Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Maria G Soemitro

"Jika kita bukan bagian dari solusi, maka kita adalah bagian dari masalah" -Eldridge Cleve-

My Green Resolution is Berkebun Sayuran Organik

OPINI | 06 January 2013 | 08:46 Dibaca: 6203   Komentar: 34   14

13574098711255779651

mentimun (dok. Maria Hardayanto)

Sebetulnya resolusi hijau di tahun 2013 dengan berkebun sayuran organik adalah milik kompasianer @Christian Natalie. Menjadi profile picture facebooknya, sehingga saya menduga dia tidak main-main. Apalagi manfaat berkebun sayuran organik memang banyak, yaitu:

  • Meningkatkan konsumsi sayuran. Saat ini konsumsi sayuran penduduk Indonesia baru mencapai 80 % dari anjuran sehat gizi sebesar 65,5 kg/kapita/tahun.
  • Konsumsi makanan sehat. Menanam sendiri sayuran akan menjamin bahwa sayuran yang kita konsumsi terbebas residu pestisida yang biasanya masih disemprotkan beberapa hari menjelang panen. Juga terbebas dari kontaminasi air limbah karena sayuran sering ditanam di saluran dekat pabrik atau lahan terlantar dimana bersliweran kendaraan roda empat dan dua.
  • Menyehatkan tubuh karena berkebun berarti juga berolah raga. Hanya dengan berkebun, kita dapat membakar 63 kalori per 10 menit. Padahal kegiatan berkebun  seperti memangkas tanaman, membersihkan gulma, menyiram tanaman dan memberi pupuk, jarang menghabiskan waktu hanya 10 menit. Minimal 1 jam kita gunakan untuk berkebun, itu artinya kita sudah membakar 378 kalori.
  • Murah dan mudah. Modal awal berkebun hanya pot/polibag/kaleng bekas, tanah, kompos dan benih sayuran. Selebihnya adalah modal kerja dalam bentuk ketelatenan merawat dan menyiram. Itupun nggak ribet, hanya sekali-kali mencabut rumput/tumbuhan liar yang ingin merebut jatah zat hara sayuran.
  • Meniadakan sampah plastik. Sayuran organik banyak dijual di toko swalayan, kita bisa membelinya dengan harga 3-5 kali lipat sayuran biasa, Tapi hidup organis sulit dicapai karena sayuran organik tersebut menimbulkan sampah plastik berikutini:

1357411134522138005

sayuran organik di toko swalayan (dok. Maria Hardayanto)

Walau nampaknya berkebun sayuran organik akan mudah, tetapi menurut perkiraan saya sulit dilaksanakan @Christian, mengingat dia belum menikah dan masih kost. Tidak mungkin menyimpan di kamar, karena itu dia harus bernegosiasi dengan ibu kost yang pastinya akan berbalik senang apabila melihat banyak tanaman sayuran di teras rumahnya. Tanaman sayuran memang tidak dianjurkan hidup bebas dalam cuaca tidak menentu seperti sekarang. Terlebih ketika hujan mengguyur deras yang mengakibatkan akarnya membusuk. Mereka harus mendapat atap khusus terbuat dari paranet (semacam greenhouse) dan tentu saja hal tersebut tidak dianjurkan bagi pemula dan bukan pemilik rumah ^-^.

13574118051940908403

kangkung (dok. Maria Hardayanto)

Beberapa strategi yang bisa dilakukan mereka yang ingin mencoba berkebun sayuran organik sebagai berikut:

  • Bergabung dengan komunitas berkebun. Setelah awal tahun 2011 Ridwan Kamil menggagas Indonesia berkebun dengan konsep 3 E (Ekologi, Edukasi dan Ekonomi) maka kini sudah terdapat 23 komunitas di 23 kota yang melakukan kegiatan berkebun, silakan bergabung dengan mereka. Karena banyak sekali keuntungan yang diraih diantaranya bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman (penggiat kan umumnya bukan praktisi, berkebun hanya sekedar hobi), saling support ketika tiba tiba merasa jemu dan berbagi modal benih sayuran. Harga benih sayuran variatif serta tidak dapat dibeli eceran, adanya rekan sesama penggiat bisa membantu tukar menukar benih juga menghemat biaya pembelian benih sayuran.
  • Memilih jenis sayuran yang mudah ditanam, tidak ribet perawatannya, tetapi indah ketika sudah tumbuh rimbun di pot. Beberapa tanaman sayuran yang membutuhkan kawat untuk ‘bersandar’ (mentimun dan kacang panjang) serta perawatan khusus lainnya sebaiknya ditunda dulu, pilih saja tanaman selada, kangkung, terung, cabai merah, cabai rawit, seledri, bawang daun dan masih banyak lainnya.
  • Rajin berselancar untuk menemukan variasi berkebun yang kreatif. Misalnya dengan menggunakan bekas botol gelas plastik di bawah ini.

    1357411377630289609

    berkebun sayuran organik dok. http://media-cache-ec2.pinterest.com/upload/122441683588632448_auSpTOzG_b.jpg

    Tujuannya agar kegiatan urban farming atau berkebun sayuran organik menjadi menyenangkan. Bahkan mungkin bisa menginspirasi teman yang kebetulan berkunjung.

  • Jangan mudah menyerah ketika tiba-tiba tanaman mati atau tidak tumbuh subur. Banyak sekali penyebabnya, mulai dari penyakit hingga menjadi santapan tikus. Tikus sering menyantap daun sayuran yang rasanya kriuk-kriuk sedangkan hama akan menyerang daun dan akar tanaman. Ada banyak pestisida nabati, namun umumnya sulit ditemukan dikota besar seperti daun brotowali, daun mimba, daun babadotan. Bahkan daun teh basi sebagai salah satu pestisida alami makin langka ditemukan karena umumnya penduduk urban lebih menyukai teh celup. Jadi buang saja tanaman yang mati/sakit. Lebih baik dikompos agar kita mempunyai modal kompos untuk kegiatan bertanam selanjutnya. Banyak cara mengompos, bisa memilih kotak takakura atau komposter berikut:
135741335713647222

komposter (dok. Supardiyono Sobirin)

  • Rencanakan masak bareng dengan sesama teman penggiat berkebun. Cara ini cukup ampuh untuk membangkitkan semangat dan mempererat tali silaturahmi. Khususnya karena tanaman sayuran hanya berumur pendek, sekitar sebulan. Sehingga kegiatan memasak dapat sering dan intens dilakukan.

Di akhir tahun 2011, istri presiden, ibu Ani Susilo Bambang Yudoyono mewacanakan gerakan perempuan peduli lingkungan dengan pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai tempat peresapan air, meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Slogan bagus yang terlalu melambung di awan, apabila tanpa langkah kongkrit hingga tahun 2012 berakhir.

Karena itu yuk, kita lakukan yang termudah. Berkebun dengan tetangga, kerabat dan mungkin juga teman kantor atau kelompok alumni sekolah. Sesudah capai merumpi atau bernostalgia, kan asyik mengurus kebun, bertanam sayur organic dan memasaknya bersama-sama. Pasti rasanya enak, dijamin ^-^

**Maria Hardayanto**

13574373332009534232

terung dan kangkung dalam polybag (dok. Maria Hardayanto)

1357411956598494429

paprika di loteng rumah (dok. Maria Hardayanto)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 8 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 8 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | 12 jam lalu

Apakah Arti Nama Mobil (Idaman) Anda? …

Irawan | 13 jam lalu

Belajar Tertib Itu Mudah (Episode Piring …

Yuni Astuti | 13 jam lalu

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: