Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Jeremy Bolone

pelajar, gemar menulis dan membaca

Cuaca di Kota Medan

OPINI | 18 April 2013 | 17:16 Dibaca: 291   Komentar: 0   0

Kata cuaca sudah sering kita dengar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Cuaca itu dapat diartikan menurut pendapat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)adalah keadaan udara atau atmosfer pada suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Seperti yang kita lihat cuaca yang sering kita lihat dan rasakan terjadi di daerah medan adalah cuaca musim panas, musim hujan. Terkadang cuaca di daerah medan sulit detebak, sewaktu saya memperkirakan bahwa sebentar lagi akan datang hujan tapi kenyataannya bukan. Dari perkiraan saya itu cuaca itu sulit di ketahui. Dan bukan hanya saya saja yang pernah memperkirakan cuaca seperti itu pasti kita semua pernah mengalaminya dan perkiraan kita itu salah.

Seperti yang terjadi di kota kita ini yaitu kota Medan. Kita pasti pernah memperkirkan keadaan cuaca di kota ini dan saya juga seperti itu sering memperkirakan cuaca di kota ini. Cuaca sekarang begitu meresahkan kita, terkadang panas terkadang hujan. Hingga kita tidak mengetahui kapan terjadinya musim hujan dan kapan terjadinya musim panas. Menurut BMKG, ketidakmenentuan musim yang terjadi di medan disebabkan oleh pemanasan global, yakni sebuah kondisi yang membuat semakin menipisnya lapisan ozon karena ulah manusia antaralain menebang hutan, efek rumah kaca dll. Dari keaadaan cuaca seperti ini pekerjaan kita atau aktivitas kita sering terhambat. Seperti aktivitas saya yang sering kesekolah, les karna saya seorang pelajar atau aktivitas lain, aktivitas saya itu sering terhambat karena cuaca seperti ini sering panas dan terkadang tiba-tiba datang hujan mengakibatkan saya tiba-tiba sakit disebabkan oleh cuaca yang tidak baik atau yang lain di rumah bila siang hari jika cuaca panas pasti kita ingin tidur karena kita mengantuk sebaliknya malam hari jika kita ingin tidur pasti kita tidak dapat tidur karena cuaca panas yang megakibatkan kita merasakan kepanasan dan gerah sewaktu tidur . Pasti kita pernah mengalami seperti itu di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30′ - 3° 43′ Lintang Utara dan 98° 35′ - 98° 44′ Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Kota Medan berada antara 3”30’ - 3”43’ LU dan 98”35’ - 98”44’ BT.

Kita sekarang berbicara tentang panas, pasti kata itu tidak asing lagi bagi kita karena sudah sering kita dengar bahkan kita rasakan. Kondisi cuaca di medan cukup ekstrim seperti sekarang ini yang bisa mencapai lebih dari 36° C, sebaiknya hindari kontak langsung dengan sinar matahari karena jika dalam jangka waktu yang cukup lama dapat berisiko kanker pada kulit. Selain itu, kondisi cuaca yang cukup ekstrim belakangan ini di Kota Medan, memberikan tidak hanya gerah bagi tubuh, namun juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit. Pakar dari USU menabahkan juga bahwa sekarang cuaca di Medan pada siang hari sangat panas. Cuaca panas dan berdebu membuat kondisi tubuh kita mudah sekali terkena penyakit. BMKG menjelaskan bahwa panas matahari itu terjadi ketika musim panas matahari terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, maka bumi berada di sebelah utara akan panas jika di bandingkan dengan selatan. Dari segi positif dapat kita ambil panas matahari itu dapat membuat keuntungan misalnya sebuah pengusaha keripik pisang, kerupuk, dan makanan lain yang membutuhkan proses pengeringan. Jika kita ambil lagi dari segi negatifnya panas matahari itu juga dapat membuat kerugian seperti:

1. Persediaan air kurang karna berkurangnya air di sungai.

2. Sering terjadi kebakaran hutan, dan kebakaran di pemukiman padat penduduk.

3. Tumbuh-tumbuhan banyak yang layu dan hewan-hewan mati.

Selain musim panas kita sekarang berbicara tentang hujan, kata ini juga pasti sudah sering kita dengar dan rasakan. Menurut buku ilmu penetahuan alam saya bahwa musim hujan terjadi ketika matahari terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa mengakibatkan tekanan udara di bagian selatan lebih rendah dibandingkan dengan utara sehingga angin bergerak dari utara menuju selatan. Musim hujan bukan hanya membuat keuntungan saja tapi musim hujan dapat membuat kerugian seperti:

1. Jika hujan terus-menerus datang akan mengakibatkan gagal panen

2. Dari kegagalan panen dapat mengakibatkan harga sayuran, beras mengalami kenaikan

3. Hujan yang besar dan terus menerus akan mengakibatkan banjir di pemuiman yang dataran rendah.

Namun anda jangan salah bahwa musim hujan yang membuat kerugian di musim hujan tapi dapat juga dikarenakan oleh ulah manusia yang tidak dapat menjaga alam dengan baik. Kurangnya kesadaran masyarakat akan membuag sampah pada tempatnya sehingga mengakibatkan saluran-saluran air mampet dan mengakibatkan suatu daerah banjir.

Karya : Jeremy Bolone Lumbantobing

Alamat : jln. Pelita IV Gg. Saroha No. 6 Medan

Sekolah : SMA N 18 Medan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 11:15

Si Gagah yang Terlelap …

Findraw | | 03 September 2014 | 09:17

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | | 03 September 2014 | 08:39

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | | 03 September 2014 | 08:10

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 3 jam lalu

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 5 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 8 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Transparansi Pengadaan Alutsista di TNI …

Putra Perkasa | 8 jam lalu

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ala Backpacker menuju Negri di Atas Awan …

Wilda Hikmalia | 8 jam lalu

Krisis Kesetiaan …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hadiah Istimewa Dari Pepih Nugraha …

Tur Muzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: