Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Bimo Satrio Wicaksono

optimis, pantang menyerah, berani mencoba, senang memiliki banyak teman, berbagi senyum

Matoa, dari Papua yang Manis Buahnya

OPINI | 28 September 2010 | 04:10 Dibaca: 861   Komentar: 8   1

Matoa adalah pohon yang berasal dari Papua, matoa juga terdapat di beberapa daerah di Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea. Ada hal yang menarik dari pohon matoa, yakni buahnya. Buah matoa memiliki rasa yang manis dan beraneka persepsi. Ada yang mengatakan bahwa buahnya mirip rasa kelengkeng dengan durian, adanya yang mengungkapkan seperti buah leci, namun yang pasti bahwa buah matoa itu manis.

Jika dilihat lebih mendalam, potensi pengembangan tanaman ini sangat luas. Pohon ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah. Manisnya buah ini akan lebih bernilai jika dikombinasikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Melalui pohon ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat jika mampu mengolah buahnya yang manis dengan berbagai macam makanan olahan. Potensi pengolahan ini sangat besar mengingat masih jarang ditemukan buah matoa di pasar. Bahkan jika diteliti lebih mendalam bisa jadi buah ini memiliki berbagai khasiat yang baik untuk tubuh manusia, mengingat habitat asli pohon ini ada di daerah hutan hujan tropis.

Penanaman pohon matoa juga mendukung gerakan untuk menghijaukan bumi. Penghijauan tersebut juga dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat melalui hasil buah yang dihasilkan dari pohon tersebut. Sehingga akan menciptakan simsiosis mutualisme serta pengembangan ekonomi masyarakat yang pro terhadap lingkungan.Matoa dengan buah yang belum masak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi ala Kaki Lima …

Susy Haryawan | 10 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Gagal Paham (Pejabat) Kemendikbud dalam PR …

Antowi | 12 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ka eM Pe …

Pak De Sakimun | 7 jam lalu

Hubungan Asmaraku dengan Ibu Kost (Bagian 6) …

Ervipi | 7 jam lalu

Life Begins at Forty …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Sore yang Cantik di Pelabuhan Kuno Gresik …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Tak Ada Tulang Rusuk yang Tertukar …

Siti Nur Rohmah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: