Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Menyulap Sampah Menjadi Alat Peraga Edukatif

HL | 06 July 2012 | 15:14 Dibaca: 14952   Komentar: 41   17

13415508811638338758

Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Tidak selamanya sampah menjadi musuh bagi manusia, tapi sebaliknya sampah akan sangat bernilai bagi yang lain, termasuk guru. Dengan sentuhan kreativitas dan perlakukan yang baik, sampah akan memberikan manfaat secara ekonomis dan edukatif.

Proses belajar mengajar tidak akan berhasil optimal bila suatu sekolah tidak menyediakan sarana yang memadai jika diingat bahwa anak belajar dengan menggunakan panca inderanya. Untuk belajar yang bermakna siswa perlu alat peraga edukatif maupun alat permainan edukatif untuk membantu memaksimalkan eksplorasi, penemuan, penciptaan, perkembangan daya pikir sehingga apabila tidak tersedia alat bantu tersebut, gurulah yang harus mengupayakannya dengan cara memanfaatkan lingkungan termasuk bahan sisa/sampah sebagai APE (Alat peraga /permainan edukatif).

Pengelolaan sampah sebagai APE selain membantu menyelesaikan problem sampah juga meningkatkan kreatifitas guru dalam penyediaan sumber belajar sehingga tidak ada kata “tidak ada dana ” yang dijadikan alasan untuk tidak menyediakan alat atau sumber belajar.

Beberapa bahan sisa/sampah yang dapat kita gunakan sebagai media /sumber belajar yang ada dilingkungan kita, misalnya: Kertas bekas (majalah, koran,kantong makanan, karton ,kardus), bahan plastik dan kaleng, kain perca, stryrofom/busa, tali, tutup botol dan karet serta berbgai bahan alam seperti daun-daun kering, ranting, batu-batuan, biji-bijian, pelepah dan bambu.

Contoh Pemanfaatan Bahan-bahan Sisa/Sampah Sebagai APE

Ada banyak sekali ragam alat yang bisa tercipta dari sampah ini:

  • Kertas Bekas

Majalah, koran bekas bisa dapat dipergunakan berbagai APE terutama dalam pengembangan kemampuan berbahasa, seperti cerita gambar seri, mencari gambar dan tulisan yang sama, aneka kartu angka dan huruf dan bentuk-bentuk lain dalam pengembangan sains (IPA).

  • Kain Perca

Kain-kain perca yang diperoleh dari sisa jahitan /pakaian, baju, kaos kaki bahkan sarung tangan yang sudah tidak terpakai dapat digunakan untuk membuat media bermain yang sangat efektif dan menyenangkan bagi anak, seperti permainan mencari motif yang sama, kasar-halus, boneka tangan, alat mencap, aneka permainan motorik halus dan berbagai permainan lain yang dapat diciptakan dari materi ini.

  • Plastik dan Kaleng

Botol-botol dengan berbagai ukuran sangat banyak sekali manfaatnya. Alat perga dari bahan plastik dan botol ini sangat banyak sekali : Boneka tnagan, alat komunikasi, alat musik, alat pengukur/alat penakar dan lain-lain.

  • Styrofoam dan Busa

Biasanya styrofoam bekas pengepakan alat elektronik ini dibuang begitu saja mengotori lingkungan. Kita dapat mengumpulkannya lalu menggunakannya sebagai pengganti balok aneka bentuk, papan geometri dan keperluan lain dalam pengembangan logis matematis.

  • Tutup Botol dan Karet

Dengan bentuk dan aneka warna dan ragam dapat digunakan sebagai alat permainan matematika, alat musik dan aneka bentuk permainan lain.

  • Tali

Berbagai aneka anyaman bisa terbentukdari limbah tasli ini. Bisa juga digunakan sebagai kegiatan menjahit di TK/RA yang dipadu dengan karton/papan triplek bekas menjadi berbagai aneka bentuk model jahitan.

  • Bahan-bahan Alam

Aneka bahan alam ini sangat banyak ragamnya dan mudah diaplikasikan kedalam berbagai bentuk alat peraga dan aneka kerajinan.

Hal yang sangat membanggakan bagi guru sudah mampu menciptakan media pembelajaran dari hasil idenya sendiri dengan menggunakan sampah yang ia temukan.

Inilah pengelolaan sampah versi saya sebagai tenaga pendidik. Semoga upaya ini berdampak positif bagi penggairahan semangat berkreatifitas menyediakan sumber /alat pembelajaran bagi guru-guru yang lain dan utamanya dalam problem penanggulangan sampah.

Tags: kelolasampah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Betmen di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

Refleksi Hari Ibu; Dilema Peran Ibu di Era …

Agus Purwadi Umm | | 22 December 2014 | 02:24

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 14 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 15 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 15 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: