Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Wulandari

*kerumitan manusia itu tidak ada taranya di muka bumi, dia lebih rumit dari makhluk apa selengkapnya

[Tempat] Sampah

OPINI | 16 November 2010 | 16:12 Dibaca: 957   Komentar: 4   1

sampah
saat berjalan menyusuri malioboro mata saya tertegun dengan sebuah tempat sampah. Tempat sampah ini unik, tidak seperti bentuk pada umumnya. Di Jakarta biasanya bentuknya ya kotak, dengan warna merah, hijau atau kuning, kemudian ditulisi sampah organik dan anorganik. Tempat sampah yang saya temui kali ini bentuknya mirip keranjang, bewarna kuning, dan tidak menutup rapat semuanya. Entah siapa yang membuatnya, tapi menurut saya pribadi ini merupakan sebuah ide segar. Ada beberapa alasan (menurut saya pribadi) mengapa desain tempat sampah dibuat seperti itu, kemungkinan karena ingin membuat temapt sampah yang beda dari yang lain, kesan estetika dan seninya ingin dimunculkan. ibaratnya estetika dalam karya, jadi tidak hanya ingin menonjolkan
sisi form follow function tetapi juga sisi form follow style.  Dari segi pemilihan warna serta setiap tarikan garis yang dibentuk pun tentunya sang pembuat konsep
bukan orang yang sembarangan. entah mengapa warna kuning yang dipilih dan bentuk tempat sampahnya mirip keranjang dengan bagian depan ada lubang untuk memasukkan sampah dan bagian belakang ada pintu untuk mengambil sampah.

1289923666491556627

keranjang sampah

Secara fungsi tempat ini memang bisa menjadi alternatif bentuk sebagai tempat pembuangan sampah, hanya saja sisi kekurangannya adalah, tempat sampah ini baikknya hanya untuk sampah kering yang ukurannya lumayan besar, karena bila untuk sampah basah, maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap
dikarenakan ada lubang-lubangnya.

Ada satu lagi tempat sampah yang unik, kali ini berbentuk kaleng softdrink. nah ini lebih tertutup dan menurut saya cocok untuk sampah basah. Sudah seharusnya bagi kita (terutama desainer) untuk membuat sebuah benda yang memiliki nilai fungsi dan dipadukan dengan nilai estetika.

1289923814204191898

kaleng sampah

Jogja sebuah kota yang membuat saya tidak pernah bosan, banyak hal yang bisa saya temui dan renungi. Penduduknya murah senyum dan sopan, kulinernya juga enak, dan pesan saya adalah jangan buang sampah sembarangan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Secuil dari Acara Kompasiana Nangkring …

Find Leilla | | 28 March 2015 | 21:31

[kampretjebul4] Pasar Lanang dan Pasar Wedok …

Nanang Diyanto | | 28 March 2015 | 21:01

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17

Warna-warni Devia Sherly dan Kolaborasi Tiga …

Alvidhiansyah Putra... | | 28 March 2015 | 17:47

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Belajar dari Olga Syahputra, Sukses Muda …

Pakde Kartono | 11 jam lalu

Mengapa Kamu Tidak Berjilbab? …

Feby Indirani | 17 jam lalu

“Evan Dimas Adalah Fotokopi Xavi ”Aji …

Attar Musharih | 18 jam lalu

ARB Prahara Bagi Golkar …

Restoe Bumi Victori... | 21 jam lalu

Dari BBM Naik, Pemerintah Ambil Dana Rakyat …

Ashwin Pulungan | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: