Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Ani Berta

Blogger, Accounting, Jazz and coffee lover, And also a mother who crazy in love to selengkapnya

Apotik dan Warung Hidup

REP | 21 May 2011 | 16:12 Dibaca: 7016   Komentar: 8   0

Memanfaatkan lahan tidur adalah menjadikan sesuatu menjadi tidak mubazir atau sia sia, cara yang praktis menjadikan lahan tidur bermanfaat yaitu dengan menanam pohon pohon yang berguna dan ada nilai ekonomisnya, dulu di bangku sekolah SD saya sering mengetahui istilah Warung hidup dan apotik hidup.

Saya sempat coba tanya sama anak, keponakan dan siapa saja, ternyata mereka terheran heran dan tak mengerti apa yang dimaksud apotik dan warung hidup itu.

Sekalian berbagi,  Apotik Hidup adalah menanam tumbuhan di  sebuah lahan mau yang sempit atau yang luas, ditanami tanaman berkhasiat untuk obat alami atau herbal, misalnya jahe, cengkih, Lengkuas, Bunga Kumis kucing, Daun Dewa, Seledri, Daun Tapak darah, daun Ki urat, Antanan dan lain sebagainya, untuk masing masing khasiat bisa dicari informasinya di Mbah Google pasti dia akan ikhlas berbagi info.

Sedangkan Warung hidup adalah menanam tumbuhan yang juga disebuah lahan sempit atau luas dengan aneka tumbuhan yang bisa berguna untuk pelengkap sayuran, bumbu atau buah buahan. Selain bisa ditanam di pekarangan langsung, bisa juga ditanam di pot pot yang daur ulang, tak perlu pot yang bagus, bisa sebuah kaleng biskuit yang besar atau bekas ember cat, yang penting bisa membuat tanaman nyaman, sayuran dan buah yang mudah tumbuh di pekarangan biasanya cabe rawit, tomat, jambu biji, daun salam, serai, aneka rempah, singkong, ubi dan daun ginseng.

Keuntungan mempunyai apotik dan warung hidup :

1. Penghijauan disekitar rumah kita selain akan menyegarkan rumah serta tubuh kita, akan berdampak ke tetangga, mereka pun akan merasakan manfaat kesegaran hijaunya halaman kita, syukur syukur mereka bisa mengikuti menanam pohon di halamannya.

2. Ketika urgent membutuhkan pertolongan pertama, misalnya ketika batuk parah sedangkan obat sudah diminum namun masih saja uhuk uhuk, tinggal petik daun saga dihalaman, atau ketika darah mulai meninggi, dan belum sempat ke dokter bisa petik daun dewa atau atau daun salam, dan ketika si kecil memar memar karena jatuh bisa ambil umbi kencur yang kita tanam tinggal tumbuk dan dioleskan, masih banyak lagi alternatif lain yang bisa kita ambil dari manfaat apotik hidup ini.

3. Pengalaman saya tiga bulan yang lalu ketika cabe mahal sampai harganya mencapai Rp.100.000,- per Kg, saya tak kebingungan seperti ibu ibu lain, karena di pekarangan sudah ada beberapa pohon cabe rawit yang berbuah lebat, dan buahnya tak henti henti muncul, jadi disaat kita membutuhkan tambahan untuk dapur bisa menanam beberapa alternatif bumbu yang mudah ditanam, seperti daun seledri atau daun bawang yang biasanya dari pasar masih ada akarnya,bisa kita potong dan tanam di pot pot kecil dekat dapur, atau biji tomat dan rawit bisa disebar di pekarangan atau di pot, jika singkong,  daun pandan, suji dan daun salam cukup tancapkan saja tangkainya yang sudah di stek. Mudah bukan?

4. Dengan banyaknya tanaman, pasti akan ada daun berguguran, daun berguguran itu bisa kita manfaatkan untuk pupuk hijau tanaman kita, dan sampah sampah yang bisa di jadikan kompos juga bisa kita olah buat dijadikan pupuk, untuk mengolahnya cukup buat sedikit lobang di pekarangan atau dalam wadah bekas yang bisa digunakan, oh ya air rebusan kaldu ayam atau daging yang tak terpakai pun bisa disiramkan ke sekitar bawan tanaman, dijamin tumbuh subur.

5. Dengan adanya tanaman tanaman yang kita pelihara, buat kita jadi ada waktu untuk kesenangan di kala senggang atau ketika sedang tak kemana mana, dan buat ibu ibu rumah tangga yang tak bekerja jadi ada kegiatan bermanfaat didalam rumah.

Walau saya bekerja, namun saya menyempatkan untuk mempunyai apotik dan warung hidup ini, karena terasa sekali manfaatnya banyak dan sayang sekali jika ada lahan tidur di tempat kita tinggal tak digunakan.

Jika tak punya lahan luas atau pekarangan luas, bahkan teras pun tak ada, bisa memanfaatkan pot pot untuk ditanami dan ditaruh di  rak kayu, pokoknya jika mau pasti akan bisa.

Berikut pohon yang ada ditempat saya tinggal :

1305869810713473712

Menanam singkong tak sulit, hanya menancapkan batangnya saja yang bawahnya telah diruncingkan agar akarnya mudah muncul, selain umbi nya dapat dimakan, daunnya pun dapat disayur.

130586998584210313

Tanaman Cabe rawit ini tumbuh cepat ketika bijinya yang sudah tua disebar

13058701041493179010

Daun Suji untuk pewarna alami kue atau masakan, menanamnya pun tinggal tancap saja daun yang ada batangnya, pasti jadi.

1305870243807044336

Daun Salam, penyedap dan pewangi masakan, kalau ini jadi sendiri mungkin dari penyerbukan hewan ya

1305870362518793618

Daun Lidah Buaya yang bisa untuk minuman kesehatan, obat herbal juga kecantikan rambut dan kulit, untuk menanamnya cukup tanam anak pohonnya, jika tak ada disekitar kita bisa minta dikit sama tetangga yang udah punya heheh…..

1305870534403036172

Pohon Jeruk yang tumbuh dari biji yang tak sengaja dibuang ke halaman belakang

13058706531264350445

Sawo bisa ditanam dalam pot dan pernah berbuah lebat walau buahnya kecil kecil, dan disebelahnya itu pohon kunyit buat bumbu masakan, ditanam dari umbinya yang sudah tua dan bertunas. Dan di belakang pohon sawo adalah pohon Durian yang akan berbuah tiap Oktober sampai Desember setiap tahunnya.

Karena saya bekerja, jadi pohon pohon diatas belum dirapikan, yang terpenting hijau dulu saja ya he..he….ayo GO GREEN!! :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: