Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Tantan Hermansah

Trainer materi NUN-Integrity. Pelatihan yang bisa menganalisis kinerja perusahaan/lembaga, memetakan sumberdaya manusia yang tepat, membangun selengkapnya

Pendidikan Integritas

REP | 15 December 2012 | 07:31 Dibaca: 236   Komentar: 0   0

Dalam sebuah peristiwa, saya sering terlibat dialog kecil berikut ini:

“Pak, mengapa tidak naik lift saja?”

“Oh, tidak. Toh cuma tujuh lantai kok!”

“Kan lift sudah tersedia dan listriknya dibayar negara!”

“Ya, kalau saya tidak naik lift kan minimal saya menghemat ’sedikit’ uang negara itu!” Kata saya. Selalu begitu. Akhirnya, hampir semua yang suka naik lift itu tahu bahwa saya adalah pengajar yang ogah naik lift. Itu saya lakukan sudah bertahun-tahun.

Saya jadi ingat kawan saya ketika kuliah Pasca Sarjana di IPB. Pak Mansyur, kalau tidak salah nama beliau. Ketika kuliah S2 di Perancis itu, turun naik selalu menggunakan tangga. Jarang sekali menggunakan lift. Singkat cerita, beliau sudah selesai dan pulang ke Indonesia. Beberapa bulan setelah tiba di Indonesia, Pak Mansyur mendapatkan surat dari Walikota Paris disertai permohonan maaf bahwa Hak dari Pak Mansyur terlambat dikirimkan. Apa Hak itu? Ternyata itu adalah sejumlah dana yang disiapkan untuk membayar penggunaan lift di flat asrama mahasiswa yang oleh Pak Mansyur tidak dipakai.

Saya kagum dengan pengalaman di atas. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, sekecil apapun tindakan kebaikan yang kita lakukan meski kita tidak mengetahuinya, akan tetap tercatat sebagai kebaikan yang dihargai.

***

Sebagai pengajar (di Taman Kanak-kanak, Perguruan Tinggi, Ruang Pelatihan, dan bahkan di lapangan) satu hal yang saya yakini adalah bahwa integritas itu harus dididikkan, bukan diajarkan.

Mengapa? Karena ada beda mengajar dengan mendidik. Mari kita lihat.

Pengajaran itu transfer ilmu pengetahuan; sedang pendidikan adalah penanaman ilmu pengetahuan.

Pengajaran itu (lebih banyak) penghafalan; sedangkan pendidikan lebih banyak mempraktikkan.

Pengajaran itu eksternalisasi; sedangkan pendidikan itu internalisasi.

Dalam Pelatihan NUN-Integrity, dimensi Integritas yang 5 itu dibagi menjadi dua bagian besar.  Bagian yang bersifat internal, yang mana hal ini terkait dengan kepribadian diri; dan yang kedua terkait dengan relasinya kepada orang lain.

Salam Integritas

Tantan Hermansah @InspirasiTantan

Anda ingin mengetahui kualitas integritas staf dan top manajemen Anda, sehingga bisa mengetahui kinerja dari lembaga dan perusahaan Anda? Hubungi kami. Nun-INTEGRITY akan membantu mengidentifikasi, memetakan, dan menjelaskanya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 4 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 5 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 9 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: