Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Rizal Mahdi

Mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas pertanian, Institut Pertanian Bogor

Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Kebutuhan Pangan Keluarga

REP | 17 November 2012 | 14:29 Dibaca: 732   Komentar: 1   2

Pengembangan pertanian memiliki tantangan dalam ketersediaan sumberdaya lahan. Meningkatnya penggunaakan alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke non pertanian menyebabkan lahan pertanian di Indonesia semakin sempit. Untuk mencukupi kebutuhan pangan manusia dengan kondisi lahan yang sempit sangat susah diciptakan. Selain masalah lahan yang sempit ketersediaan air juga menjadi kendala, air merupakan sumberdaya utama dalam produksi tanaman pertanian. Salah satu cara untuk mengatasi kelangkaan lahan pertanian di Indonesia adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan. Hal ini karena terjadi pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga secara cukup, berkualitas, bergizi, dan aman secara teratur. Dengan biaya murah dan pengawasan mudah dapat menjadi sarana mengatasi kelangkan pangan keluarga. Pengembangan sistem produksi tanaman pertanian di pekarangan dapat mendukung usaha ketahanan pangan.

Terkait pembangunan pertanian yang berkelanjutan dengan keterbatasan sumberdaya lahan dan air, peran perempuan dalam pertanian, dan kehilangan hasil panen sangat mendukung untuk tercapainya pemanfaatan lahan pekarangan untuk sumber pangan keluarga. Dengan perawatan dan pengawasan yang rutin akan meningkatkan hasil produksi tanaman pekarangan. Tanaman yang sangat cocok untuk ditanam pada lahan pekarangan adalah jenis tanaman hortikultura mulai dari sayuran, buah-buahan, dan obat-obatan. Dengan umur tanam yang pendek dan berkala dapat dimanfaatkan dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Seperti pada tahun 2011 kemaren terjadi kelangkaan cabai, harga cabai hingga tinggi mencapai Rp.100.000,-/kg. Hal ini sangat meresahkan masyarakat khususnya masyarakat kecil. Pasalnya makan sambal adalah budaya masyarakat Indonesia, ada yang kurang jika hidangan diatas meja tidak ada sambal. Dengan adanya pemanfaatan lahan pekarangan ini sedikit dapat mengurangi pengeluaran belanja bulanan dan memberdayakan para wanita tani. Sehingga dalam mencukupi kebutuhan pangan, gizi dan nutrisi keluarga tidak terlalu menjadi beban masyarakat.

Sumber: rizalm09.student.ipb.ac.id

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Hollywood Kena Batunya, AS Panik! …

Daniel H.t. | | 21 December 2014 | 10:27

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 7 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 9 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: