Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Tumbuhan dan Hewan yang Menghilang dari Keseharian Kita

REP | 18 May 2011 | 03:39 Dibaca: 1411   Komentar: 12   2

Minggu lalu aku main ke rumah salah seorang kawan lamaku. Rumah nya lumayan jauh, letaknya di sebuah kampung yang masih sangat asri. Pohon-pohon besar, semak belukar, dan sawah masih mendominasi lingkungan sekitar nya. Disisi jalan aku temui sebuah pohon yang berukuran sedang, dengan daun yang agak kecil dan tebal. Buah-buah nya yang sebesar semangka berwana hijau tampak menggantung di beberapa bagian pohon.

13056892601529679937

Pohon ini disebut pohon Berenuk, pohon ini rasanya sudah puluhan tahun tidak pernah lagi aku temui. Pohon yang tampak sedang berbuah dengan lebatnya ini, memang tidak pernah di budidayakan. Keberadaanya semakin hari pun semakin jarang di temui. Padahal dari hasil penelitian, buah berenuk ternyata efektif untuk mengusir hama tikus. Kulit buah nya yang keras, membuatnya sering di gunakan sebagai wadah air. Berenuk hanyalah salah satu dari banyak tumbuhan yang rasanya sudah semakin sulit ditemui. Beberapa tumbuhan lain nya adalah :

1. Jamur Bulan

Ketika kecil, seringkali kutemui jamur ini tumbuh di bawah pohon, atau diantara rumpun bambu. Rasanya yang gurih membuatnya sering di gunakan sebagai teman makan nasi. Jamur bulan memiliki diameter hampir sebesar piring makan. Dengan bagian atas berwarna abu-abu dan tangkai putih. Biasanya di olah dengan cara dipepes. Jamur disuwir-suwir kemudian ditambah bawang merah dan bawang putih, cabe merah, tambahkan sedikti garam lalu dipepes. Rasanya jauh lebih enak ketimbang jamur tiram ataupun jamur merang hasil budidaya.

13056893152092019139

2. Boni

Dibeberapa tempat disebut juga buni. Pohon boni biasanaya merupakan pohon yang lumayan besar dengan daun yang rimbun. Buahnya berbentuk bulat kecil-kecil menggerombol seperti anggur. Ketika muda berwarna hijau, lalu merah dan setelah tua berwarna hitam. Rasanya asem sampai manis dengan biji di dalamnya.

1305689354264041134

3. Kecapi

Pohon nya biasanya tinggi dengan pokok batang yang keras. Buahnya berwarna kuning tapi ada juga jenis yang berwarna hijau.  Buah yang warna nya hijau di sebut kecapi daun. Biasa di konsumsi dalam keadaan segar. Kulit buah nya yang keras kadang menyulitkan untuk membuka nya. Waktu kecil kami biasanaya menjepit buah kecapi di sisi pintu atau membanting nya kelantai untuk membuka kulit buah nya. Buahnya terasa asam manis menyegarkan. Biji-biji didalamnya lumayan besar. Biji-biji ini biasanya langsung ditelan.

1305689395704256004

4. Lobi-lobi

Buahnya bulat, berwarna merah bila sudah matang. Warnanya yang menarik membuat kita ingin mencicipinya. Sepintas penampilan nya mirip anggur merah. Rasanya asam, makanya buah ini seringkali dijadikan manisan.

13056894261246391631

5. Kemang

Bentuk buah nya mirip dengan mangga. Kulit buah nya berwarna kuning dengan bintik-bintik coklat. Daging buahnya terasa asam sedikit manis. Buah ini sangat harum bila sudah matang. Pohon nya tinggi menjulang, dengan daun mirip daun mangga.

1305689529213401762

6. Gandaria

Pohon nya besar dan rimbun sering di indentikan dengan urusan mistik. Masyarakat percaya pohon gandaria merupakan sarang kuntilanak. Tajuk pohon yang besar dengan daun yang rimbun membuat pohon ini memang terkesan angker. Buahnya berbentuk bulat dan rasanya sangat asam. Buah yang muda berwarna hijau sedangkan yang tua berarna kuning. Rasanya yang asam membuatnya seringkali dijadikan campuran untuk membuat sambal atau dibuat manisan.

130568961850955093

7. Jambu Mawar

Dulu jambu mawar tumbuh subur di dekat rumah. Daun nya kecil memanjang, buahnya bila sudah masak berwarna kuning. Buah berbentuk bulat dengan daging buah yang tipis dan sangat harum. Bila sedang musim berbuah, dibawah pohon akan memutih oleh rontokan bunga jambu.

13056903942053427656

Suara tonggeret menyambut ku ketika sampai dirumah kawan ku. Suara ini membuat perasaan tenang, jauh dari suara bising kendaraan yang biasa aku dengar setiap hari. Baru kini kusadari ternyata rindu juga mendengar suara nya. Bila ku ingat-ingat ternyata memang banyak juga binatang yang juga sudah mulai hilang dari kampungku. Selain Tonggeret ada lagi beberepa satwa seperti :

1. Cekiber

Binatang ini merujuk pada kata cecek hiber (cicak terbang), wajahnya sepintas memang mirip cicak. Walaupun sebenarnya merupakan jenis kadal bersayap. Hidupnya dipohon-pohon dan biasanya makan serangga.

1305689917474055353

2. Kodok Dingdang

Jenis kodok atau katak berwarna hijau yang juga memiliki sayap di kedua sisi tubuhnya. Berwarna hijau cerah, tampak sangat cantik. Ukuran tubuh yang kecil, makan nya serangga, hidup dari pohon ke pohon.

3. Beberapa Jenis Capung

Dulu ketika kecil, capung merupakan salah satu binatang favorit. Bila dapat mengkap capung rasanya gembira luar biasa. Capung yang kuingat ada beberapa jenis, diantaranya yaitu, capung Jarum, capung ini bertubuh kecil dengan ekor yang panjang menyerupai jarum. Capung Bapak, capung berwarna hijau dengan ekor hitam, capung ini yang paling sering ditemui. Capung Macan, Inilah ikon capung gagah yang menjadi kebanggaan bagi yang bisa menangkapnya. Sosok tubuhnya besar, tiga kali ukuran capung biasa. Warna nya belang-belang kuning hitam mirip macan. Terbang biasanya sangat tinggi, sehingga sulit ditangkap. Capung Kebun, capung berwarna merah yang biasanya hidup di dekat rumpun-rumpun bambu dan tempat yang agak gelap. Capung Kuning, capung yang biasanya hidup bergerombol terbang di atas petakan sawah atau tanah lapang, sampai saat ini, Cuma capung jenis ini yang masih banyak ditemui.

1305702171292684869

Aku yakin masih banyak lagi hewan dan tumbuhan yang hilang bahkan punah dI daerah-daerah seluruh Indonesia. Ekspedisi Kompas pun beberapa waktu lalu melaporkan punah nya beberap jenis ikan di perairan Sungai Citarum. Di sungai dan situ di kampung ku pun beberapa jenis ikan seperti julung-julung, sepat, dan pala timah sudah tidak ada lagi. Kepunahan flora dan fauna tentu sangat disayangkan. Banyak diantara mereka yang punah karena perubahan lingkungan yang memburuk. Hewan dan tanaman yang tidak dapat beradaptasi akan mati dan punah. Sebagian lainnya punah karena memang tergusur oleh derap pembangunan kota. Kedepan mungkin anak cucu kita tidak lagi mengenal buah-buahan atau binatang asli Indoensia.

sumber gambar : Google

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 10 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 11 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 12 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: