Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Lisa I

Ibu Rumah Tangga, University Graduated

Kelestarian dan Penghematan Sumber Daya Air Tawar, Sumber Air Sehat

OPINI | 29 December 2012 | 19:00 Dibaca: 856   Komentar: 0   1

13567816021609842877

Kelestarian dan Penghematan Sumber Daya Air Tawar, Sumber Air Sehat

Setiap makhluk hidup membutuhkan air sebagai kebutuhan utama. Karena itu air sebagai sumber daya alam tanpa batas diberikan Tuhan untuk menghidupi makhluk-makhluknya. Akan tetapi, Walaupun 70% bumi ini terdiri dari air, hanya 1% air yang dapat dikonsumsi sebagai air tawar yang dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupan sehari-hari. Tak jarang ada daerah-daerah yang kekurangan air maupun air bersih karena keteledoran manusia sendiri dalam pemanfaatan air. Hal yang pasti, air bersih membuat hidup kita lebih sehat.

Kelangkaan air bersih memang masih belum dirasakan oleh kita yang masih tinggal di daerah pasokan air PDAM lancar. Apalagi masyarakat kota umumnya memakai air mineral kemasan untuk konsumsi. Tetapi ada saudara-saudara kita yang tidak memanfaatkan/mendapatkan jasa air PDAM dalam kehidupan sehari-hari ataupun memakai air mineral kemasan untuk konsumsi. Untuk mendapatkan air bersih, mereka harus antri seperti yang digambarkan pada Gambar 1. Dan bila tidak tercukupi, mereka menggunakan air tidak bersih seperti air got, air kubangan, air sungai, air sumur/tanah ataupun air hujan.

How’s to pure it? Untuk konsumsi, mereka memanfaatkan pengendapan air tersebut. Semakin tinggi pengetahuan mengenai pengendapan air, maka mereka akan mendapatkan air bersih yang bebas kuman, dan layak untuk dikonsumsi. Tetapi karena rata-rata pengetahuan mereka terbatas, terkadang hanya dengan pengendapan semalam, mereka sudah mengkonsumsi air tersebut.

13567656222045187034

Gambar 1. Gambaran pengantrian air bersih

Banyak sekali metode-metode mendapatkan air bersih yang sehat mulai dari metode sederhana sampai memakai filter water purifier. Penyaringan sederhana memakai kapas atau kain katun, pengendapan dengan kendi, keramik dapat dilakukan untuk air yang tingkat kekotorannya tidak tinggi. Ada pula teknik penjernihan air sederhana dapat dilihat dari Gambar 2

13567656761761599528

Gambar 2 Teknik Penjernihan Air Sederhana (sumber : Wikipedia)

Untuk memurnikan air yang bau, penggunaan disinfeksi kimia, bubuk pemutih atau tablet klorin dapat menjadi alternatif. Selain itu penggunaan alat filter water purifier juga menjadi alternatif paling baik karena teknologinya dapat membunuh kuman. Tetapi image alat filter yang mahal menjadi alternatif masyarakat level atas untuk minum air bersih bebas kuman. Pureit diciptakan untuk masyarakat menengah keatas untuk memurnikan air menjadi air sehat dengan manfaat-manfaat lain yang dapat meminimkan biaya rumah tangga karena tanpa gas, tanpa listrik, tanpa gallon/dispenser. Selain itu flexible dipindahkan karena tidak perlu disambung dengan keran Berbeda dengan teknik penjernihan sederhana, Pureit bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Proses kerja pemurnian air Pureit dibagi ke dalam 4 tahap:

Tahap 1: Saringan Serat Mikro – menghilangkan semua kotoran yang terlihat
Tahap 2: Filter Karbon Aktif – menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman – menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
Tahap 4: Penjernih – menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

Komponen 2-3-4, berada dalam satu rangkaian yang disebut Germkill Kit, yang harus diganti setelah memurnikan 1500 liter air untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Karena itu Pureit memberikan air yang aman untuk dikonsumsi.

