Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mat Noor

Mutiara Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pengalaman Melalui Lebuhraya Timur-Barat (Malaysia).

REP | 01 February 2013 | 11:55 Dibaca: 1033   Komentar: 42   7

Aslamualaikum dan Salam untuk semua pembaca Kompasian.

Pada 30 /01/2013 sewaktu saya ke Kuala Lumpur dari kampung (Utara Perak) , saya telah melalui jalan Lebuhraya Timur-Barat ia-itu jalan yang melalui banjaran Titiwangsa bermula dari Gerik (Perak) hingga ke Jeli (negeri Kelantan) dan ini adalah pertama kali saya melalui jalan tsb, biasanya saya lewat ikut Jalan Tol Utara-Selatan saja. Pengalaman inilah yang saya hendak ceritakan kepada pembaca karena jalan tsb jarang dilalui disebabkan ada sejarah hitamnya dahulu.

Sejarah Lebuhraya Timur-Barat.

Jalan raya ini sepanjang 123 km, mula di bina pada tahun 1967 yang biayanya memcecah 296 juta Ringgit. Akan tetapi kerja-kerja pembinaan jalan tsb adalah yang paling lama dalam sejarah ia-itu bemula dari tahun 1967 dan tamat di tahun 1989. Walaupun kawasan tsb dikawal olih tentera (kem Kuala Rui) tapi kerja-kerja pembinaan jalan tersebut  kerap kali terhenti akibat dari perbuatan khianat olih Pengganas Komunis yang sering saja menyerang hendap pekerja JKR (Jabatan Kerja Raya) disepanjang Perang Insurgensi Komunis atau pun Darurat Kedua 1967-1989. Jadi tidak heranlah kenapa kawasan tsb di kenali sebagai Kawasan Hitam karena telah banyak yang menjadi korban samaada orang awam ataupun tentera.

1359725380703987044

Tugu dibina sebagai mengenang jasa pekerja JKR, pada 23 Mei 1974 di sini saja 3 orang terkorban di tembak komunis dan 63 buah mesin telah di bom (diledakan) angkara Penganas Komunis.

Pengalaman saya sewaktu melewati jalan tersebut disajikan panorama yang sungguh indah dengan hutan kiri-kanan jalan. Cuma jalan Timur-Barat ini agak bahaya karena melalui lereng bukit, mendaki dan menuruni bukit dan sering terlihat truk yang membawa kayu balak, pada waktu malam pula gajah sering kali melingtas jalan, harus hati-hati. Saya juga perlu melepasi sekatan jalan raya (Road Blok) yang di adakan olih polisi dan Unit Pencegah Penyeludupan (UPP) karena kawasan ini adalah sempadan Malaysia-Thailand.

1359733264250460797

Jalan yang melalui lereng bukit, sebelah kanan jalan adalah jurang.

135977542628459626

13597254921497306706

Hutan banjaran Titiwangsa yang luas sampai kesempadan negara Thailand. Udara yang segar & sejuk.

Sewaktu saya melalui jalan tsb ada beberapa Sign Bord yang menarik yang tiada ditempat lain, ia-itu 1- Peringatan yang kawasan adalah laluan gajah liar melintas jalan. 2- Larangan menangkap hewan liar.

Sekiranya kita terlihat gajah dihadapan : 1- Berhenti dan tunggu sehingga gajah selesai melintas jalan. 2- Jangan bunyikan Klakson karena gajah akan panik lalu menyerang kenderaan anda dan lain-lain lagi seperti yang tertulis di Sign Bord.

1359725737668744506

13597248721216142394

1359724966727455769

Di pertengahan perjalanan kita akan bertemu dengan Tasik Temenggor (Danau) yang luas, ada dua jambatan yang harus dilalui.  Di pertengahan Tasik Temenggor tsb pula ada pulau yang dinamakan Pulau Banding terdapat hotel yang mewah dengan kemudahan fasilitas yang lengkap. Memang indah danau tsb karena dikelilinggi bukit yang hutannya masih belum diusik lagi, kerajaan telah mengistiharkan hutan  tsb sebagai Hutan Simpan Kekal. Hutan kiri-kanan jalan Lebuhraya Timur-Barat ini dinamakan Hutan Simpan Royal Belum , hutan asli yang tiada sebarang aktivitas spt pembalakan atau tanaman ini seluas dua kali Singapura.

1359731646633457918

Tasik Temenggor (Danau)

Sebelah kanan jambatan

1359726391920448906

Tasik Temenggor, pada sebelah kanan gambar kelihatan jambatan yang harus dilalui untuk ke pulau Banding.

Sebelah kiri jambatan.

135973358897996634

Dua jambatan sebegini kita harus lalui untuk meneruskan perjalanan.

13597739822024595527

Jalan Timur-Barat ini saya rasa sesuai untuk dilalui pada waktu siang saja, kalau malam agak bahaya karena tiada lampu-lampu jalan (gelap) dan sunyi sepi. Pada pendapat saya, hutan di kiri-kanan jalan Lebuhraya Timur-Barat ini perlu dikekalkan sebegini tampa sebarang aktivitas pembangunan karena didalam hutan ini terdapat khazanah alam yang amat bernilai.

13598993772068709414

Hutan Banjaran Titiwangsa. foto di rakam dari tepi jalan Lebuhraya Timur-Barat (Gerik-Jeli)

13597321861960842836

Di penhujung jalan kita akan memasuki Daeran Jeli, di negeri Kelantan.

.

Harimau yang di temui cedera parah angkara terkena jerat pemburu haram di hutan Royal Belum, tidak jauh dari jalan raya Lebuhraya Timur Barat.

Sekian terima kasih,

dan Selamatkan hutan kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 11 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 13 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 14 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 8 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Sono Cook | 8 jam lalu

Si Jangkung Tokyo Sky Tree …

Firanza Fadilla | 9 jam lalu

Pompadour …

Yulian Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: