Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Rahmad Pujiansyah

Pedd : STM mesin hobby: membuat artikel/ blog & musisi karier : Juara III popsinger

Banjir di Desa dan Kota

REP | 01 May 2011 | 22:21 Dibaca: 156   Komentar: 1   0

Setiap hujan turun di desa atau di kota masyarakat tak bisa tenang dan tak bisa nyenyak tidur, karena dihantui perasaan takut akan datangnya terjangan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba yang dapat menenggelamkan rumah, menghanyutkan semua barang bahkan sampai membawa korban jiwa, banjir saat ini menjadi  momok yang sangat menakutkan bagi semua orang,.

Mengapa banjir selalu melanda di negara kita yang kaya raya akan hutan belantara dan banyak aliran sungai, mengapa sampai terjadi banjir bandang yang merendam rumah di kota dan di desa?

Mengapa banjir belum bisa ditanggulangi?

Langganan banjir yang selalu datang pada saat hujan turun tentu harus di pelajari bagaimana banjir tersebut datang dan dari mana asal air yang meluap melebihi daya tampung air sungai yang ada, hal inilah yang harus diperhatikan yaitu pada saat hujan turun maka instansi terkait harus tahu dari mana asal mula aliran air tersebut apakah mengalir dari gunung atau bukit pada saat hujan air hujan turn mengalir deras apakah kesungai atau ke parit perumahan pendududuk, maka antisipasi sebelum hujan turun harus dibuatkan tanggul penahan air ditempat mengalirnya air hujan pada saat hujan turun dan membuat saluran yang mengalihkan aliran air hujan tersebut ke kolam penampungan, membuatkan lagi anak sungai, atau kanal serta menggalakan penanaman pohon pada daerah tempat mengalirnya air hujan di bukit, kita teringat kembali pada jaman orde baru dulu adanya kegiatan ABRI masuk desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang bekerja sama dengan masyarakat bergotong royong menanam pohon dan membuatkan jembatan serta adanya kegiatan pramuka dan karang taruna di desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Penanggulangan banjir yang selama ini di lakukan hanya memperlebar sungai, mengeruk dan menggali sungai, hal ini hanya berlaku sementara untuk mengatasi banjir, karena air  yang mengalir pada saat hujan turun akan membawa lumpur maka sungai tersebut akan menjadi dangkal kembali, seharusnya carilah titik mengalirnya air hujan dari bukit yang gundul , diatasi dengan tanggulkarena sungai tak mampu menampung kiriman air hujan dari banyaknya bukit-bukit yang gundul tanpa pohon sehingga air sungai meluap dan mendatangkan banjir setiap hujan turun dalam tempo dua hari saja pasti banjir.

Kita menyadari bahwa banjir datang karena tidak adanya lagi penghijauan, penanaman pohon disana sini yang terlihat hanya rumput-rumput ilalang dan semak belukar, keseimbangan lingkungan tidak diperhatikan lagi, membangun perumahan semua pohon di tebang dan di halaman samping rumah di semen sehingga tidak ada lagi resapan air dari perumahan, air hujan yang turun dari rumah ke parit dan  mengalir sampai ke sungai sehingga air sungai menjadi meluap tidak mampu menampung semua air yang datang pada saat hujan turun. maka banjir melanda penduduk setempat, kepada semua warga diharapkan agar membuat sumur resapan air hujan yang turun dari rumahnya.

Bagi perusahaan yang menebang pohon diwajibkan menanam pohon kembali di area operasi kerja yang sudah selesai di pakai, dan perusahaan harus memperhatikan pada saat hujan  turun kemana air hujan tersebut mengalir, sebaiknya dibuatkan kolam penampungan air hujan  selama pohon-pohon yang ditanam belum tumbuh besar, air hujan akan mengalir deras apabila hutan yang ditebang habis dan gundul, hal inilah yang menyebabkan banjir bandang dan juga di akibatkan karena kolam penampungan air hujan yang jebol.

Banjir akan teratasi apabila ada kesadaran dari kita semua membuat resapan air hujan, dani pihak perusahaan menghijaukan kembali area kerja penambangan dengan penanaman pohon Meranti, kapur,keruing dan benuang. Salam- penghijauan Indonesia ::Rahmad pujiansyah 081346457074 )

LAGU LESTARIKAN HUTAN CIPT: RAHMADPUJIANSYAH

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Kritik Terhadap 7 Tuntutan FPI ke Ahok …

Opa Jappy | 2 jam lalu

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 4 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: