Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Adrianus Malaloi

Masih Menjadi Ekor

Jokow dan Ahok Kalang-kabut !

REP | 19 January 2013 | 22:35 Dibaca: 1365   Komentar: 0   0

135860966856278064

Sumber foto : www.ekspres.com

Ada yang bilang Jokowi baru sadar kalau ia adalah Gubernur DKI. Selama ini ia seakan di atas angin, iya tersanjung oleh singgasana pencitraan yang diinagurasikan warga Jakarta.

Kehadirannya yang dikira bak Malaikat itu, membuat ekspektasi warga DKI membumbung tinggi. Bahkan sampai-sampai Jokowi dianggap sang “juru selamat” yang sesaat bisa mengubah segala persoalan Jakarta.

Disaat Pilkada, Jokowi benar-benar termakan oleh politik penyanjungan rakyat. Ia termakan pujian. Kasarnya mereka saling memakan. Warga pun termakan oleh image building Jokowi. Satu yang kurang didalami warga Jakarta, bahwa mereka lupa meletakkan Jokowi dalam takaran sebagai manusia biasa.

Akhirnya semua jadi takabur. Banjir kemarin yang mengganas itu, seakan menggambarkan bahwa “Jokowi bukan siapa-siapa”. Atau juga bukan tukang sulap.

Orang-orang yang dulu menutup mata sambil memberi dua jempol pada Jokowi pun kini nyengir-nyengir saja sambil bilang “hmm Jokowi”.Dengan latar belakang sebagai Sarjana Ilmu Kehutanan UGM, Jokowi pikir semua siklus alam ini ekologisme an sich. Padahal alam hanyalah “mikro kosmos”. Sementara manusia beserta sifat kearifan adalah pusat siklus semesta.

Maka tak wajar bila ia menganggap semua soal pelik Jakarta ini remeh-temeh.Selama masa kampanye Pilkada DKI berlangsung, hampir 15 kali Jokowi berjanji di TV, tapi sekali pun ia tak pernah mengucapkan insyaAllah. Artinya ia terlalu melambung tinggi meletakkan kemampuan nisbih-nya di atas segala kuasa Tuhan.

Disaat banjir yang mengganas di beberapa titik DKI itu, saya ingin Jokowi bilang “Ternyata Tuhan itu lebih besar dari omong besar saya”.Lalu dimana Ahok?

Ia hanya bisa menampilkan sisi diktator nya selama 100 hari kerja. Ketika banjir menggila, ia menghilang tanpa sekata pun di TV. Sudah tau musim hujan tiba, ia lebih memilih ribut-ribut cari sensasi dengan Farhat Abas (Pengacara).

Apa buah dari diktator nya Ahok? Cuap-cuap di TV ga ada hasil. Tak satu pun indikator keberhasilan atas kegarangannya itu. Kalau ada coba tunjukan? Mereka (Jokowi dan Ahok), hanya menunjukkan kepanikan semua. Blusukan sana-sini ga ada hasil. Selamat bekerja Mas Jokowi dan Ci Ahok. []

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah Bantuan Sangat Mendesak yang …

Siwi Sang | | 18 December 2014 | 09:08

Bunga KPR Turun, Saatnya Beli Rumah? …

Rizky Febriana | | 18 December 2014 | 11:44

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Cerdik Pemerintah: Dualisme Pimpinan Golkar …

Petra | 7 jam lalu

Jalan Menuju Kampung Sejuta Internet …

Wahyuddin Al Mandar... | 8 jam lalu

(Hendaknya) Kita Berbagi Masalah, juga …

Wiendra Perdana | 8 jam lalu

Penemu Logo “OSIS “ …

Resti Anugrah | 8 jam lalu

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: