Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mas Dian

Hidup adalah tantangan jalani hidup ini sebaik mungkin dan selalu enjoy dalam mengerjakan apapun .....

Pencemaran Limbah di Sungai Berdampak pada Kematian

OPINI | 12 April 2013 | 22:10 Dibaca: 1426   Komentar: 5   0

1365778577430762067

ilustrasi pencemaran kali

Banyaknya kasus pencemaran sungai yang terjadi hampir diseluruh pelosok negeri sungguh sangat memprihatinkan dan dapat mengancam warga sekitar sungai yang tercemar menderita kerugian hingga mengancam keselamatan warga.

Pernakah terpikir oleh pemerintah dan para penguasa dan pengusaha dinegeri ini dan bahkan masyarakat yang awam akan dampak yang ditimbulkan dari pencemaran ini……..

Apa yang pernah terjadi di Teluk Minamata Jepang tahun 1950 an lalu adalah sesuatu yang sangat mengerikan akibat limbah merkuri yang mencemari teluk tersebut.

Minamata adalah sebuah teluk dengan kota kecil di Jepang. Kota Nelayan menghadap ke laut Siranul, Jepang yang menjadi terkenal ke seluruh dunia karena lebih dari 3 ribu warga kota ini pernah menderita penyakit yang diakibatkan pencemaran logam raksa atau merkuri.

Limbah merkuri di Perairan Minamata berasal dari perusahaan Nippon Mitrogen Vertilaser yang merupakan cikal bakal Ciso Go LTD dengan produksi utama pupuk Urea.

Akibat limbah merkuri tersebut, warga menderita penyakit dengan ciri-ciri sulit tidur, kaki dan tangan merasa dingin, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.

Apa yang sedang terjadi di Serang Banten tepatnya sungai Ciujung adalah salah satu pencemaran yang telah terbukti dilakukan oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper berdasarkan hasil audit yang dilakukan KLH RI.

Akan tetapi sangat disayangkan walaupun perusahaan telah terbukti mencemari sungai Ciujung tapi hingga kini tidak apa upaya kongkrit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan bahkan aparat penegak hukum.

Perusahaan masih saja beroperasi dan kuat dugaan masih saja membuang limbah yang mencemari dan berdampak menimbulkan penyakit pada warga sekitar.

Tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di teluk Minamata Jepang akan terjadi pada warga sekitar bantaran sungai Ciujung. Sungguh hal ini sangat mengerikan jiak benar terjadi.

Oleh karenanya Kementerian Lingkungan Hidup RI dan aparat penegak hukum seharusnya mengambil langkah-langkah yang kongrit dalam waktu dekat ini agar kasus teluk Minamata di Jepang tidak terjadi di Serang Banten.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 7 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: