
lahir dan besar di tepi karangmumus. sungai di kota kayu, Samarinda, yang kini kian menghitam. dapat dikunjungi di: http://timpakul.web.id
Dibaca: 483
Komentar: 54
7 dari 9 Kompasianer menilai Inspiratif
seorang kawan bernama suprianto [twit] [koprol] baru saja kembali dari sebuah pertemuan di Manila. bertemu antar alumni pertemuan yang diadakan oleh sebuah lembaga pertautan budaya dari asia timur. dalam pertemuan yang dibuat dengan model seni fasilitasi dan membangun visi, dimintakan kepada peserta untuk menggambarkan apa yang menjadi sebuah mimpi.
dengan semangat, dia berujar “saya membuat gambar bumi, dengan peta indonesia berwarna hijau dan lautnya berwarna biru. lalu saya letakkan gambar orang yang menanam. saya liat, jelek sekali gambar saya. lalu saya duduki kertas itu. kemudian saya liat. ternyata bagus juga kalau dibuat menjadi semakin jelek. lalu, saya robek tepi kertas, dan saya remas kertasnya hingga menggumpal. dan saya letakkan dengan perekat dalam keadaan menggumpal, di dinding“.
semangat terlihat dari cara dia bercerita. “ini satu hal yang membanggakan bagi saya. saya memperoleh ucapan melalui kertas saat akan pulang. kawan-kawan bersepakat, tanggal 10 Oktober 2010, pukul 10 waktu setempat, untuk melakukan penanaman bersama dengan jumlah sepuluh bibit pohon setiap orang.“. semangatnya terus menggelora menceritakan sebuah kebahagiaannya. mengajak mereka yang berasal dari 12 negara, untuk melakukan sesuatu secara bersama.
semangatnya belum boleh dipadamkan. menanam, walau tak terlalu sering berhasil, karena belum ada gerakan memelihara pepohonan. tapi, bagi saya, dia memang seorang yang luar biasa. sebelumnya, dia menanam bibit gaharu, lebih dari lima puluh bibit ditanam, di kampus, tempat yang tak berpepohonan. setiap hari, dia selalu memastikan bahwa bibit pepohonan itu akan tumbuh. “dua puluh tahun lagi, saya menikah dari hasil gaharu pohon ini“, begitu ujarnya.
membangun sebuah gerakan, yang bukan karena perintah, namun karena hati, adalah sebuah hal yang akan menghasilkan efek yang luar biasa. tidak harus one man five trees, tapi akan lebih baik One People Ten Trees, yang lahir dari sebuah semangat. gerakan menanam pun, harus diikuti dengan gerakan memelihara dan memastikan bahwa yang ditanam akan tumbuh. pun juga harus bersamaan dengan gerakan berhenti menebang dengan skala luas, tidak dilarang untuk menebang bagi kebutuhan subsisten.
10.10.10:10.10-10. merupakan sebuah semangat. tidak bagi mereka yang diperintahkan. hanya bagi mereka yang digerakkan hati.
*) sebagaimana telah diposting di: timpakul mahalabiu
—
Bagaimana bergabung dalam gerakan 10.10.10?
Apakah kawan ingin menjadi bagian dari kegiatan di seluruh dunia? Pada tanggal 10 Oktober 2010, pukul 10.10 pagi, di sepuluh negara setidaknya di Asia akan menanam pohon untuk menunjukkan kasih kita terhadap alam dan komitmen untuk membangun dan memelihara masa depan bersama. Ikutan yuks….
10.10.10 One People Ten Trees merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh alumni program JENESYS (Japan East Asia Network of Exchange Students and Youths) atau jaringan pertukaran pelajar dan pemuda jepang asia timur, dari negara Australia, Brunei, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru , Thailand, Filipina, Singapura, Korea Selatan dan Vietnam untuk menandakan kerjasama antar kawasan dan antara teman-teman.
Persiapan sebelum tanggal 10 Oktober 2010:
Pada tanggal 10 Oktober 2010
Setelah menanam:
Foto kegiatan pendahuluan di Samarinda:



Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Suprianto - dona_sylva[at]yahoo.com
Kunjungi juga: