Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

2012 Tahun “Kiamat,” 2013 Tahun Aksi Nyata?

OPINI | 29 December 2012 | 00:01 Dibaca: 2672   Komentar: 0   0

Memasuki tahun 2012, (sebagian) warga penghuni Bumi dibikin cemas oleh isu kiamat, badai matahari, sampai isu gelapnya bumi. Isu itu berawal dari ramalan Suku Maya yang memprediksi tentang datangnya kiamat pada tanggal 21 Desember 2012. Akibat isu tersebut, muncul prilaku aneh dari orang-orang yang mengidap sindrom kiamat.

Seperti kecemasan orang-orang Hollywood terhadap kiamat yang sengaja membuat film berjudul 2012. Film yang menggambarkan kehancuran Bumi itu makin mencemaskan mereka yang percaya akan ramalan Suku Maya. Di China, seorang warga membangun sebuah kapal untuk menghadapi kiamat. Konon, ada yang membangun bunker sebagai tempat bersembunyi jika kiamat datang.

Kini, tahun 2012 sudah tiba dipenghujung. Ramalan akan datangnya kiamat, hanya isapan jempol. Badai matahari yang diprediksi akan mengganggu dan merusak sistem komunikasi dunia, juga tidak menjadi kenyataan. Isu tentang gelapnya Bumi pada tanggal 22, 23 dan 24 Desember, ternyata perjalanan Bumi masih normal seperti sediakala.

Apa kata mereka yang meramal akan terjadi kiamat pada tanggal 21 Desember 2012? Mereka juga pada akhirnya menyatakan tidak percaya datangnya kiamat pada tanggal itu. Ada lagi yang mengatakan bahwa ramalan itu hanya berlaku untuk suku mereka, bukan untuk warga Bumi. Begitulah, ketika sebuah ramalan meleset, semua mencari alasan dan “kambing hitam.”

Percayakah anda bahwa kiamat itu akan datang? Bagi saya, 100% percaya! Percaya kepada hari kemudian merupakan salah satu dari 6 rukun iman yang wajib dipercaya. Kapan waktunya, wallahulam bissawab. Dalam QS Al-A’raf 187 jelas ditegaskan: “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat hanya ada pada sisi Tuhanku. Tiada seorang pun yang mengetahui waktu kedatangannya selain Dia.”

Kepada manusia hanya diberi tanda-tanda atau ciri-ciri akan datangnya kiamat. Apa ciri-cirinya? Salah satunya seperti bunyi Hadis Riwayat Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga muncul 30 kaum Dajjal sang pendusta. Semuanya mengaku sebagai utusan Allah, harta benda melimpah, timbul banyak petaka, dan kekacauan merebak. Sahabat bertanya, ‘kekacauan seperti apa?’ Beliau menjawab, ‘pembunuhan, pembunuhan, dan pembunuhan.”

Sebagai manusia biasa, hati kecil kita berharap agar terus diberi kesempatan menikmati kehidupan di muka Bumi ini. Seperti harapan seorang warga negara Denmark yang memohon agar kiamat ditunda, alasannya karena masih ada proyek-proyek sosial yang belum selesai. Barangkali kita tersenyum sendiri saat membaca munajat warga Denmark itu. Namun, kalimat yang ditulis di status Facebook-nya, (sebenarnya) semua orang ingin menulis status seperti itu. Barangkali sungkan dan malu-malu, sehingga belum berani terus terang.

Cukupkah dengan bermunajat di Facebook? Tentu tidak, tetapi kita harus bahu membahu melakukan aksi nyata sejak Tahun 2013 sampai tiba hari kemudian. Apa aksi nyata yang harus dilakukan (antara lain)?

  1. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan diri, keluarga, kerabat masing-masing agar tidak terpengaruh oleh ulah dan ajaran nabi palsu dan para pendusta yang mengajak orang ke jalan kesesatan.
  2. Jadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik).
  3. Dapatkan harta dan kekayaan dengan cara halal, gunakan harta untuk kebajikan, dan bayarkan zakat dari harta yang dimiliki.
  4. Manfaatkan lingkungan hidup secara arif, jangan merusak hutan, tidak menggunakan bahan bakar yang dapat meningkatkan pemanasan global, lindungi satwa dan sumber-sumber air, serta pembangunan harus berwawasan lingkungan.
  5. Penegakan hukum harus dimulai, hukum harus adil, tidak pilih bulu agar tidak timbul kekacauan. Siapa yang salah harus dihukum, siapa yang benar harus dibebaskan.
  6. Kematian akibat pembunuhan harus bisa dihentikan, karena kewenangan mencabut nyawa manusia hanya milik-Nya. Manusia yang melakukan pembunuhan terhadap manusia lain harus dihukum seberat-beratnya.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: