Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Thereal.khana

seorang pelaksana saya sekarang

Hujan Buatan

OPINI | 16 October 2012 | 10:30 Dibaca: 150   Komentar: 1   0

Kemarau yang cukup panjang beberapa waktu lalu memunculkan ide tentang hujan buatan. Hujan buatan sendiri merupakan suatu teknologi yang bertujuan meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan.

Dalam proses mengadakan hujan buatan, awan, biasanya jenis awan Cumulus (Cu) akan disemai dengan menggunakan bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air). Hal tersebut bertujuan agar proses pertumbuhan butir-butir hujan di dalam awan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

Setelah lokasi awan diketahui, pesawat terbang yang membawa bubuk khusus diterbangkan menuju awan tersebut. Bubuk tersebut terdiri dari glasiogenik, berupa Perak Iodida, yang berfungsi membentuk es. Pesawat tersebut juga membawa bubuk untuk menggabungkan butir air di awan yang bersifat higroskopis, seperti garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl) atau CaCl2, dan Urea. Biasanya diperlukan 3 ton yang disemai ke awan Cumulus selama 30 hari.

Proses pembuatan hujan tersebut belum tentu berhasil dan dapat pula hujan turun di tempat yang tidak sesuai rencana. Oleh sebab itu, pada saat penyebaran bibit perlu memperhatikan arah angin, kelembaban, dan tekanan udara.

Hujan buatan biasanya dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang berlangsung lama di suatu daerah, untuk memadamkan titik-titik api maupun untuk mengisi waduk.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi ala Kaki Lima …

Susy Haryawan | 10 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Gagal Paham (Pejabat) Kemendikbud dalam PR …

Antowi | 12 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ka eM Pe …

Pak De Sakimun | 7 jam lalu

Hubungan Asmaraku dengan Ibu Kost (Bagian 6) …

Ervipi | 7 jam lalu

Life Begins at Forty …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Sore yang Cantik di Pelabuhan Kuno Gresik …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Tak Ada Tulang Rusuk yang Tertukar …

Siti Nur Rohmah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: