Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Sekayu, Citarum, Dan Bendungan Kecil

REP | 05 May 2011 | 00:11 Dibaca: 421   Komentar: 14   1

1304509891692415370

Sungai yang jernih di gambar samping adalah sungai di daerah Pandansari Pudak, Ponorogo bagian timur kurang lebih 35 km dari pusat kota.

Kejernihan airnya bisa dinikmati meski musim kemarau panjang, dan daerah ini dijadikan tempat menghilangkan penat meski hanya sebuah sungai yang belum sempat di kelola.

Kemarau atau penghujan tetap saja bisa ditemui keindahannya apalagi sekarang sampai bibir sungai telah dilakukan pengerasan jalan dengan aspal, meski seadanya.

Sungai ini adalah rembesan dari sungai kecil-kecil dari lereng Gunung Wilis sebelah barat daya.

1304510641965076836Dan kejernihan sungai ini bisa juga dinikmati sampai daerah Jurug Sooko yang disana pula ada air terjunnya yang bernama Pletuk, dan Pletuk ini sudah dikelola swadaya masyarakat setempat bekerja sama dengan Perhutani, karena wilayah ini masih kawasan hutan lindung.

Semakin jauh mengalir bertemu dengan sungai dari lereng Gunung Wilis bagian selatan, yang membuat sungai ini semakin lebar sampai di bawah.

Dan kurang lebih 70 km dari Sungai Pandansari ini semua sungai di wilayah Ponorogo akan bersatu dalam sungai Sekayu.

Dan Sungai Sekayu inilah akhirnya mengalir ke Madiun dan dari Madiun ini masuk Ngawi dan bersatulah dengan aliran dari Bengawan Solo.

130451348627227969

Gambar di samping adalah Sungai Sekayu, diambil dari sisi jembatan di Sragi sebelah barat Tempuran (bertemunya 3 sungai).

Dan gambar ini saya ambil 3 hari yang lalu dengan keadaan yang lebih lebar dan dalam daripada sebelum banjir yang dulu. Sampai sini sudah keruh kecoklatan, namun masih lancar.

Pada akhir tahun 2007 yang lalu terjadi banjir bandang di sekitar sungai ini, yang mengakibatkan banyaknya kerusakan dan membawa kurban jiwa.

Sebelum banjir sungai ini mengalami pendangkalan akibat sedimen pasir dan sampah.

Dan berikut ini gambar-gambar sewaktu banjir pada Desember 2007 yang lalu.

Dan berikut ini gambar Prasasti untuk sekilas memberi perhatian pada masyarakat sekitar untuk lebih menyayangi sungai.

1304582481832979408

Sekitar 2 tahun yang lalu di setiap dekat jembatan (sekitar 100 meter) dikasih tanggul semacam pondasi yang melintang (membendung) sungai yang letaknya ditengah sungai. Kata kontraktor pelaksana kala itu saya sempatkan tanya, berguna untuk menjaga supaya jembatan nggak amblas akibat pondasinya di gerogoti air yang deras.

“Namun hasilnya luar biasa, bendungan kecil tersebut ketika dilewati air akan menggerojok seperti air terjun yang akan menggerus sedimen pasir, sehingga sungai akan semakin dalam, dan hal demikian akan terjadi di jembatan dan bendungan-bendungan kecil yang melintang di aliran berikutnya.”

Seperti gambar dibawah ini (tanda panah menunjukan bendungan kecil tersebut).

13045136101746250118

Dan ketika terjadi curah hujan di bulan akhir-akhir ini sungai Sekayu bisa menampung air dari seluruh Ponorogo, sebagai akibat makin besar volume sungai, akibat bendungan tadi.

Sayang sekali hal ini sulit sekali di manesfestasikan di Sungai Citarum yang terlanjur salah urus. Dan yang pasti Sekayu-ku jangan seperti Citarum.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 8 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Andromax Pilihanku dalam Komunikasiku …

Dedy Sigid Setiawan | 8 jam lalu

Bang Ahok Jangan Bikin Malu Kami Ya …

Betterthangood Ina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: