Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Komunitas Cinta Bambu

Mari bersama kita antisipasi Pemanasan Global (Global Warming) dengan menggunakan BAMBU secara optimal, serta kurangi selengkapnya

Pembibitan Bambu dengan Cara Stek

REP | 21 January 2011 | 20:46 Dibaca: 7734   Komentar: 3   0

Membuat Bibit Bambu

12955955961565071941Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Pemotongan Bambu

* Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.
* Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.
* Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.
* Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.
* Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Tags: bibit bambu stek

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 6 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 7 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Al Mashun, Oh Al Mashun …

Muhammad Ihsan | 7 jam lalu

Penipuan Berkedok Bimtek BAN-M/S, Merusak …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Belajar Merdeka yang Sebenarnya Melalui …

Esthi Winarni | 8 jam lalu

New York Menjadi Pusat Perhatian Dunia …

Margaretha Mumbunan | 8 jam lalu

Telaah Euthunasia dalam Perspektif Hukum …

Muhammad Ihsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: