Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Nur Hudda Elhasani

Sekarang ini juga aktif menulis di http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/ yang berisi tentang keaneka ragaman flora dan fauna selengkapnya

Pengaruh Susuk Sambar Lilin

REP | 28 January 2013 | 11:21 Dibaca: 7182   Komentar: 0   0

Sambel Iler-foto koleksi pribadi penulis-http://flora-faunaindonesia.blogspot.com

Sambel Iler-foto koleksi pribadi penulis-http://flora-faunaindonesia.blogspot.com

Sambar Lilin (Sunda), Samber Iler (Jawa) merupakan sejenis kumbang cantik yang berwarna hijau metalik. Kumbang ini memang tidak berwarna hijau polos, tetapi juga ada sedikit warna merah pada kedua ujung sayapnya maupun ujung perutnya. Dan yang menjadi unik warna hijau ini akan berubah menjadi kebiru-biruan apabila sudut pandang kita sedikit di geser, seperti model cat bunglon yang biasanya dipakai mobil-mobil modif.

Serangga yang cantik ini sayang kurang dikenal luas dalam dunia ilmu pengetahuan, penulis sendiri sudah mencari dari beberapa sumber belum menemukan nama latin dari Sambar Iler ini (mungkin karena bukan ahlinya). Namun begitu bagi seorang praktisi Susuk yang membidangi Pemasangan susuk, samber lilin merupakan salahsatu bahan yang laris manis. meski ada beberapa macam sarana menyusuk yang lain seperti emas, intan, berlian, baja, tulang, lidi aren, bunga, dan sebagainya, tetapi dari sekian banyak media susuk, yang termasuk susuk ampuh adalah samber lilin.

Warnanya yang menarik hijau kuning mengkilap mempunyai daya magis alami yang luar biasa untuk kecantikan, seri wajah, ketampanan, wibawa, awet muda, dan pengasihan

Selain untuk bahan susuk samber lilin juga dapat dijadikan sarana ajimah. apabila sudah di isi (blezing) daya supranatural (daya gaib) dengan membangkitkan aura alaminya maka daya magis alami untuk mendongkrak kecantikan dan ketampanan seseorang.

Pada tahun 80an serangga ini sangat mudah diketemukan di sekitar pekarangan rumah dan biasanya serangga ini senangnya berada dipohon-pohon yang tidak banyak daunnya atau pohon yang daunnya sedang berguguran. Samber lilin biasanya ditemukan di pohon randu atau pohon kapuk, meski banyak juga ditemui di pohon lainnya. Pada musim kemarau, Sambar Lilin kadang berbunyi nyaring mirip suara Gareng Pung (Tonggerek), kemungkinan hal ini dilakukan untuk memanggil pasangannya.

Namun sekarang serangga ini sudah sulit diketemukan, walaupun belum termasuk punah, namun banyak orang yang tidak mengenalnya baik nama apalagi wujud serangganya. Memang sayang belum sempat digali informasinya, tetapi serangga ini sudah terlanjur susah untuk ditemui. Bagi yang penasaran pada serangga ini dapat menemukannya di kios TMII, namun sayangnya sudah diawetkan menjadi gantungan kunci.

Penulis juga belum tahu faktor penyebab kelangkaan serangga ini akibat pengaruh ketenaran di dunia mistis atau karena lingkungan yang rusak. Penulis hanya bisa berharap sebetulnya akan lebih cantik kalau serangga ini tetap masih bisa menghiasi pohon-pohon di sekitar lingkungan kita.

Artikel ini ditulis kembali oleh Nur Hudda Elhasani dengan judul sebelumnya “Mitos Samber Lilin” http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/2012/01/mitos-sambar-lilin.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 11 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 12 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 12 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 12 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: