Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mas Dian

Hidup adalah tantangan jalani hidup ini sebaik mungkin dan selalu enjoy dalam mengerjakan apapun .....

Pencemaran Limbah di Sungai Berdampak pada Kematian

OPINI | 12 April 2013 | 22:10 Dibaca: 1445   Komentar: 5   0

1365778577430762067

ilustrasi pencemaran kali

Banyaknya kasus pencemaran sungai yang terjadi hampir diseluruh pelosok negeri sungguh sangat memprihatinkan dan dapat mengancam warga sekitar sungai yang tercemar menderita kerugian hingga mengancam keselamatan warga.

Pernakah terpikir oleh pemerintah dan para penguasa dan pengusaha dinegeri ini dan bahkan masyarakat yang awam akan dampak yang ditimbulkan dari pencemaran ini……..

Apa yang pernah terjadi di Teluk Minamata Jepang tahun 1950 an lalu adalah sesuatu yang sangat mengerikan akibat limbah merkuri yang mencemari teluk tersebut.

Minamata adalah sebuah teluk dengan kota kecil di Jepang. Kota Nelayan menghadap ke laut Siranul, Jepang yang menjadi terkenal ke seluruh dunia karena lebih dari 3 ribu warga kota ini pernah menderita penyakit yang diakibatkan pencemaran logam raksa atau merkuri.

Limbah merkuri di Perairan Minamata berasal dari perusahaan Nippon Mitrogen Vertilaser yang merupakan cikal bakal Ciso Go LTD dengan produksi utama pupuk Urea.

Akibat limbah merkuri tersebut, warga menderita penyakit dengan ciri-ciri sulit tidur, kaki dan tangan merasa dingin, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.

Apa yang sedang terjadi di Serang Banten tepatnya sungai Ciujung adalah salah satu pencemaran yang telah terbukti dilakukan oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper berdasarkan hasil audit yang dilakukan KLH RI.

Akan tetapi sangat disayangkan walaupun perusahaan telah terbukti mencemari sungai Ciujung tapi hingga kini tidak apa upaya kongkrit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan bahkan aparat penegak hukum.

Perusahaan masih saja beroperasi dan kuat dugaan masih saja membuang limbah yang mencemari dan berdampak menimbulkan penyakit pada warga sekitar.

Tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di teluk Minamata Jepang akan terjadi pada warga sekitar bantaran sungai Ciujung. Sungguh hal ini sangat mengerikan jiak benar terjadi.

Oleh karenanya Kementerian Lingkungan Hidup RI dan aparat penegak hukum seharusnya mengambil langkah-langkah yang kongrit dalam waktu dekat ini agar kasus teluk Minamata di Jepang tidak terjadi di Serang Banten.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 7 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 7 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya Dirayu Aguk, Sang Penulis Haji …

Wening Tyas Suminar | 7 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Let’s Moving On …

Tonggo Nababan | 7 jam lalu

Indonesia: Tim Medioker Asia Tenggara …

Agung Buana | 8 jam lalu

Gen Bahasa …

Zakiyatul Muti'... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: