Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Komunitas Cinta Bambu

Mari bersama kita antisipasi Pemanasan Global (Global Warming) dengan menggunakan BAMBU secara optimal, serta kurangi selengkapnya

Pembibitan Bambu dengan Cara Stek

REP | 21 January 2011 | 20:46    Dibaca: 8243   Komentar: 3   0

Membuat Bibit Bambu

12955955961565071941Menanam bambu dengan cara stek merupakan salah satu metode propagasi bambu yang paling disukai karena cepat, sederhana, ekonomis, dan tidak memerlukan banyak ruang.

Jenis bambu berdinding tebal seperti betung memiliki cabang utama menonjol. Cabang-cabang dapat diekstraksi tanpa merusak rumpun induk dan merupakan bahan tanam yang sangat baik.

Cabang yang sesuai untuk bibit sebaiknya dipotong ketika usia masih relatif muda (1-2 tahun) untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Pemotongan Bambu

* Pilih batang yang memiliki kematangan menengah dan potong dari cabang utama. Buang bagian atas dengan meninggalkan 2-3 node . Potongan bambu ini biasanya sekitar 30cm panjang.
* Atau (untuk memberikan hasil yang lebih cepat) mencelupkan potongan bambu dalam campuran pengatur hormon pertumbuhan atau rooting selama 24 jam, dan tutup ujung dipotong atas dengan lilin untuk mencegah pengeringan.
* Tanam potongan-potongan bambu tersebut secara vertikal (lebih disukai di sudut sedikit), baik di polybag dengan menempatkan sedemikian rupa sehingga rhizomatous satu node berada di bawah permukaan tanah dan setidaknya satu atau dua buku di atas permukaan.
* Letakan polybag dibawah naungan paranet (jaring naungan agro memberikan naungan 75%) dan siram air secukupnya setiap hari.
* Tumbuhnya tunas pertama dan perakaran mungkin akan muncul 3-5 minggu setelah tanam. Namun Anda harus menempatkan bibit tanaman bambu tersebut di polibag selama 6 bulan maksimal 1 tahun sampai sepenuhnya berakar. Tanaman bambu yang baru tersebut akan siap untuk tanam pada musim hujan berikutnya.

Tags: bibit bambu stek

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kegigihan Anik Sriwatiah Berdayakan Mantan …

Hadi Santoso | | 30 May 2015 | 17:29

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Fenomena Gelombang Panas, Saatnya …

Alifiano Rezka Adi | | 30 May 2015 | 18:04

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Menpora & PSSI, Silahkan Menikmati …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Kesamaan Sepp Blatter dan PSSI: Jokowi Tak …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ini Alasan Wapres JK Membela Budi Waseso …

Abd. Ghofar Al Amin | 12 jam lalu

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 17 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: