Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Dg Situru

lahir di selayar, south sulawesi | researcher, trainers & profesional consulting di sebuah perusahaan swasta selengkapnya

Kondisi KBR Kepulauan Selayar

REP | 24 December 2011 | 10:53 Dibaca: 179   Komentar: 0   0

1324720186127761637

Menurut pedoman penyelenggaraan (klik disini) Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang diterbitkan oleh Departemen Kehutanan tahun 2010 menyebutkan bahwa KBR adalah upaya penyediaan bibit berkualitas melalui pembuatan bibit jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) oleh kelompok pengelola.

Target yang ingin dicapai dari intervensi program ini adalah tersedianya sejumlah bibit yang diperlukan dalam rangka rehabilitasi pada lahan-lahan kritis yang terdapat dalam wilayah cakupan program. Disamping itu, program ini juga bertujuan untuk menanami lahan kosong sehingga menjadi produktif. Dengan demikian, disamping bertujuan jangka panjang sebagai suplayer oksigen, menyerap racun udara kontaminasi dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

1324721144846590655

Kondisi salah satu Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Desa Binanga Sombayya, Kec Bontosikuyu, Kabupaten Kep Selayar (2011)

Saat pulang kampung tahun ini, saya tidak sengaja melihat salah satu KBR di Desa Binanga Sombaiya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebagai anak rantau asal Selayar yang kerap kali berkiprah dengan kegiatan pendampingan di Pulau Jawa merasa sangat miris dan prihatin. Bagaimana mungkin program-program pemerintah seperti ini dengan dana besar (Rp. 50.000.000/kelompok) ditelantarkan. Alangkah mubazirnya gumamku dalam hati.

Melihat kondisi ini bukan tidak mungkin piloting seperti ini kondisinya serupa di tempat yang lain di tanah doang. Jika ini yang terjadi sangat sulit diharapkan untuk mencapai tujuan sebagaimana digariskan dalam kerangka acuan Kemenhut yaitu memberi nilai tambah bagi masyarakat di sekitar hutan.

Konteks program ini sebenarnya sangat ideal dimana ada inisiasi dan partisipasi aktif dari kelompok masyarakat. Dinas Kehutanan akan melakukan fasilitasi dan pendampingan. Dengan demikian ada sinergi yang baik antara pengelola program dalam hal ini kelompok penerima manfaat dengan Dinas setempat yang melakukan supporting dan fasilitasi.

Menganalisis implementasi KBR di Kab. Kep. Selayar, ada sejumlah hal yang bisa jadi menyebabkan program ini tidak berjalan maksimal. Pertama, proses perencanaan program. Sebuah kebijakan publik yang baik dengan tujuan yang baik akan sangat fatal bila tidak direncanakan dengan baik. Apalagi program ini terkait dengan kelompok yang menjadi faktor penentu keberhasilan dan kelanjutan program. Secara umum perencanaan program ini ditingkat kementrian sudah cukup menurutku, tinggal bagaimana di tingkat Kabupaten, dalam hal ini dinas terknis memilih lokasi dan kelompok sasaran.

Kedua, kegagalan memilih lokasi dan kelompok sasaran bisa jadi merupakan faktor penyebab kegagalan ini. Sudah menjadi jamak, di banyak tempat dan program, Dinas sangat semberono dalam memilih lokasi program termasuk kelompok yang menjadi sasaran. Padahal banyak yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi seperti daerah yang memiliki lahan kritis, lahan kosong (tidak produktif) dan daerah aliran sungai (DAS).

Sedangkan pemilihan kelompok penerima manfaat (sasaran) program pun perlu dilihat. Jangan dilakukan secara serampangan. Lihatlah attitude, keseriusan aktor-aktor kelompok, dan kelembagaan yang ada. Kelembagaan sangat penting keberlanjutan program. Akan sangat baik bila Dinas mempertimbangkan kelembagaan lokal yang sudah eksis di lokasi program.

Ketiga, tidak adanya pendampingan dan fasilitasi dari dinas terkait sebagaimana amanat Kemenhut. Walau pun pemerintah pusat tidak menganggarkan dana pendampingan, mestinya pemda menyediakan dana pendamping untuk kegiatan-kegiatan fasilitasi program ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 12 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 16 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 11 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 11 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: