Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Sahata

Seorang yang suka hal logis….. balance dan damai. Berusaha berkarya di bidang penelitian dan pengembangan selengkapnya

Sepenggal Cerita dari Negara Sepak Bola Brazil (Tentang Hutan Tanaman)

REP | 18 December 2011 | 06:28 Dibaca: 276   Komentar: 2   1

Siapapun yang berkarya atau menggeluti duni per-HUTAN TANAMAN INDUSTRI-an (HTI)  di dunia ini , rasanya pasti mengetahui bahwa Brazil adalah salah satu negara yang paling maju HTI-nya. Maju dalam berbagai hal positif dan maju dalam peningkatan produktivitas hutannya. Ketika tahun 60-an, Brazil masih memiliki rata-rata hasil volume/ha Eucalyptus pada umur 8 tahun sekitar 80-100 m3. Tetapi saat ini, ditahun 2011, Brazil mengakui bahwa rata-rata produktivitas HTI EUcalyptusnya sudah mencapai mendekati angka 300 m3/ha. Artinya, selama 40-50 tahun produktivitas HTI disana meningkat sebesar 200% dari tahun 60-an. Kalau dirata-ratakan dengan rotasi 8 tahun, maka dalam 5-6 rotasi rata-rata meningkat sebesar 35-40 m3/rotasi. Fantastis. Sementara di Indonesia masih berkutat dengan produksi rata-rata < 100 m3/ha.

Jika orang mengatakan bahwa Brazil dapat mempertahankan kondisi lahannya dalam beberapa daur (rotasi) tanaman, tentunya bukan basa-basi yang tanpa bukti. Kata siapa, rotasi tanaman semakin besar  kesuburan atau produktivitasnya lahannya  menurun??   Bisa menurun dari rotasi ke rotasi jika pengelolaan lahannya AMBURADUL.  Bisa menurun dengan drastis di daur kedua, jika setelah panen, lahan dibiarkan terbuka lama, dibairkan ditumbuhi semak belukar dan alang-alang, bisa turun drastis jika penggunaan alat berat tidak dikendalikan , bisa turun drastis jika erosi dibiarkan saja tanpa kepedulian, dan bisa turun drastis jika ada kebakaran lahan.

Brazil telah membuktikan, bahwa peningkatan produktivitas lahan dari rotasi ke rotasi harus dikelola , bukan dibicarakan saja, atau bukan teori - teori saja. Praktek-praktek silviculture yang ramah lingkungan , dan memperhitungkan aspek - aspek lahan dengan benar, dan melakukan proses budidaya dengan benar , menjadi kunci keberhasilan Brazil menjaga dan meningkatkan produktivitas lahannya.

Ada hal yang terpenting dalam pengelolaan lahan HTI di Brazil, ini saya ketahui dari diskusi dengan seorang Professor bidang Forest Soil Management  melalui email. Beliau menyebutkan, “jika anda tidak siap untuk melakukan penanaman dengan benar, janganlah pernah merencanakan Pemanenan.  Penanaman adalah hal terpenting dalam pengelolaan kesuburan dan produktivitas lahan. Sekali kita gagal dalam penanaman (menghijaukan permukaan lahan dengan pohon), maka saat itulah kita dihadapkan pada penurunan drastis dari produktivitas lahan.  Pohon yang ditanam dengan segera setelah harvesting dilakukan akan menjadi “pelindung” lahan dari berbagai faktor yang menurunkan produktivitasnya, misalnya erosi, kehilangan hara oleh semak belukar dan penguapan, dan kehilangan potensi mikroorganisme tanah yang bermanfaat”.  Sekali lagi, JIKA ANDA TIDAK SIAP MELAKUKAN PENANAMAN YANG BENAR  DENGAN SEGERA, MAKA JANGAN PERNAH MERENCANAKAN SEBUAH KEGIATAN PEMANENAN PADA LAHAN HTI”.

Itulah penutup diskusi kami , walau via email, terasa beliau “menggugat” saya dengan tegas , bahkan mengintimidasi saya dengan kalimat-kalimatnya. Dan saya selalu bertanya , “Apakah saya bisa???”  . Apakah saya masih terlalu “serakah” ingin memanen kayu dan kurang peduli dengan penanamannya dengan segera??? Jika ini terus yang terjadi, maka sayapun terintimidasi dengan kalimat sang Professor , “….. Land  and Nature will be very angry to you and  after that you just can say  …. Oh My God…. and you will cry along your life”

OH MY GOD…….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | | 26 November 2014 | 15:04

Bedanya 2 Orang Terkaya Indonesia vs China …

Ilyani Sudardjat | | 26 November 2014 | 10:40

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 6 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 12 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | 7 jam lalu

Membangun Kekuatan Prekonomian dari Pedesaan …

Tur Muzi | 7 jam lalu

Cocoklogi 114 Surat …

Adhyatmoko | 7 jam lalu

Welcome to Kompasiana …

Renal Wijaya Kusuma | 8 jam lalu

Ketika Kolektor Keris Berbicara …

Abdul Adzim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: