Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Ngesti Setyo Moerni

Berusaha mengurangi yang berakibat rusaknya Lingkungan, dimulai dari diri ku sendiri dan Keluarga

Cara Ampuh Mengatasi Bau Sampah Rumah Tangga

REP | 03 December 2012 | 17:43 Dibaca: 1991   Komentar: 0   3

Dengan Metode,

Keranjang pintar Takakura

Lubang Resapan Biopori dan Bank Sampah

Sebelumnya Penulis minta maaf kepada pembaca yang sudah mengerti dan paham akan KERANJANG TAKAKURA, Namun Tulisan ini khusus penulis sampaikan kepada yang belum pernah tau mengenai keranjang Takakura. Dan bagaimana cara mengolah sampah organik dirumah.

Mari kita sama sama belajar menyelesaikan masalah sampah di rumah sendiri, karena sumber sampah sebagian besar berasal dari rumah tangga, sedikit banyak kita sudah ikut andil dalam melestarikan lingkungan.

Dapat di pastikan  mengolah sampah organic dengan cara Keranjang Takakura, sangat ampuh menghilangkan bau tak sedap dari sampah rumah tangga, bau tak sedap itu tentu saja  berasal dari tempat sampah  kita. Dengan catatan, sampah organic yang terdiri dari sampah organic hewani, seperti potongan daging,  kulit kepala udang, bangkai tikus dan sebangsanya dibuang kedalam Lubang Resapan Biopori. Sementara sampah un-organik dapat di setor kepada Bank Sampah yang dapat di daur ulang menjadi pernak pernik, mis. tas, dompet, tempat Hp, tempat lap top, jas hujan dll masih banyak sekali.

Berbuat sedikit seperti ini, tidak main main efek kebaikannya begitu  luas terhadap kelestarian bumi dan dunia ini, seandainya semua warga mau dengan sadar melakukan hal yang penulis sarankan ini. Bayangkan satu Rt terdiri misalnya 60 warga dikali satu Rw dikali satu kelurahan, dari situ sudah mengurangi berapa bau busuk, dengan berkurangnya bau busuk populasi lalat berkurang, artinya mengurangi pula sumber penyakit terutama penyakit perut dlsb.  Pekerja sampah akan sangat tenang menjalankan tugas karena tidak ada bau busuk lagi dan sampah yang diangkut tidak terlalu banyak, karena sudah dikelola sendiri oleh warganya. Tidak ada lagi bakar sampah berarti kerusakan lapisan Ozon pun berkurang, penyakit yang ditimbulkan dari efek bakar sampah plastic dan peralon dlsb. Menjadi berkurang pula.

Untuk itu kami selalu mengajak dan menghimbau kepada warga Negara Indonesia, siapa saja, dimana saja, kebetulan saya suka menulis untuk  Kompasiana, maka dari itu saya mengajak pembaca Kompasiana. Mari kita berbuat sesuatu yang sedikit karena pekerjaan ini sangat mudah, tidak memerlukan tenaga extra dan hanya sedikit ketelatenan.

Keranjang ini biasanya di pergunakan  untuk menyimpan baju kotor, diletakkan di kamar mandi dengan memiliki lubang kecil kecil yang banyak.

Tetapi Keranjang tersebut kemudian dapat  berfungsi dan di pakai sebagai wadah untuk membuat kompos rumah tangga. Oleh si Penemu yang bernama Oji Takakura bangsa Jepang. Keranjang tersebut diberi nama KERANJANG TAKAKURA

Penulis menangkap inovasi yang sangat bagus ini, dengan ber Takakura  setiap warga dapat menyelesaikan masalah sampah yang diproduksinya sendiri, kenapa? selama ini selalu digembar gemborkan untuk memilah sampah Organik dan Un Organik, bahkan sudah dibuatkan dua tempat sampah, apa yang terjadi? Karena ketidak pedulian manusia nya tentang sampah  apakah mereka benar benar memisahkan sampah organiknya? Dan kalau sudah dipilah berapa lama sampah sampah itu akan diangkat? Dikemanakan kah sampah yang sudah dipilah? Akhirnya  Antara sampah organic dan sampah un organic akan dicampur kembali oleh pemungut sampah, Capai ya.

Untuk keprihatinan itulah Penulis mengajak para pembaca, memberikan sedikit pencerahan kembali, karena penulis adalah anggota baru  di Kompasiana mungkin sebelumnya sudah pernah di tuliskan artikel tentang kelola sampah, maka tidak ada salahnya bahwa tulisan ini hanya mengingatkan kembali serta  mengajak kita semua untuk menyayangi lingkungan dan melestarikan bumi ini dengan kelola sampah masing masing di rumah sendiri.

Mengingatkan pada anda, kelolalah sampah sendiri, jangan tergantung kepada pekerja rumah tangga kita atau hanya pada para isteri, laki laki sebagai kepala rumah tangga pun perlu melakukan itu, kalau satu keluarga  sama sama  bergerak dan kompak mudah mudahan sampah dapat tertangani dengan baik.

1354513125659748207

Mr Koji Takakura

Mr Koji Takakura (Jepang) Adalah penemu Keranjang Takakura, bersama Pusdakota (Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan) Surabaya dan Universitas di Surabaya di uji berulang ulang, sampailah pada penemuan yang sekarang ini.

Keranjang Takakura dapat di kerjakan oleh siapapun, mengapa- karena,

Mudah, Murah, Menghasilkan kompos, Ramah lingkungan (3 M R)

Yang dapat kita jadikan kompos dengan  Keranjang Takakura adalah :

Sampah Organik, terdiri dari:

Sampah dapur, sisa sayuran, kulit buah (kecuali kulit salak), sisa makan dimeja makan, termasuk kulit telur setelah diremek dapat dimasukkan kedalam keranjang takakura.

Alat alat yang diperlukan untuk  Keranjang Takakura.

1. Keranjang pakaian kotor

2. Kardus bekas untuk alas Kompos

3. 2 buah bantal sekam, ukuran dasar keranjang dan atas keranjang

3. Kompos matang sebagai starter/ aktivator

4. Penutup Keranjang tipis/tile untuk mencegah lalat masuk

5. Alat Pengaduk/garpu kecil pertanian.

Cara mengerjakannya

1.  Masukkan kardus kedalam Keranjang

2.  Disusul bantalan sekam yang kecil sebagai dasar keranjang

3.  Masukkan kompos matang sebagai Starter/aktivator

4.  Masukkan sampah yang sudah di potong kecil kedalam keranjang

5.  Aduk dengan kompos matang

6.  tutup dengan bantalan sekam penutup

7.  Tutup dengan kain penutup tipis

8.  Tutup dengan tutup keranjang

Setiap memasukkan sampah organik harus selalu diaduk agar proses permentasi berjalan sempurna, dapat di rasakan bahwa proses permentasi berjalan ketika kita membuka keranjang suhu didalam keranjang meningkat, bahkan kadang terasa panas.

Ciri Kompos matang, berwarna hitam Tidak berbau busuk, tetapi berbau tanah. Setelah -/+dua bulan maka kompos sudah dapat dipanen.

Penulis me-sosialisasikan Keranjang Takakura keliling, ke kelurahan, arisan, menjadi narasumber disuatu pertemuan. Dan siap dipanggil kemana saja untuk membantu mencerahkan pengelolaan sampah.

Menjijikkankah mengurus sampah? Tidak bahkan dapat mendatangkan Uang kalau kita mau dan telaten.

Semoga pembaca suka dengan inovasi ini, dan segera mencoba  di rumah, Keranjang Takakura ini dapat diletakkan didapur, dengan diberi alas dua batu bata agar sirkulasi udara tetap didapat. Takakura ini membutuhkan udara penuh untuk proses kehidupan mikroba didalamnya(aerob) Hindarkan terkena air hujan dan matahari secara langsung agar tetap terjaga kelembabannya.

Lubang Resapan Biopori, adalah sebuah Lubang yang sudah di designe sedemikian rupa oleh Bapak Khamir R Brata dari IPB, Beliau adalah Ahli tanah. dengan alat yang ditemukan, sebuah lubang sudah terbentuk dengan kedalaman satu meter dengan lingkaran 4 inch.

Lubang Resapan Biopori(LRB) berguna untuk menyimpan limpahan air kedalam tanah terutama air hujan dlsb. Dapat digunakan untuk membuat kompos secara alamiah, masukkan saja sampah organik kedalam LRB, maka setelah +/- dua bulan kompos sudah dapat dipanen.

Hubunganya dengan Penanganan sampah skala Rumah tangga adalah, Sampah hewani yang berbau menyengat(misalnya, kepala udang, sisa ikan, sisa daging, sisa ayam dan bangkai tikus dlsb. akan aman apabila di buang kedalam LRB jangan di buang di tempat sampah atau Takakura. Dengan kedalaman satu meter diberi penutup mampu meredam bau, karena tanah memang tempat menetralisir racun dan meredam bau. Dengan demikian, Sampah dirumah kita langsung bebas dari BAU. Halaman kita menjadi ijo royo royo berkat kompos made in dapur.

Sedangkan Sampah Un Organik dapat disetorkan kepada Bank Sampah, kalau disekitar anda belum ada Bank sampah dapat membuka sendiri Bank Sampah, Mudah sekali caranya, nanti kalau benar benar berminat penulis siap memandu.

Asyik sekali bukan pekerjaan yang sangat ringan tetapi  sampah dirumah kita  dapat teratasi dengan benar. Yang sangat penting BEBAS BAU

Silahkan hubungi penulis apabila pembaca ingin menanyakan  cara penanganan sampah yang lain dan secara lebih detail lagi. Secara gratis, Selamat mencoba.

-Kinanti Sekar Djagad

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selintas Mengenang Taufik H Mihardja …

Dwiki Setiyawan | | 27 August 2014 | 15:21

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 13 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 14 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: