Back to Kompasiana
Artikel

Iklim

Danurfan

Adv' dan Penyuka Secangkir kopi.

Kawasan Leuser Siap Berganti Baju

OPINI | 23 April 2013 | 02:23 Dibaca: 170   Komentar: 1   0

13666585121173245289

Leuser

“Wilayah hutan lindung akan di alih fungsi menjadi hutan produksi, termasuk pertambangan..segera” , ini sangat menakutkan selepas membaca berita yang mengabarkan bahwa hutan lindung Aceh akan di kuliti oleh perusahaan East Asia Minerals Corporation dari Kanada ini, dan kabarnya lagi Kementrian kehutanan telah memberikan peluang besar untuk perusahaan asal Kanada itu mengkuliti hutan lindung Aceh yang sangat di banggakan saat ini dan itu termasuk kawasan hutan Leuser yang sudah menjadi Hariatage of Sumatra yang di tetapkan oleh UNESCO. Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) adalah bencana bagi masyarakat aceh saat ini, dari luas hutan yang akan di kurangi itu sebesar 1,2 juta hektar dan itu sama dengan 20 kali luas kota jakarta.  Hal ini sangat di sayangkan atas keputusan periode pemerintahan Aceh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada peralihan hutan lindung ke hutan produksi, mereka menyebutkan peralihan ini adalah project baik untuk kebun raya di Aceh dengan produksi besar baik kayu juga mineral - emas dan dapat mensejahterakan rakyat Aceh secara keseluruhan. dari isu ini belum apa apa saja sudah tercium kasus korupsi untuk kedepan, masa depan Aceh agar tetap menjadi paru paru dunia semakin sirna dan menghilang akibat isu ini. bukan itu saja, atas peralihan hutan lindung ini akan banyak satwa yang akan punah seperti badak, harimau, orang utan dan satwa endemik lainnya. belum lagi bencana yang akan di landa masyarakat pinggiran hutan seerti banjir bandang dan longsor.


Saat ini jika ada masyarakat atau massa yang memprotes isu kelestarian hutan Aceh bisa saja di anggap sebagai pengganggu keamanan di Aceh, sementara yang aku baca di Social network baik Facebook dan Twitter banyak kongXkong antara pemerintahan dan pengusaha yang tidak transparan atas perencaaan RTRW ini, banyak kasus illegal logging yang di putihkan atas dasar tidak jelas, seperti pembukaan lahan 6000 hektar di Aceh tamiang sampai sekarang kasus itu hilang dan menjadi legal.  entahlah.. aku sebagai warga Aceh sangat menyayangkan jika Hutan Aceh di babat habis karena nafsu manusia yang hanya memikirkan perut pribadi dan beberapa kelompok saja, sementara masyarakat pinggiran hutan harus menanggung resiko bencana banjir dan longsor, dan belum lagi konflik antara satwa dan manusia.

Saya Danurfan / @IndieGem sangat menolak perencaan RTRW ini !!!
dan saya bertanggung jawab atas opini saya ini. terima kasih.
Banda Aceh, 23 April 2013.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: