyata dalam memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin tercemar dengan aktivitas manusia. Rangsangan ‘baru’ ini akan mengarahkan mahasiswa baru untuk berfikir tentang Green Technology Campus (GTC), yaitu sebuah konsep yang diangkat sebagai bentuk penerapan Green Concept di dalam proses pendidikan. Suatu saat nanti mahasiswa baru akan menghasilkan ide ‘luar biasa’ untuk memperbaiki kondisi lingkungan kampus dan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu panitia memberikan tugas kepada mahasiswa baru untuk membuat paper atau makalah tentang Eco-Campus atau Eco-Technology. Selain itu, mahasiswa baru diwajibkan untuk membuat kerajinan daur ulang sampah dan membuat Green Campaign dari produk daur ulang sampah yang sudah dibuat. Inovasi yang lain juga bisa dilakukan dengan mengambil isu lingkungan terbaru, seperti : diet kantong plastik; menggunakan transportasi ramah lingkungan (bersepeda); dan memanfaatkan ruang terbuka hijau (hutan atau taman kota).

Orientasi ramah lingkungan (Green Orientation) dapat dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya panitia penyelenggara, melainkan pemegang birokrasi di sebuah perguruan tinggi (universitas) yang berperan dalam memberikan dukungan berupa materi tentang wawasan peduli lingkungan dan fasilitas kampus yang mempunyai orientasi dalam pengembangan Eco-Campus. Jadi, orientasi ramah lingkungan (Green Orientation) dapat berjalan baik jika didukung dengan kerjasamaa kooperatif dan partisipasi aktif antar civitas akademika di sebuah perguruan tinggi (universitas).

Pada saat ini dunia membutuhkan solusi nyata untuk mengurangi dampak pemanasan global yang terus berkembang. Kegiatan nyata yang bisa dilakukan oleh mahasiswa yaitu memberikan karya dan pengabdian dirinya kepada kampus dan lingkungan sekitar. Sebuah inovasi baru yang dihasilkan oleh mahasiswa akan berdampak besar dalam mengatasi pemanasan global. Kemudian Indonesia akan bangga dengan mahasiswa yang mempunyai prestasi dalam menciptakan pemikiran atau teknologi baru untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan di dunia.

Penerapan orientasi ramah lingkungan (Green Orientation) ini hendaknya dapat dipertimbangkan sebagai ide pengembangan kampus menjadi kampus yang berwawasan lingkungan (Eco-Campus). Orientasi ramah lingkungan (Green Orientation) dapat menjadi pelopor solusi bagi pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di sebuah perguruan tinggi (universitas) yang dapat menciptakan generasi cerdas dan berwawasan lingkungan di masa depan.


Untuk Indonesia yang lebih Baik!

Untuk Indonesia yang lebih Hijau!


Sessario Bayu Mangkara (presidencesarbayu@gmail.com)

As Coordinator of Green Movement Community UNS

As Public Relation of Forum Kampus Hijau Indonesia (FKHI)

Visit my Blog : www.greencesar.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: