Back to Kompasiana
Artikel

Limbah

Ahmad Gunawan

Wiraswasta,Rakyat Indonesia

BAK SAMPAH BETON MENGHAMBAT SISTEM 3 R(REUSE,REDUCE,RECYCLE))

OPINI | 09 October 2010 | 15:06 Dibaca: 811   Komentar: 5   0

Surat Buat Bang Foke:

Banyaknya konsep tentang pengelolaan sampah ternyata belum menghasilkan sistem yang terprogram.

Reduce,Reuse,Recycle,tidak akan berjalan ketika sarana dan prasarana masih konvensional seperti sekarang.

Bak sampah Beton di setiap rumah tangga dianggap sarana yang tepat oleh pemerintah.

Bak semen ini dijalankan ratusan tahun sebagai tempat sampah.Ganti bak sampah Beton dengan Kerangkeng/Keranjang sampah,sehingga warga dipaksa memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke kerangkeng sampah ini.

Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir.

BAK SAMPAH BETON MENGHAMBAT 3 R (Reduce,Reuse,Recycle) DALAM PEMILAHAN SAMPAH.

Bak sampah yang terbuat dari beton/semen permanen banyak kita jumpai di depan rumah tinggal daerah perkotaan.Pemandangan ini kita jumpai di setiap rumah atau TPS (Tempat Pembuangan Sementara) baik tingkat RT/RW.

Sarana dan Prasarana ini berlangsung bertahun-tahun dan dianggap sebuah konvensi oleh masyarakat dan Pemerintah.Dengan berkembangnya jumlah penduduk dan semakin ragamnya jenis sampah,maka terhadap pengelolaan sampah ini harus dimulai dari hulu (Rumah Tangga) sebagai penghasil sampah terbesar.

1.Penggantian Bak sampah Beton menjadi Kerangkeng/Keranjang sampah yg

Artistik.

Sosialisasi penggantian bak sampah dari beton menjadi Kerankeng/Keranjang sampah harus diimbangi dengan sebuah aturan hukum oleh pemerintah dalam bentuk Perda,Peraturan Pemerintah bahkan sampai Undang-Undang.Sistem pengelolaan sampah dengan UU.No.18.Tahun 2008 sebetulnya sudah ada pasal-pasal yang mengatur tentang pemisahan sampah menurut jenisnya.Budaya masyarakat tidak mendukung gerakan pemilahan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah atau TPS dilingkungan masing-masing.Kerangkeng sampah ini bisa terbuat dari besi kawat yang dimodifikasi seperti kandang burung,atau disesuaikan dengan layout di setiap rumah warga.(Gambar Terlampir)

2.Kerangkeng/Keranjang Sampah menjadi sarana Promosi diTempat Pembuangan Sementara (TPS )

Disetiap TPS,dengan ukuran 250×350x90 cm tanpa diberi kaki,maka sisi kiri dan kanan Kerangkeng sampah tersebut dapat menjadi prasarana advertising/Iklan yang dapat dikomersilkan oleh pemerintah/Pengelola.Selanjutnya bagaimana masyarakat membuang sampah dengan tempat berbentuk Kerangkeng/Keranjang tsb?Sebelum dibuang sampah harus terpilah terlebih dahulu dengan sistem Plastikisasi.(Gbr.Kantong Plastik Terlampir)

3.Sistem Plastikisasi sebagai penentu Program ini.

Warga di setiap Rumah Tangga,Pasar,Pertokoan dan lingkungan perkantoran yang biasanya membuang sampah tanpa dipilah terlebih dahulu,dengan adanya tempat sampah baru dalam bentuk Kerangkeng (TPS/Depan Rumah) atau Keranjang (Tempat Umum,Jalan dan Taman) maka dengan sedikit dipaksa mereka harus memilah sampah terlebih dahulu yang di tampung dalam plastik sampah uk.100×90 cm.

4.Penjadwalan dengan Kalenderisasi sebagai alat Sosialisasi warga.

Setelah merubah Bak sampah Beton menjadi bentuk Krangkeng Sampah atau Keranjang sampah,maka dalam hal distribusi dan transportasi sampah akan menjadi program tersendiri bagi pemerintah atau perusahaan pengelola sampah ini.Tidak setiap hari harus membuang sampah dari Depo menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Karena dari pemilahan sampah itu produksi sampah rumah tangga adalah terbesar dibanding sampah kering,sampah kebun,dan sampah bahan-bahan berbahaya (3 B).Setiap depo menjadwalkan sendiri dan kordinasi dengan depo yang lain dalam satu wilayah.Kalender sampah ini dibagikan gratis oleh pemerintah termasuk kantong plastik sampahnya.

5.Keranjang Sampah dari Kayu Limbah sisa Produksi Perusahaan Perkayuan Nasional.

Keranjang sampah yang biasanya di pajang di tepi jalan,Taman,dan lingkungan umum yang terbuat dari Plastik,Tong,Fiber dengan adanya konsep pemilahan sampah ini diusahakan diganti dengan tempat sampah dalam bentuk Keranjang Ukuran 35×45x70 cm yang terbuat dari bahan Kayu limbah sisa hasil produksi perusahaan kayu,yg tersebar di tanah air.Bentuknya artistik ada penutupnya dan transparan isi dari sampah yg ada di dalamnya.Sampah akan terlihat jika tidak menggunakan plastikisasi dan terlihat jika tidak dipilah terlbih dahulu.Keunggulan dari Kernjang sampah ini adalah:

  1. Lebih murah dan mudah bahan bakunya.
  2. Sampah akan terpantau dengan penjenisan sampah.
  3. Penerapan pemilahan sampah terhadap masyarakat lebih cepat karena sarana dan prasarana yg tidak konvensional.

KERANGKENG SAMPAH

  1. Terbuat dari bahan kawat baja bentuk persegi dengan modifikasi kerangka dan pintu tempat memasukkan kantong plastik sampah yang telah dpilah.Ukuran menyesuaikan kondisi Rumah tinggal dan kondisi tempat TPS-TPS (Tempat Pembuangan sampah Sementara) Kerangkeng Sampah Rumah Tinggal ukuran 150×90x60(tggi),TPS,Uk.250×300x150(tggi),tanpa atap atau dengan atap.Space bisa dibagi 2 bagian,ruang sampah organik dan Non Organik.

    KERANJANG SAMPAH

    Bentuknya kotak ukuran 45×30x62 cm terdiri tiga tempat disatukan dalam tiang tempat sampah.Setiap tempat diberi label Sampah Oranik,Sampah Non Oranik,Sampah 3 B.Bahan baku ini terbuat dari kayu limbah dari hasil olahan perusahaan pengolah kayu.keras.Tujuan utama dari keranjang sampah ini adalah penciptaan jutaan lapangan pekerjaan.Tempat sampah ini memiliki nilai artistik dan cukup awet dengan perawatan berkala.

    KALENDER PENJADWALAN SAMPAH

    Setiap Rumah,Kantor dan tempat umum,untuk masing-masing wilayah dibuat jadwal pembuangan sampah dari Perumahan,TPS,sampai ke TPA.Contoh,untuk daerah Pondok Indah,Senin sampai dengan Juma’at adalah jadwal pembuangan sampah organik dan sampah Kebun.Sabtu dan Minggu adalah pembuangan sampah Non organik dan bahan berbahaya.Dengan demikian warga akan menaruh sampah di kerangkeng sampah depan rumah sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah/Pengelola sampah.Jadwal dalam bentuk kalender ini juga terpasang di pertokoan,perkantoran dan tempat-tempat umum.Kalender sampah dibuat terpadu sampai hilir menyesuaikan daerah-daerah dengan volume sampah yang dihasilkan.Kalender jadwal sampah ini diberikan gratis kepada para pembayar retribusi sampah.

    KANTONG SAMPAH PLASTIK

    Kantong Plastik label warna Kuning (Sampah Non Organik),Kantong Plastik label Biru ( Sampah Organik),Kantong Plastik label Orange (Sampah 3B).Kantong-kantong ini bisa diperoleh oleh masyarakat secara gratis,sesuai volume sampah yang di hasilkan setiap minggu,bagi mereka yang telah membayar retribusi sampah.

    Dari empat jenis sarana dan prasarana ini,akan tercipta konsep 3 R (Reduce,Reuse,Recycle) secara otomatis,jika dimulai dari hulu (Rumah tangga) sampai dengan Hilir(TPS/TPA) konsisten menerapkan sistem pemilahan dan plastikisasi dalam membuang sampah dengan menghilangkan Bak sampah Beton dari daerah perkotaan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 5 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 8 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 9 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: