Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

Pak Jokowi, Bagaimana dengan ‘Reboisasi’ Pohon yang Tumbang dan Penghijauan Jakarta ?

OPINI | 03 January 2013 | 16:48 Dibaca: 1672   Komentar: 5   2

By Christie Damayanti

13572058741625597880

Dokumen Pribadi

Hehehe …..’transparan’ menurut Pak Jokowi memang benar2 transparan. Begitu juga transparan tentang keuangan. Setelah kasak kusuk tentang pendapatan yang diterima oleh Pak Jokowi yang mengundang decak kagum sebagian besar warga Indonesia, Pak Joowi juga mulai satu persatu ‘membuka’ anggaran2 untuk masing2 pos kegiatan untuk membuat Jakarta lebih baik. Salah satu yang aku soroti adalah tentang tanaman untuk landscape Jakarta …..

Seperti yang aku sudah tuliskan tentang Landscape di Singapore ( lihat tulisanku Landscape di Singapore: Hardscape, Softscape dan Street Furniture ) sama seperti yang Pak Jokowi katakan, bahwa Singapore sangat antik dengan landscapenya. “Kita bisa juga koq, membuat Jakaarta seperti Singapore …..” ( lihat di Jokowi Minta Pohon Murahan Dibuang dari Jakarta ).

Pak Jokowi mengatakan bahwa anggaran membuat taman dengan landscape dengan estetika sepeti di Singapore sebenarnya mencapai 300 milyard! Menurutku, sebuah anggaran yang tidak main2 untuk sebuah landscape di seluruh Jakarta, yang menjadikan Jakarta bisa dibanggakan sebagai ibukota negara Indonesia.

Ketika Singapore dipenuhi oleh Pohon2 Trembesi dan di ‘temani’ oleh pohon2 Kadaka di batang2nya, Jakarta masih sama dengan Jakarta yang dulu, dengan pohon2 yang semrawut, tidak ada konsep dan tidak ada pemeliharaan yang khusus. Mohon maaf, jika aku lebih membangga2kan landscape Singapore, tetapi toh ini merupakan cara untuk kita, Jakarta, berbenah …..

Singapore adalah negara atau kota yang kecil, tidak sebanding dengan Jakarta. Singapore hanya sepersekian dari Jakarta. Yang artinya, sebenarnya Singapore harusnya tidak mempunyai lahan banyak, apalagi untuk taman dan landscape. Singapore boleh maju dengan segudang bangunan dan teknologi, tetapi Singapore tetap saja kekurangan lahan untuk taman dan landscape.

13572059462844680

1357205970843008965

‘Jalan Selamat Datang’ dari Changi Singapore menuju kota …..

Tetapi apa yang terjadi? Singapore bukan hanya maju di banyak bidang, justru lahan untuk taman dan landscape-pun tetap menjadi incaran turis, termasuk dari Indonesia. Kota dan negara Singapore di dominasi dengan Pohon Trembesi ( lihat tulisanku tentang Pohon Trembesi   Dengan ‘Kontainer’ dan Perjuangan, Aku Bawa Samanea Saman ke Jakarta ). Dengan jenis tanaman berbunga yang di dominasi oleh Flamboyan Kerdil berbunga ungu atau pink.

1357206027559287458

1357206053897259353

Hampir semua lahan penghijauan di Singapore, di tanami oleh pohon Trembesi

Taman2 dan landdscape di Singapore yang emang merupakan konsep taman umum, banyak sekali. Diantaranya ‘The Fort Canning Park’, sebuah taman umum yang juga di dominasi oleh Pohon Trembesi yang masih kecil dengan Pohon2 Trembesi tua di belakangnya, membuat Singapore bisa menjadi kota yang bisa terus menyerap CO2 dari asap kedaraan bermotor.

Begitu juga di area Brass Basa, Victoria Street, Hill Street serta Kebon Raya di Istana Park. Hampir semua di dominasi oleh Pohon Trembesi. Apalagi dengan taman RTH terbesar ( lihat tulisanku  ‘Garden By the Bay’: Ruang Hijau Baru yang Menakjubkan untuk Singapore ) membuat Singapore semakin ‘digilai’ oleh pencinta2 tamanan dan penghijauan …..

Sekilas tentang Pohon Trembesi :

Pohon Ttrembesi nama latinnya adalan Samanea Saman, merupakan pohon yang tinggi dan besar, dan tajuknya melebar. Populer sebagai TUMBUHAN PENEDUH. Karena pohon ini tinggi, besar dan tajuknya melebar, tidak heran jika akarnya meluas, sangat luas, dan bisa merusak jalan dan bangunan sekitarnya. Tetapi dengan keadaan fisiknya yang sedemikian, Pohon Trembesi memang SANGAT KUAT UNTUK MENYERAP AIR, dan akan sangat meyakinkan bahwa jika air hujan menjadi air bah, Pohon Trembesi bisa menjadi salah satu ‘predator’ bagus untuk menyerap air …..

Pohon Trembesi bisa menjadi pohon dengan ketinggian mencapai 40 meter, lingkar pohon sekitar 4,5 meter serta mahkota pohon sampai 40 - 60 meter. Ini yang terbesar! Bayangkan, jika semua jalanan di Jakarta ditamani oleh Pohon Trembesi seperti di Singapore, BERAPA KILOKUBIK AIR YANG MAMPU DISERAP, dan BERAPA KILOKUBIK POLUSI UDARA YANG JUGA BISA DI REDAM?

1357206119151895470

13572061481280573745

Sebuah Pohon Trembesi ( Samanea Saman ) di daerah Tangerang, besar dan sangat cantik …..

Daerah Ancol Timur, dengan pepohonan Trembesi akan membuat daerah ini lebih terbebas polusi, walau pohon ini masih kecil. Tetapi dengan perawatan yang baik, akan membuat daerah ini menjadi lebih segar …..

Sesuai dengan yang aku pelajari tentang Pohon Trembesi dari seseorang yang tahu tentang tanaman serta pepohonan,  Pohon Trembesi  mempunyai segudang manfaat bagi alam. Salah satu manfaatnya adalah kemampuan dalam menyerap gas berbahaya seperti Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonoksida (CO) yang dapat menjadi salah satu sebab terjadinya global warming serta kerusakan jaringan syaraf tertentu khususnya bagi manusia dan hewan yang menghirupnya baik secara langsung maupun tak langsung. Selain itu Gas Oksigen (O2) hasil sintesis tanaman, dapat digunakan oleh makluk hidup sebagai salah satu sumber energi.

Terdapat sembilan manfaat dari Pohon Trembesi untuk Jakarta :

1.       Manfaat Estetis ( keindahan )

Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.

2.       Manfaat Orologis

Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Inilah yang disebut manfaat orologis.

3.       Manfaat Hidrologis

Dalam hal ini dimaksudkan bahwa tetanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya

4.       Manfaat Klimatologis

Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.

5.       Manfaat Ekologis

Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

6.       Manfaat Protektif

Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.

7.       Manfaat Hygienis

Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.

8.       Manfaat Edukatif

Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

Ketika aku ditugaskan mencari banyak Pohon Trembesi untuk mega proyek besar-ku, aku tahu berapa rupiah yang kami keluarkan untuk membeli sebuah Pohon Trembesi. Jika 1 buah Pohon Trembesi berkuran kecil ( yang banya dijual oleh supplier tanaman di Jakaarta ) dengan tinggi sekitar 6 meter, diameter sekitar 30 cm, mahkotar sekitar 3 - 4 meter berharga sekitar 3 - 5 juta ( tergantung kualitas dan besarnya ), sudah termasuk pemeliharaan selama 5 bulan ( ingat, jika beli banyak kemungkinan bisa turunkan sampah berapa puluh % ), jika pohon itu mati, bisa di hitung, berapa banyak Pohon Trembesi yang akan menghias tanah Jakarta plus dengan pemeliharaannya, dengan anggaran 300 milyard!

1357206283601635162

13572063351192867122

Pohon Trembesi yang masih kecil, yang ( mungkin ) bisa dijadikan pohon peneduh di Jakarta.

Seperti di Singapore, dibawah pepohonan Trembesi di dominasi oleh Flamboyan Kerdil, pun juga bisa dilakukan oleh Jakarta dengan Pak Jokowi sebagai Gubernur. Sungguh, Indonesia yang sebenarnya adalah sebuah negara yang cantik dengan alam yang luar biasa, tidak bisa memelihara alamnya dengan hanya sebuah ketidak-pedulian warga nya? Sangat tidak masuk akal, jika Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, masih ‘begini-begini’ saja, untuk membuat Jakarta lebih nyaman dan sehat?

Apakah Jakarta tidak mau peduli dengan banyaknya pohon2 tua yang tidak terawat di Jakarta dan banyak yang tumbang? Bagaimana dengan ‘keamanan’ warga jika ada anginkencang dan badan hujan yang bisa merobohkan banyak pohon?

Apalagi dengan kata2 pedas Pak Jokowi, mungkinkah Jakarta mampu ( atau tidak mau? ) untuk menanam tanaman berbunga dengan pemeliharaan khusus untuk estetika dan kecantikkan kota sebagai Ibu Kota Negara?

Dan sebagai urban planner serta arsitek, aku sangat mengharapkan kita semua mau berusaha untuk membuat Jakarata lebih baik, salah satu nya adalah dengan disiplin diri dalam menjaga kebersihan serta menanam pohon2 cantik untuk bumi Jakarta, khususnya …..

Salam penghijauan …..

Profil | Tulisan Lainnya

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 13 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 14 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: