Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Paulus Londo

Aku bukan siapa-siapa

Bunga Edelweiss Simbol Cinta Abadi

REP | 11 April 2012 | 22:57 Dibaca: 9501   Komentar: 6   0

133414193079908703

1334141797714991501

i

Oleh:

PAULUS LONDO

Ungkapkan cinta dengan sekuntum bunga. Mawar merah pertanda cinta membara, mawar putih tanda cinta yang tulus, dan buna edelweis adalah tanda cinta abadi. Tapi, kendati cinta rasa cinta hangat membara, seorang pecinta alam tetap pantang memetik edelweis. Sebab, bertentangan dengan filosofi pecinta alam sejati, “pantang meninggalkan sesuai selain jejak kaki, pantang membawa sesuatu selain kenangan,”

Kata “edelweiss” berasal dari bahasa Jerman, “edel” berarti, suci, mulia, dan “weiss” berarti putih. Pohon berbunga indah ini termasuk tumbuhan endemik zona alpina/montana. Ia tumbuh di berbagai kawasan pegunungan pada ketinggian tertentu. Tegakannya rata-rata tak melebihi 1 meter, tapi bisa juga mencapai 8 meter. Ada beragam jenis edelweiss. Namun yang populer di Indonesia adalah Edelweis jawa (Javanese edelweiss).

Kembang edelweiss itu unik. Bentuknya kecil-kecil, cantik dan tak pernah layu, sehingga dipandang sebagai simbol cinta abadi. Edelweiss merupakan family dari bunga matahari (sunflower). Kata edelweiss berasal dari bahasa Jerman “edel” yang berarti mulia, dan “weiss” yang berarti putih

Di Eropa, juga terdapat juga sejenis edelwiss dengan nama ilmiah, “Leontopodium alpinum” yang berarti Cakar Singa. (bahasa Yunani: Leon=Singa; Podion= Kaki). Edelweis eropa (Leontopodium alpinum) yang banyak ditemui di Pegunungan Alpen memiliki daun dan bunganya yang tertutup bulu bulu halus berwarna putih. Setiap kuntum dapat terdiri dari lima mahkota bunga berwarna kuning selebar 5mm dikelilingi kelopak yang membentuk bintang. Biasanya akan mekar setiap tahun antara Juli hingga September.

Edelweiss jawa atau Javanese edelweiss (Anaphalis javanica) adalah tumbuhan endemik dan terdapat di berbagai pegunungan tinggi di Indonesia. Saat ini tumbuhan tersebut masuk kategori sebagai tumbuhan langka dan masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources disingkat IUCN dengan status Kritis.

Di Indonesia

Di Indonesia, edelweiss sebenarnya pernah ada di berbagai pegunungan. Namun, sebagian telah punah karena ulah manusia. Saat ini Edelweiis masih bisa ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang memang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Sedangkan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.

Menurut beberapa pendaki gunung, tanaman ini juga masih dapat ditemukan di Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat. Sedangkan di Sumatera bunga Edelweiss Jawa konon pernah ada di puncak Gunung Sinabung (Sumatera Utara) dan puncak Gunung Merapi (Sumatera Barat), tapi kini sudah jarang ditemukan.

Punahnya tanaman ini jelas karena ulah manusia. Sebab konon. batang dan bunganya memiliki khasiat tertentu. Tanaman ini banyak dicari orang karena dianggap bernilai spiritual, atau sekedar dijadikan kenang-kenangan. Namun sebenarnya, semua orang pun dapat ikut melestarikan tanaman ini, sebab batang edelweiss (stek) dapat ditumbuh asal ditanam dengan baik. (LS2LP)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: