Artikel

Penghijauan

Fandy Sido

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

masih amatir, bercita-cita jadi pionir. | Sebagian fiksi dan opini ada di www.bukufandy.com.

Earth Hour 2011 di Berbagai Negara


HL | 27 March 2011 | 06:29 Dibaca: 434   Komentar: 12   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

1301193838443140035

Akhirnya, Jakarta gelap gulita selama satu jam dari pukul 20:30 hingga 21:30 WIB. Kota-kota lain di Indonesia juga dilaporkan ikut memeriahkan kampanye Earth Hour 60+ pada 2011 ini, Sabtu (26/3/2011) malam.

Selain di Indonesia, beberapa kota besar di dunia juga melakukan pemadaman lampu tepat pada jam yang ditentukan sesuai zona waktu yang berlaku. Di Sydney, Australia, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya pusat pelaksanaan kampanye ini adalah Opera House dan The Sydney Harbour Bridge. Nampak jembatan yang membentang di atas pelabuhan terbesar di Australia itu gelap gulita dan hanya menyisakan lampu darurat yang menyala.

Nampak The Sidney Harbour Bridge hanya menyisakan lampu darurat menyala.

Nampak The Sydney Harbour Bridge hanya menyisakan lampu darurat menyala. Pada latar belakang Opera House juga nampak gelap dari kejauhan. (sydney morning herald)

Sebagai puncak acara semalam, yayasan WWF turut memberikan penghargaan dedikasi kepada beberapa tokoh Australia yang dianggap berjasa dalam perkembangan Earth Hour empat tahun terakhir ini. Earthhourblog.com melaporkan bahwa penganugerahan dilaksanakan tepat pada saat lampu dimatikan di Museum of Contemporary Art di samping Pelabuhan Sydney, tempat lahirnya Earth Hour.

Bersamaan dengan Negeri Kanguru, di Malaysia peringatan Earth Hour juga semalam berlangsung di hampir semua kota. Berdasarkan laporan kantor berita Bernama, pusat pelaksanaan kampanye Earh Hour tahun ini adalah di Klang Valley, Kuala Lumpur. Beberapa kompleks perbelanjaan, gedung-gedung pencakar langit, hingga menara kembar Petronas nampak memadamkan lampunya pada pukul 20:30 malam. Acara ini turut diprakarsai oleh WWF Malaysia.

Di Cina, kampanye Earth Hour turut dimeriahkan oleh anak-anak sekolah. Seperti di wilayah Hanshan, provinsi Anhui, ratusan murid sekolah menengah setempat menggelar karya seni berupa cap telapak tangan dengan tinta warna-warni di atas kertas putih berukuran besar bertuliskan “60″ menandakan gerakan mereka dalam menyukseskan kampanye ini. Berdasarkan cabang WWF di Cina, peringatan Earth Hour 60+ pada tahun ini diikuti oleh partisipan yang jumlahnya dua kali lebih banyak daripada peringatan yang sama 2010 lalu. Selain itu, beberapa website di Negeri Bambu itu melakukan kampanye, salah satunya mosh.cn mengadakan konser Jazz selama jam-jam “lampu padam” tersebut.

Anak-anak sekolah Cina untuk Earth Hour 2011 (Asiannews photo/China Daily)

Anak-anak sekolah Cina untuk Earth Hour 2011 (Asiannewsphoto/China Daily)

Filipina melalui laporannya ke WWF mengklaim telah memecahkan rekor partisipasi domestik untuk Earth Hour tahun ini dengan 1661 kota dan ribuan komunitas. Sementara itu di Perancis, seperti biasanya menara Eiffel di Paris dipadati pengunjung domestik maupun dari mancanegara yang ingin menyaksikan detik-detik dipadamkannya lampu di menara setinggi324 meter itu. Pemadaman dilakukan secara simbolis dengan tekanan tombol oleh pejabat setempat.

Eiffel selama Earth Hour (sarahness.net)

Eiffel selama Earth Hour (sarahness.net)

Di London, yang menjadi pusat perhatian untuk Earth Hour adalah The House of Lords (Gedung Parlemen Inggris) yang berdampingan dengan Big Ben, menara jam yang sangat terkenal. Struktur gedung parlemen yang memanjang tepat di tepian Sungai Thames sangat menarik perhatian saat sepetak demi sepetak bagian dinding bangunan bersejarah itu lampunya dipadamkan hingga akhirnya gelap menyeluruh.

The House dan Big Ben of Lords di Inggris pada detik-detik Earth Hour (flickr.com)

The House dan Big Ben of Lords di Inggris pada detik-detik Earth Hour (flickr.com)

Selain kedua bangunan di atas, tak luput pula pemandangan indah pemadaman lampu di The Tower Bridge, serta beberapa bagian kota lain di London, Manchester, pelabuhan-pelabuhan di Liverpool, dan sekitarnya. Di belahan Eropa lain seperti Barcelona, pusat peringatan ini lebih banyak dirayakan oleh warga di jalan-jalan kota, gedung-gedung, serta beberapa wilayah sekitar pelabuhan. Badan Meteorologi dan Kementerian Lingkungan Spanyol memprediksi bahwa temperatur Negeri Matador itu akan naik secara permanen sebanyak 6 derajat pada tahun 2100 mendatang, sebagaimana dilaporkan Spanish News, pertengahan 2010 lalu.

Yang unik, di Budapest, Hungaria, beberapa bandar udara hanya menyalakan lampu landasan dan sedikit lampu terminal. Hal ini sempat menjadi kontroversi oleh beberapa pakar keselamatan transportasi setempat pada 2009 lalu.

Sementara itu di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, Earth Hour tersebar di hampir semua negara bagian. Bangunan-bangunan bisnis di New York, gedung-gedung pusat pemerintahan dan monumen kemerdekaan di Washington, serta menara-menara pencakar langit di Seattle dan Detroit turut dipadamkan selama pergelaran tahunan ini. Masyarakat umumnya turun ke jalan dan berkumpul di luar rumah.

The Detroit Skyline, AS.

The Detroit Skyline, AS. (reuters)

Earth Hour semakin populer, bahkan hingga ke negeri yang dikenal sebagai “Tanah Suci”. Hingga laporan ini ditulis belum ada informasi resmi tentang penyelenggaraan Earth Hour di Arab Saudi. Akan tetapi menurut beberapa pihak yang tergabung dalam grup facebook Earth Hour Saudi Arabia, pusat pelaksanaan tahun 2011 akan nampak di kompleks menara jam raksasa di Masjidil Haram, Mekah, dan di beberapa gedung bisnis di kota. Arab Saudi baru ikut melaksanakan Earth Hour pada 2010, setelah pada tahun-tahun sebelumnya perhelatan ini dianggap kurang pas bagi negara Islam.

Shukbaatar Square, Ulanbator, Mongolia.

Shukbaatar Square, Ulanbator, Mongolia. (WWF)

India Gate, India dalam Earth Hour 2011 (WWF)

India Gate, India dalam Earth Hour 2011 (WWF)

Istana Emirates di Uni Emirat Arab turut memadamkan lampu. Gedung-gedung terkenal di UEA termasuk Burj Al Arab dan Burj Khalifa dilaporkan ikut memadamkan lampu, semalam. (WWF)

Istana Emirates di Uni Emirat Arab turut memadamkan lampu. Gedung-gedung terkenal di UEA termasuk Burj Al Arab dan Burj Khalifa dilaporkan ikut memadamkan lampu, semalam. (WWF)

Earth Hour dimulai pada 2007 tahun lalu oleh Wild Life Foundation dengan memadamkan lampu Opera House dan The Museum of Contemporary Art dekat pelabuhan Sydney. Setelah itu, beberapa kota di negara-negara sekitar seperti Menara CN di Toronto, Kanada, Jembatan Golden Gate di San Fransisco, dan Colosseum di Roma Italia ikut memadamkan lampu. Pada 2011 ini setidaknya 134 negara ikut ambil bagian dalam kampanye Earth Hour 60+. Penambahan tanda “plus” (+) menjadi spesial tahun ini karena diharapkan kepedulian para partisipannya tidak sebatas pada memadamkan lampu pada pukul 20:30 hingga 21:30, akan tetapi memperbaiki gaya hidup secara keseluruhan sebagai bagian dari gerakan pemeliharaan bumi.

WWF melalui wesitenya www.earthhour.org juga menyampaikan belasungkawa serta dorongan semangat bagi rakyat Jepang yang baru saja dihantam bencana tsunami pada 18 Maret 2011 lalu.

“With Earth Hour almost upon us, our thoughts are with the people of Japan during this incredibly challenging and sad time for their country.”

-earthhour.com-

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: