Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Komunitas Cinta Bambu

Mari bersama kita antisipasi Pemanasan Global (Global Warming) dengan menggunakan BAMBU secara optimal, serta kurangi selengkapnya

Pembibitan Bambu dengan Cara Stek

REP | 21 January 2011 | 20:46 Dibaca: 7639   Komentar: 3   0

Membuat Bibit Bambu

12955955961565071941Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Pemotongan Bambu

* Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.
* Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.
* Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.
* Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.
* Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Tags: bibit bambu stek

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 5 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 11 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Angin Kencang, Ini Teknik Menyetir …

Sultan As-sidiq | 7 jam lalu

Golkar Jeli Memilih Komisi di DPR …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Rekor MURI Jokowi …

Agus Oloan | 8 jam lalu

Cerpenku: Perempuan Berkerudung Jingga …

Dewi Sumardi | 8 jam lalu

Kecurangan Pihak Bank dan Airline Dalam …

Octavia Eka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: