Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Fajr Muchtar

menulis itu artinya menyerap pengetahuan dan mengabarkannya www.facebook.com/fxmuchtar fxmuchtar.blogspot.com twitter @fxmuchtar selengkapnya

Mengembalikan Anggrek ke Rumahnya

REP | 12 April 2013 | 07:14 Dibaca: 323   Komentar: 0   2

hollywood style sebelum penanaman - fxmuchtar

hollywood styel sebelum penanaman - fxmuchtar

Sadar bahwa habitat anggrek semakin tergerus oleh pembalakan hutan dan perburuan anggrek, maka anggota ENCLASI (Enclave Anggrek Indonesia), Grup pencinta anggrek spesies di FB, berkeinginan mengembalikan sebagian koleksi mereka ke hutan.

Oleh karena itu ketika ada momentum Pameran Anggrek Asia Afrika di Bandung (Mei 2011), Saat itu berkumpul para pencinta anggrek dari seluruh nusantara, mulai dari kolektor hingga penjual, Muncullah ide untuk menanam anggrek di hutan, rumah aslinya.

Menanam di hutan? Hutan mana? Saat itu diusulkan untuk menanam kembali anggrek-anggrek di TAHURA (Taman Hutan Raya) Ir. H. Djuanda di Bandung. Selain pada saat itu para pencinta anggrek sedang berkumpul, sehingga memudahkan mobilisasi penanaman, juga ada kesediaan dari pihak TAHURA untuk menjaga anggrek-anggrek yang ditanam. Maklum saja, ada kekhawatiran dari teman-teman bahwa anggrek-anggrek yang ditanam akan raib tak lama setelah penanamannya. Rupanya kejadian seperti itu sering terjadi di tempat lain. Pertimbangan lainnya, karena lokasi TAHURA dekat dengan rumah saya, sehingga memudahkan untuk memeriksa dan memantau perkembangan anggrek.

membiasakan sejak dini - fxmuchtar

membiasakan sejak dini - fxmuchtar

Selain problem keamanan yang cukup pelik dan alot, problem kedua adalah masa tanam yang mendekati musim kemarau sangat menjadi perhatian para anggota. Apakah anggrek-anggrek itu bisa bertahan di musim panas yang tak bisa diprediksikan.

Tak mudah meyakinkan para anggota untuk mau menyumbangkan sebagian koleksinya. Akhirnya, setelah melewati berbagai macam pertimbangan, argumentasi dan motivasi, penanaman anggrek dilaksanakan di TAHURA Ir. H. Djuanda. Semua dilakukan dengan keyakinan bahwa harus ada yang memulainya. Adapun rintangan yang ada harus diselesaikan.

Antusiasme anggota Enclasi sangat membanggakan. Penanaman pertama dapat dikumpulkan 204 tanaman yang terdiri dari 49 spesies. Koleksi yang terkumpul pun tak main main. Mulai dari yang umum sampai yang sudah langka.

Tak sampai di situ saja, setelah melihat proses dan keamanan TAHURA, maka beberapa teman mengirimkan kembali anggrek-anggreknya, sehingga harus ada penanaman sesi II dan bahkan III. Sesi dua dapat menanam anggrek sebanyak 157 tanaman yang terdiri dari 77 spesies. Sayangnya penanaman sessi III belum bisa dilaksanakan karena masalah kesibukan tiap anggota.

berbunga di TAHURA - Fxmuchtar

berbunga di TAHURA - Fxmuchtar

Sekarang, setelah hampir setahun penanaman bagaimana hasilnya. Berita buruknya, banyak anggrek mati. Hal itu sebagaimana sudah diprediksi berkaitan dengan waktu penanaman yang mendekati kemarau. Berita bainya banyak juga yang hidup, tumbuh dan berbunga. Faktor keamanan yang dikhawatirkan tak terjadi. Semua anggrek tetap ada seperti awal ditanamnya. Kalaupun tidak ada, biasanya karena pengikatnya tak kuat sehingga terjatuh. Anggrek –anggrek yang terjatuh itu mesti diikat kembali dan ditempatkan pada tempat yang aman

Ke depan ada mimpi yang ingin direalisasikan, MENANAM 1000 ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis). Semoga saja anggrek-anggrek itu betah di rumahnya.

anggrek yang siap ditanam - fxmuchtar

anggrek yang siap ditanam - fxmuchtar

Ayo menanam - fxmuchtar

Ayo menanam - fxmuchtar

Dokumentasi penanaman sesi I

Dokumentasi penanaman sesi II

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 2 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 3 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 8 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: