
Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?"
Dibaca: 293
Komentar: 10
2 dari 2 Kompasianer menilai aktual
Suhu yang tertera di Thermometer di komputer dan Gadis Rusia. Photo by Syaripudin Zuhri.
Hari-hari terdingin di Rusia semakin menjadi-jadi, suhu sudah bermain di antara minus 20 derajat C, bahkan kemarin, Jum’at 3 Februari 2012 suhu rata-rata sudah menyentuh minus 24 Derajat C! Dan di tempat-tempat yang lebih ke Timur dari Rusia suhunya sudah melewati minus 30 derajat C, nah di Moskow masih diantara minus 20- 25 derajat C. Suhu di Rusia sukar diprediksi secara tepat, karena amplitudo hariannya yang tinggi, disebabkan wilayah daratannya yang sangat luas, bahkan terluas di dunia, dan iklim kontinentalnya menyebabkan rasa dinginnya “menjadi-jadi”.
Lalu bagaimana menghadapi iklim yang demikian ekstrem ini? Banyak cara yang dilakukan antara lain:
1. Pakaian yang rapat dan hanat, serapat-rapatnya dan sehangat-hangatnya, diusahakann angin tak mengenai tenggorokan, karena tenggorokan itulah yang paling rentan untuk terserangnya penyakit, batuk, akibat angin dingin. Persisnya seperti ninja, tertutup semuanya dari kepala sampai kaki, hanya muka yang terbuka, itupun karena untuk melihat jalan! Kalau ada cara lain bisa menutup seluruh muka termasuk mata dan masih tetap bisa melihat, pasti dilakukan! Jadi muka tetap terbuka karena memang tak ada cara selain dibuka.
Stalagmit yang menggantung di pager parkiran mobil, salju yang sudah menjadi es menggantung di mana-mana. Photo by Syaripudin Zuhri.
2. Tak keluar dari rumah atau kantor jika tak perlu! Apa lagi untuk-anak yang rentan atau mudah diserang penyakit, maka di usahakan mereka tak main di luar rumah, mengapa? Ya namanya anak-anak, kalau bermaian kejar-kejaran, berkeringat dan spontan jaketnya di longgarkan, angin masuk, yakin… besoknya badanya panas dan sakit, akhirnya ya tak masuk sekolah. Makanya ada kebijakan bila suhu melwati minus 25 derajat C anak-anak yang sekolah biasanya di liburkan! Dan untuk anak-anak Rusia, baru di liburkan bila suhu sudah menyentuh minus 30 derajat C, kantor-kantorpun demikian, bila minus 30 derajat C diliburkan, karena selain bekerja sudah tak nyaman, mobilpun banyak yang mogok! Dan naik metro(kereta bawah tanah)pun, walau di dalamnya hangat, tapi jalan menuju metronya sudah dingin bukan main, ya pokoknya sudah tak nyaman buat kerja, makanya diliburkan!
3. Jikapun ingin ke luar rumah, rambut harus dikeringkan dulu, bila tidak dingin akan sangat terasa di kepala dan itu bisa membuat kepala bisa menjadi pusing. Awas jangan sampai salah pakai sepatu! Usahakan sepatu yang bergerigi atau yang di bawahnya tidak rata, mengapa? Bila suhu sudah minus begitu tinggi, jalan-jalan semakin dingin dan salju sudah kebanyakan jadi es semuanya, dan sepatu yang bawahnya bergerigi sudah membantu agar tak terpeleset bila lengah. Jadi jangan sekali-kali memakai sepatu yang alasnya rata-rata, karena resikonya banyak, bisa jatuh bukan sekali dua kali ketika berjalan, bisa-bisa berkali-kali!
Biasanya anak-anak bermain di taman ini, kali ini sepi dan memangg sebaiknya tak ke luar rumah atau kantor di suhu minusnya tinggi seperti ini. Photo by Syaripudin Zuhri.
4. Tidak mengadakan acara atau outbond di luar rumah, apa lagi kemping! Anda bisa bayangkan apa jadinya kalau ada yang nekat kemping di musim dingin, orang Rusia aja ga berani. Mengapa? Bagaimanapun manusia mempunyai keterbatasan, bukan iklimnya yang salah, manusianya yang harus pandai-pandai menyesuaikankan diri atau beradaptasi dengan iklim, bila tidak, ya itu tadi penyakit akan datang, terutama batuk dam kebiasaan kalau di Rusia bila sudah terkena batuk, maka membutuhkan waktu minimal seminggu baru bisa sembuh, itupun belum total, dan kalau suda terkena batuknya Rusia, suara bisa sampai hilang, bicarapun susah dan minum air putih pun sakitnya bukan main, apa lagi bila minum kemasan kaleng!
5. Banyak minum air putih hangat dan bila batuk menyerang, air putih tadi dicampur irisan lemon dan kecap lalu di minum rutin! Dan berhenti dulu minuman dingin! Namun bagi orang Rusia dingin memang yang dinantikan dan anda jangan heran ada sebuah tradisi di pedesaan-pedasaan Rusia mandi di kolam atau danau yang membeku di luar rumah! Anda bisa bayangkan mereka buka baju di luar rumah saat dingin yang membekukan, kemudian mandi di danau atau kolom tadi, saya tak pernah berani mencoba itu! Ya tak mau ambil resiko… kaki atau tangan tiba-tiba keram, karena aliran darah membeku dan keramnya di dalam air yang sekelilingnya es! Sudah berapa resiko tuh? Ibarat sudah jatu terttimpa tangga, dan kepala benjol!
Jeruk yang di Impor Rusia dari Maroko. Di sarankan banyak makan jeruk dan minum jus jeruk atau lemon. Photo by Syaripudin Zuhri.
6. Banyak minum jus lemon, makan jeruk, atau makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, kalau ada yang tak suka rasanya, bisa membeli tablet atau kapsul yang mengandung vitamin C. Nah lagi-lagi Tuhan menunjukkan kekuasaannya, di saat musim dingin seperti sekarang ini, buah-buah yang lagi musim adalah jeruk atau lemon yang semunay mengadung vitamin C yang dibutuhkan tubuh manusia di musim dingin, agar bibir tidak kering, meletak atau berdarah! Makanya di mall-mall Rusia anda akan kebanjiran jeruk, Rusia mengimpor jeruk atau lemon dari berbagai negara. Ada yang dari Maroko, Spanyol, Turky dan lain-lain. Rasnyapun berpariasi, ada yang asem, manis sampai pahit! Loh kok jerus rasanya pahit, ya..ternyata jeruk yang pahitpun menjadi obat! Jadi model jeruknya dari yang paling kecil dengan diameter 4 cm sampai sebesar kepala orang dewasa, seperti jeruk Bali!
7. Banyak istirahat, dan cocok di musim dingin! Karena malamnya begitu panjang, seperti hari ini misalnya , subuh baru masuk jam 07.25 wm( 10.25 WIB), matahari terbit 09.20 wm( 12.20 WIB) dan magrib 18.09 wm( 21.09 WIB) dan terus bergeser setiap harinya sekitar 2-3 menit! Jadi waktu sholat tak bisa di kira-kira seperti kita di Indonesia, dengan melihat matahari di Indonesia kita sudah bisa memperkirakan waktu sholat, tapi tak bisa untuk di Moskow, karena di Moskow di musim dingin matahri jarang muncul dan kalau munculpun tingginya tak lebih dari sekitar 40 derajat dari garis horison langit! Matahari di Rusia atau di Moskow tak pernah ada di atas kepala kita, karena memang letaknya negara ini di sebelah Utara garis khatulistiwa, sedangkan Indonesia persis di atas khatulistiwa, terutama untuk kota Pontianak di Kalimantan Barat!
Ituah tujuh cara menghadapi suhu yang “tak bersahabat” di Rusia. Suhu atau iklimnya yang kata orang bisa”gila-gilaan” Biasa anda bayangkan dengan selisih suhu rata-rata di Jakarta yang plus 33 derajat dan suhu rata-rata di musim dingin di Rusia yang minus 20 derajat C, bukankah itu selisihnya berarti lebih dari 50 derajat C, benar-benar ekstrem! Dan kalau suhu itu dibandingkan dengan negara-negara yang di Afrika sana, di Padang Pasir Sahara, perbedaan suhu itu akan lebih”menggila” coba lihat fakta ini, suhu Rusia kemarin minus 24 derajat C sementara di Padang Pasir Sahara pada saat yang sama suhu rata-rata bisa plus 40 derajat C dan kedunya akan sama-sama berkata” kok mereka bisa hidup ya di tengah suhu yang demikian?”
Lagi lagi Tuhan menampak kebesaranNya, dengan otak atau akal pikiran yang diberikanNya kepada mansuia, manusia bisa tetap hidup di negara yang suhu atau iklimnya serba ekstrem tersebut dengan beradaptasi! Makanya manusia disebut juga makhluk yang pandai beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, apapun yang terjadi bila manusia itu pandai menyesuaikan diri dengan lingkungannya, maka lingkungan dapat menerimanya dengan baik dan manusia seperti ini akan tetap eksis dimanapun dia berada, apa lagi kalau dia punya keyakinan, bahwa dimanapun dia berada, tetap berada di Bumi Tuhan! Negara hanya batas politik dan administrasi, sedangkan Bumi milikNya tak mengenal batas-batas itu! Di sini ada Tuhan, di sana ada Tuhan, di mana-mana ada Tuhan, lalu mengapa takut?