Setelah membahas mengenai pemurnian air menjadi air bersih sehat, kemudian yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita dapat menghemat dan melestarikan sumber daya air bersih. Pemerintah sendiri telah memberikan pemahaman tentang penghematan air, salah satunya saat peringatan Hari Air Dunia tahun 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), yang meliputi 6 komponen, yaitu:

· Penataan ruang, pembangunan fisik, pertanahan dan kependudukan;

· Rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi sumber daya air;

· Pengendalian daya rusak air;

· Pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air;

· Penghematan penggunaan dan pengelolaan permintaan air;

· Pendayagunaan sumber daya air secara adil, efisien, dan berkelanjutan.

Perilaku manusia sangat menentukan kekayaan air tawar di daerah kita. Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan kelangkaan air tawar, yaitu :

  1. Penyedotan air tanah berlebihan dapat mengakibatkan berbagai permasalahan, antara lain penipisan persediaan air tanah, amblesnya permukaan tanah, dan intrusi air laut yang menyebabkan air tanah menjadi asin.
  2. Pencemaran limbah industri maupun rumah tangga, berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas air bersih, ekosistem lingkungan sungaipun terganggu.
  3. Pembuangan kotoran dan sampah sembarangan terutama anorganik dapat merusak tanah sehingga mengganggu resapan air tanah, menjadikan sungai dan saluran air sebagai tempat pembuangan kotoran dan sampah juga menyebabkan pencemaran lingkungan dan sungai.
  4. Pembukaan lahan baru untuk pemukiman/perumahan, kota baru, pertambangan ataupun ladang menyebabkan banyak hutan ditebang, sehingga air tanah tidak bisa meresap optimal saat curah hujan tinggi.

Penyebab-penyebab di atas harus ada kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk menghindarinya. Dari pemerintah sendiri untuk menerapkan peraturan perijinan pembukaan lahan baru yang merusak ekosistem alam harus tegas. Untuk pencemaran limbah industri yang dapat merusak ekosistem dapat dicegah melalui peraturan pendirian usaha/industri perlu disertai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal yang terpenting seperti konservasi lahan, daerah aliran sungai, penghijauan dan kelestarian hutan adalah kunci utama supaya air tanah tetap terjaga, menghindari bencana kekeringan dikala musim kemarau dan mencegah banjir dikala musim hujan. Bencana banjir dan kekeringan sama-sama dapat membuat kelangkaan dalam mendapatkan air bersih yang sehat. Karena itu, masyarakat diharapkan bisa mengatur sirkulasi air hujan pada saat musim hujan agar dapat disimpan untuk musim kering. Bagaimana caranya? Dapat melalui media tempat penampungan air hujan dan waduk, atau dapat juga melalui media tanah. Melalui membuat sumur resapan air dan lubang resapan biopori, resapan air hujan menjadi air tanah, sehingga dapat mencegah bencana kekeringan di musim kemarau.

Diperlukan partisipasi masyarakat untuk memelihara ketersediaan air, bukan sekadar air, tetapi lebih dari itu, air yang bersih dan sehat. Saatnya kita melindungi sumber mata air bersih. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak tips yang dapat dilakukan untuk menghemat air, menjaga kelestarian air yaitu :

  1. Membersihkan selokan, sehingga aliran air dikala hujan lancar untuk bermuara ke sungai
  2. Tadah air hujan, dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti menyiram tanaman, mencuci mobil, menmbersihkan kamar mandi, dll
  3. Membuat penampungan air sisa. Penampungan ini berguna untuk menggunakan kembali air sisa yang terkumpul dari air sisa mandi atau mencuci untuk penggunaan lain, seperti menyiram tanaman.
  4. Menyiram tanaman di pagi hari agar mengurangi penguapan.
  5. Menggunakan kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkungan (seperti deterjen, plastik ramah lingkungan) sehingga diharapkan pencemaran limbah rumah tangga yang dapat merusak tanah dapat dihindari.
  6. Pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan yang tepat supaya menjaga kualitas tanah.
  7. Penghijauan di area rumah,gerakan menanam pohon sehingga tanah dapat menyimpan air dengan baik.
  8. Membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Tekniknya dapat dilihat pada Gambar 3 dan 4.
  9. Sosialisasi gerakan hemat air, memakai seperlunya sesuai kebutuhan dan menjaga kelestarian dalam beraktivitas dimanapun (dirumah maupun berekreasi).

13567658531726741037

Gambar 3. Teknik membuat lubang resapan biopori


1356765959656765473

Gambar 4. Teknik pembuatan sumur resapan air pada rumah yang menggunakan talang air.

Lalu adapun tips untuk memaksimalkan penggunaan sumber air yang ada disekitar kita (air tanah dan air keran) sebagai sumber air minum:

  1. Memastikan tidak adanya air menetes di keran/bocor
  2. Memasak menggunakan peralatan listrik yang hemat air dengan hasil makanan matang secara baik
  3. Memakai alat filter water purifier yang dapat menghemat air didalam membunuh kuman dibandingkan merebus secara manual
  4. Menggunakan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pribadi seperlunya (antara lain : mencuci piring menggunakan bak berisi air sabun untuk membersihkan kotoran dan bak berisi air bersih untuk membilas, menggosok gigi menggunakan gelas, hal ini lebih hemat dibandingkan menggunakan aliran air keran langsung).
  5. Menggunakan kloset dengan dual flush. Kloset jenis ini memiliki dua tombol untuk buang air kecil yang mengeluarkan air tiga liter dan tombol untuk buang air besar yang mengeluarkan air sebanyak 6 liter
  6. Mengganti penggunaan bak dan gayung dengan shower, dengan menggunakan shower maka air yang terpakai akan semakin hemat dan sekaligus semprotan shower bermanfaat untuk pijatan ke tubuh.
  7. Mencuci baju berdasarkan tingkat kekotoran. Bila mencuci tanpa mesin cuci, mulailah mencuci dari baju yang lebih bersih, dilanjutkan dengan mencuci baju yang lebih kotor, sehingga air sabun bekas mencuci baju lebih bersih dapat digunakan kembali untuk baju lebih kotor. Jika memakai mesin cuci, masukkan baju hingga jumlah maksimal. Saat membilas baju, masukkan air ke dalam bak berisi air bersih, buka lembaran kain baju agar semua sisa sabun larut di air bilasan. Gunakan air sisa mencuci baju untuk mencuci kamar mandi dan seluruh lantai WC.

    Dari gambaran awal dapat diambil fakta atau gambaran tentang kelangkaan air minum/air bersih, tentang sulit-nya untuk mendapatkan air minum yang bersih di daerah-daerah tertentu. Karena itu kita sebagai generasi muda harus bisa melestarikan atau menjaga sumber mata air bersih dengan menggunakan sumber air yang ada di sekitar kita secara efisien dan efektif agar dapat digunakan untuk generasi selanjutnya, generasi anak cucu cicit. Tips-tips yang sudah dijabarkan di atas diharapkan bisa membantu untuk mengatasi masalah kelestarian sumber daya air minum, air bersih dan sehat.

    Referensi :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Penjernihan_air

    http://www.pureitwater.com/ID/technology

    http://lestarikanalamkita.blogspot.com/2009/04/pelestarian-sumber-daya-air.html

    http://berinovasi.blogspot.com/2011/12/apa-jadinya-jika-air-bersih-mulai_2455.html

    http://enviroplant.blogspot.com/2012/06/lubang-resapan-biopori-dan-sumur.html

    http://bantenpos-online.com/2012/08/13/pdam-bantah-belum-distribusi-air-bersih/antri-air-bersih-bp/

    Tags:

     
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
    Siapa yang menilai tulisan ini?
      -
    Processing data ..
    Tulis Tanggapan Anda
    Guest User


    HEADLINE ARTICLES

    Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

    Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

    Lost in Translation …

    Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

    PLN Gagap Online …

    Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

    Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

    Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

    Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

    Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


    TRENDING ARTICLES

    Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

    Chairul Fajar | 12 jam lalu

    Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

    Fitri Siregar | 12 jam lalu

    Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

    Arnold Adoe | 13 jam lalu

    Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

    Dedy Armayadi | 16 jam lalu

    Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

    Michael Sendow | 17 jam lalu

    Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

    Subscribe and Follow Kompasiana: