Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Yuliana Aghata

Pokoknya menulis!, salah hurup, titik, koma dan kata biarlah. yang penting replexy jiwa dan otak. selengkapnya

Pohon Aren Jangan Punah

OPINI | 30 March 2013 | 01:59 Dibaca: 473   Komentar: 0   1

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/81/Aren_pinna_070612_042_stgd.jpg/411px-Aren_pinna_070612_042_stgd.jpg

Saya masih ingat dulu ketika kecil di kampungku terdapat banyak pohon aren atau enou yang kegunaannya hampir tidak ada yang tersisa, karena semunya berguna. ketika kecil dulu kalau tetangga ada yang melahirkan maka dalm usia 40 hari mereka mengadakan selamatan dengan cara adat, yakni memasak humut dan nama masakan tersebut mahinum  kalau dalm bahasa sundanya. humut tersebut berasal dari batang muda yang di dapat dari pohon aren yang tentu saja harus menebangnya untuk mendapatkan batang muda tersebut karena terdapat di bagian pucuk pohon dan ada di dalam di lindugi bagian pohon luar yang cukup keras.

Humut tersebut mempunyai rasa yang manis dan dan bisanya di masak dengan berbagai jenis kacang-kacangan di mana sudah menjadi tradisi untuk perayaan empat puluh hari bayi melahirkan dan dengan cara menebang pohon humut tersebut dengan kemudian batang mudanya di jadikan olahan adat dan yang agak tua di bawa ke tempat olahan untuk di jadikan bahan dasar sagu.

Sayang sekali hanya karena tradisi empat puluh hari bayi yang lahir harus menebang pohon aren yang masa pertumbuhannya cukup lama dan kegunannyapun sangat banyak, merekapun di kampung dulu tidak pernah membudidayakan yang namanya pohon aren tersebut yang akhirnya sekarang punah sams sekali di deasaku. di kebunku yang dulu kadang ibuku suka menjualnya kalau ada orang mau selamatan empat puluh hari kini tak tersisa satupun pohon tersebut.

Adapun kegunanaan dari pohon aren tersebut dari daunnya yang bisa di jadikan pembungkus tembakau untok rorok, namanya daun kaung yang dulu bapakku merokok dari daun tersebut malah saya sempat mecobanya walau kadang terbetuk batuk karena rasanya meneyengat sekali. kemudian buahnya untuk jajann di bulan ramadhan yakni yang di namakn buah kolang kaling yang sangat eksoti itu kalau di campur dengan berbagai jenis lainnya menjadi es teler rasanay sangat nikmat sekali.

ketika buahnya kita panggkas karena jenisnya seperti buah jambe atau kelapa tapi kecil kecil, maka ketika di potong dahan sisa pemotongn buahnya bisa di jadikan penyadap yang di hasilkan air lahang yang rsanya nikmat sekali di makan denga  es di waktu panas, dulu banyak yang menjual di pasar. kalau tidak mau di minum air lahang tersebut masih bisa di olah dengan menjadikan gula aren yang kwalitasnya sangat unggul di banding gula yang lain karena rasanya selain manis juga harum dan keras tidak mudah lembek seperti gula kelapa. dulu bapaku suka ngemil gula ini selepas sholat isha di malam hari. injuknya bisa di gunakan bahan dasr sapu atau sikat malah dulu bapakku suka menjadikan alat untuk penangkaran telor ikan ketia masih bisnis di ikan emas. bulu=bulu halusnya yang kadang menempel di batang sperti beludru berguna untuk menyalakan api kalau tidak ada korek api, dulu bapaku suka memancing cahaya dengan cara memantulak cahaya matahari dengan kaca ke bulu halus tersebut kemudian menyalalah api di bulu batang aren tersebut.  lidi yang di daun aren yang menyrupai seperti daun kelapa  di gunakan untuk sapu pekarangan walupun batangnya lebih besar dan kokoh di banding lidi kelapa tapi itu dulu sewaktu kecil aku lebih suka menggunakan lidi kelapa di banding lidi pohon aren tersebutkarena tnganku yang kecil maklum masih anak-anak.

Pungsi dari pohon aren tersebut ternyata ada yag lebih hebat lagi dari semuanya ternya pohon aren dpat menyerap air lebih banyak atau pohon resapan air dan menimbulkan efek daerah yang banyak di tumbuhi pohon aren menjadi terhindar dari banjir

Luar bias bukan kegunaan dari pohon aren atau enau tersebut, sayang di kebunku dan di kampungku sudah susah untuk di temukan karena sudah di tebang dan tak di remajakan tapi saya masih banyak melihat di daerah pedalaman masih banyak dan terbukti kalau saya pulang kampung masih  ada penjual gula aren atau gula kaung dalam bahas sundanya yang di datngkan dari pelososk jawa barat . kalau di sini sudah susah sekali paling ada gula kepa atau gula jawa. semoga mereka mengerti dan  tidak banyak menebang pohon aren tersebut karena betapa banyak sekali kegunaannya pohon aren itu.  kalaupun mau di tebang cobalah menanam kembali untuk kelangsungan ragam tanaman kita yang luar bias kegunannya dan yang paling penting jangan sampe punah. taukah orang-orang ngriku, setiap jengkal pohon yang tumbuh di Indonesia adalah sesuatu yang menggiurkan dan di gilai oleh bangsa asing mengingat pohon-pohon yang bisa tumbuh di sini kebanyakan  pungsinya hanya untuk penghijauan tak lebih dari itu. saya bisa meliht perbedaan yang bgitu jauh anatara tumbuhan di Indonesia dan di daerah yang bermusim empat di mana saya sekarang berada Nederland. untuk itu selayaknya kita menjaga dan memelihara anugrah yang tak terhingga itu bukan hanya memusnahkan tanpa bisa mengerti lebih jauh arti kegunaan dan keistimewaannya, yang ada semuanya menghilang tak kembali semoga itu tak terjadi dengan pohon aren karena semakin aku  jauh semakin ku mencinatimu.

Aada masukan kritik dan saran manngga. nuhun

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 11 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 8 jam lalu

Magnus Carlsen Tetap Juara Dunia 2014! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: