Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Wulandari

*kerumitan manusia itu tidak ada taranya di muka bumi, dia lebih rumit dari makhluk apa selengkapnya

[Tempat] Sampah

OPINI | 16 November 2010 | 16:12 Dibaca: 933   Komentar: 4   1

sampah
saat berjalan menyusuri malioboro mata saya tertegun dengan sebuah tempat sampah. Tempat sampah ini unik, tidak seperti bentuk pada umumnya. Di Jakarta biasanya bentuknya ya kotak, dengan warna merah, hijau atau kuning, kemudian ditulisi sampah organik dan anorganik. Tempat sampah yang saya temui kali ini bentuknya mirip keranjang, bewarna kuning, dan tidak menutup rapat semuanya. Entah siapa yang membuatnya, tapi menurut saya pribadi ini merupakan sebuah ide segar. Ada beberapa alasan (menurut saya pribadi) mengapa desain tempat sampah dibuat seperti itu, kemungkinan karena ingin membuat temapt sampah yang beda dari yang lain, kesan estetika dan seninya ingin dimunculkan. ibaratnya estetika dalam karya, jadi tidak hanya ingin menonjolkan
sisi form follow function tetapi juga sisi form follow style.  Dari segi pemilihan warna serta setiap tarikan garis yang dibentuk pun tentunya sang pembuat konsep
bukan orang yang sembarangan. entah mengapa warna kuning yang dipilih dan bentuk tempat sampahnya mirip keranjang dengan bagian depan ada lubang untuk memasukkan sampah dan bagian belakang ada pintu untuk mengambil sampah.

1289923666491556627

keranjang sampah

Secara fungsi tempat ini memang bisa menjadi alternatif bentuk sebagai tempat pembuangan sampah, hanya saja sisi kekurangannya adalah, tempat sampah ini baikknya hanya untuk sampah kering yang ukurannya lumayan besar, karena bila untuk sampah basah, maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap
dikarenakan ada lubang-lubangnya.

Ada satu lagi tempat sampah yang unik, kali ini berbentuk kaleng softdrink. nah ini lebih tertutup dan menurut saya cocok untuk sampah basah. Sudah seharusnya bagi kita (terutama desainer) untuk membuat sebuah benda yang memiliki nilai fungsi dan dipadukan dengan nilai estetika.

1289923814204191898

kaleng sampah

Jogja sebuah kota yang membuat saya tidak pernah bosan, banyak hal yang bisa saya temui dan renungi. Penduduknya murah senyum dan sopan, kulinernya juga enak, dan pesan saya adalah jangan buang sampah sembarangan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 6 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 8 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 8 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 9 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 9 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: