Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Nur Hudda Elhasani

Sekarang ini juga aktif menulis di http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/ yang berisi tentang keaneka ragaman flora dan fauna selengkapnya

Pengaruh Susuk Sambar Lilin

REP | 28 January 2013 | 11:21 Dibaca: 6026   Komentar: 0   0

Sambel Iler-foto koleksi pribadi penulis-http://flora-faunaindonesia.blogspot.com

Sambel Iler-foto koleksi pribadi penulis-http://flora-faunaindonesia.blogspot.com

Sambar Lilin (Sunda), Samber Iler (Jawa) merupakan sejenis kumbang cantik yang berwarna hijau metalik. Kumbang ini memang tidak berwarna hijau polos, tetapi juga ada sedikit warna merah pada kedua ujung sayapnya maupun ujung perutnya. Dan yang menjadi unik warna hijau ini akan berubah menjadi kebiru-biruan apabila sudut pandang kita sedikit di geser, seperti model cat bunglon yang biasanya dipakai mobil-mobil modif.

Serangga yang cantik ini sayang kurang dikenal luas dalam dunia ilmu pengetahuan, penulis sendiri sudah mencari dari beberapa sumber belum menemukan nama latin dari Sambar Iler ini (mungkin karena bukan ahlinya). Namun begitu bagi seorang praktisi Susuk yang membidangi Pemasangan susuk, samber lilin merupakan salahsatu bahan yang laris manis. meski ada beberapa macam sarana menyusuk yang lain seperti emas, intan, berlian, baja, tulang, lidi aren, bunga, dan sebagainya, tetapi dari sekian banyak media susuk, yang termasuk susuk ampuh adalah samber lilin.

Warnanya yang menarik hijau kuning mengkilap mempunyai daya magis alami yang luar biasa untuk kecantikan, seri wajah, ketampanan, wibawa, awet muda, dan pengasihan

Selain untuk bahan susuk samber lilin juga dapat dijadikan sarana ajimah. apabila sudah di isi (blezing) daya supranatural (daya gaib) dengan membangkitkan aura alaminya maka daya magis alami untuk mendongkrak kecantikan dan ketampanan seseorang.

Pada tahun 80an serangga ini sangat mudah diketemukan di sekitar pekarangan rumah dan biasanya serangga ini senangnya berada dipohon-pohon yang tidak banyak daunnya atau pohon yang daunnya sedang berguguran. Samber lilin biasanya ditemukan di pohon randu atau pohon kapuk, meski banyak juga ditemui di pohon lainnya. Pada musim kemarau, Sambar Lilin kadang berbunyi nyaring mirip suara Gareng Pung (Tonggerek), kemungkinan hal ini dilakukan untuk memanggil pasangannya.

Namun sekarang serangga ini sudah sulit diketemukan, walaupun belum termasuk punah, namun banyak orang yang tidak mengenalnya baik nama apalagi wujud serangganya. Memang sayang belum sempat digali informasinya, tetapi serangga ini sudah terlanjur susah untuk ditemui. Bagi yang penasaran pada serangga ini dapat menemukannya di kios TMII, namun sayangnya sudah diawetkan menjadi gantungan kunci.

Penulis juga belum tahu faktor penyebab kelangkaan serangga ini akibat pengaruh ketenaran di dunia mistis atau karena lingkungan yang rusak. Penulis hanya bisa berharap sebetulnya akan lebih cantik kalau serangga ini tetap masih bisa menghiasi pohon-pohon di sekitar lingkungan kita.

Artikel ini ditulis kembali oleh Nur Hudda Elhasani dengan judul sebelumnya “Mitos Samber Lilin” http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/2012/01/mitos-sambar-lilin.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 14 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 16 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 16 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 17 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: