Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mas Dian

Hidup adalah tantangan jalani hidup ini sebaik mungkin dan selalu enjoy dalam mengerjakan apapun .....

Pencemaran Limbah di Sungai Berdampak pada Kematian

OPINI | 12 April 2013 | 22:10 Dibaca: 1429   Komentar: 5   0

1365778577430762067

ilustrasi pencemaran kali

Banyaknya kasus pencemaran sungai yang terjadi hampir diseluruh pelosok negeri sungguh sangat memprihatinkan dan dapat mengancam warga sekitar sungai yang tercemar menderita kerugian hingga mengancam keselamatan warga.

Pernakah terpikir oleh pemerintah dan para penguasa dan pengusaha dinegeri ini dan bahkan masyarakat yang awam akan dampak yang ditimbulkan dari pencemaran ini……..

Apa yang pernah terjadi di Teluk Minamata Jepang tahun 1950 an lalu adalah sesuatu yang sangat mengerikan akibat limbah merkuri yang mencemari teluk tersebut.

Minamata adalah sebuah teluk dengan kota kecil di Jepang. Kota Nelayan menghadap ke laut Siranul, Jepang yang menjadi terkenal ke seluruh dunia karena lebih dari 3 ribu warga kota ini pernah menderita penyakit yang diakibatkan pencemaran logam raksa atau merkuri.

Limbah merkuri di Perairan Minamata berasal dari perusahaan Nippon Mitrogen Vertilaser yang merupakan cikal bakal Ciso Go LTD dengan produksi utama pupuk Urea.

Akibat limbah merkuri tersebut, warga menderita penyakit dengan ciri-ciri sulit tidur, kaki dan tangan merasa dingin, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.

Apa yang sedang terjadi di Serang Banten tepatnya sungai Ciujung adalah salah satu pencemaran yang telah terbukti dilakukan oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper berdasarkan hasil audit yang dilakukan KLH RI.

Akan tetapi sangat disayangkan walaupun perusahaan telah terbukti mencemari sungai Ciujung tapi hingga kini tidak apa upaya kongkrit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan bahkan aparat penegak hukum.

Perusahaan masih saja beroperasi dan kuat dugaan masih saja membuang limbah yang mencemari dan berdampak menimbulkan penyakit pada warga sekitar.

Tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di teluk Minamata Jepang akan terjadi pada warga sekitar bantaran sungai Ciujung. Sungguh hal ini sangat mengerikan jiak benar terjadi.

Oleh karenanya Kementerian Lingkungan Hidup RI dan aparat penegak hukum seharusnya mengambil langkah-langkah yang kongrit dalam waktu dekat ini agar kasus teluk Minamata di Jepang tidak terjadi di Serang Banten.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 8 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: