Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mawan Sidarta

Saya suka travelling, alam dan lingkungan. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di selengkapnya

Siapa Sangka Surabaya Punya Bank Sampah yang Dijadikan Objek Wisata Apik!

HL | 14 April 2013 | 19:59 Dibaca: 2380   Komentar: 20   8

13659441461198861469

Papan nama Kampung Wisata Jambangan Surabaya

Ada perkampungan di Surabaya yang terkenal sampai ke mancanegara karena tokoh dan warganya berhasil menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Kampung yang bernama Jambangan itu kini menjadi daerah tujuan wisata.

Kampung Wisata Jambangan terletak di Desa Jambangan,  Kecamatan karah, Surabaya. Bagi Anda yang ingin mengunjungi kampung wisata ini bisa menempuh perjalanan dari terminal angkutan kota Joyoboyo, naik angkot jurusan Joyoboyo-Karah. Atau dengan naik kendaraan pribadi berhenti tepat di bawah jalan tol Karah. Di situ ada papan plakat bertuliskan “Kampung Wisata Jambangan”.

1365941468999300283

Kampung Wisata Jambangan sehat, bersih dan nyaman. Anak-anak bermain dengan leluasa karena lingkungan yang sehat

Kampung Wisata Jambangan dikembangkan sejak tahun 1988. Kampung wisata ini telah menerima berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri karena keberhasilannya dalam menciptakan perkampungan hunian yang sehat, bersih dan asri.

Tidak mengherankan bila banyak orang-orang penting di negara kita dengan suka hati mengunjungi desa yang warganya rata-rata rajin menanam tanaman hias di halaman rumahnya ini.

Bahkan seorang pejabat IGGI (International Govermental Group on Indonesia) yang kala itu di jabat GP. Pronk sempat blusukan keluar-masuk kampung ini.

Kampung Wisata Jambangan sampai sekarang dicanangkan sebagai kampung percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

Kampung ini pernah tersentuh program KIP (Kampung Improvment Project) dan banyak tokoh masyarakat daerah lain belajar dari keberhasilan kampung ini.

Memasuki kampung wisata Jambangan Anda akan dihadapkan dengan suasana bersih dan asri. Udara di sekitar terasa segar karena hijaunya tanaman di perkampungan ini.

13659417731171059885

Setiap rumah di halaman depannya terdapat pot-pot tanaman hias. Tampak hijau, sehat dan segar

Beraneka jenis pepohonan besar, perdu bahkan beragam tanaman hias dalam pot tertata rapi di depan rumah dan menghiasi setiap gang-gang yang ada di kawasan Kampung Jambangan.

Tokoh dan warga kampung ini selama puluhan tahun dengan kesadaran penuh berhasil mengelolah sampah rumah tangga mereka. Di setiap RT di tempatkan depo-depo sampah.

13659421591093754396

Salah satu rumah warga yang dijadikan bank sampah kering

Tukang sampah memilah-milah sampah dan mengelompokkannya ke dalam bak penampungan. Ada bak yang berisi sampah-sampah kering. Bak yang lain berisi sampah basah.

Sampah kering yang berupa kardus atau plastik untuk selanjutnya dikirim ke bank sampah. Seperti layaknya bank-bank umum lainnya.

Setiap warga yang mengirimkan sampah keringnya akan dicatat oleh seorang petugas, berapa kilogram sampah yang ia setorkan ke bank sampah tersebut.

Truk pengangkut sampah kering setiap kurun waktu tertentu akan mendatangi bank sampah dan membawanya ke tempat pengepul untuk kemudian ditimbang.

Dari sampah kering yang dijual ke pengepul, warga (nasabah bank sampah) akan menerima sejumlah rupiah. Kemudian petugas bank membagikan keuntungan ini kepada setiap nasabah bank sampah yang membutuhkannya.

Sampah basah yang berupa sisa dapur dan sayuran selanjutnya dikomposkan (composting) dengan menempatkannya ke dalam drum-drum plastik (komposter).

13659429661850363895

Drum-drum komposter dari plastik berwarna biru ditempatkan di setiap gang di lingkungan Kampung Wisata Jambangan

Komposter dibuat sedemikian rupa dengan sistem pengudaraan (aerasi) yang baik dan memungkinkan bagi perkembangan mikroba pengurai sampah.

Seorang aktivis pengomposan lebih lanjut menjelaskan kepada kami bahwa sebelum dikomposkan, bahan-bahan tadi dicacah (dipotong-potong) terlebih dulu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hal ini supaya memudahkan aktivitas mikroba (dekomposer) dalam menguraikan bahan kompos itu.

Dengan membolak-balikkan bahan kompos secara teratur setiap 2-3 hari sekali dan memasukkan starter (bibit kompos) yang didalamnya sudah mengandung EM 4 (Effective microorganisms) maka selama 2-3 bulan sudah bisa diperoleh rabuk yang sudah matang (kompos) yang siap dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman.

Warga kampung ini menempatkan kompos ke dalam polibag (pot kantung plastik) sebagai pupuk organik untuk campuran media tanam sayuran atau tanaman hias.

Mereka menanam sayur atau tanaman hias dalam pot atau polibag karena terkendala oleh minimnya lahan. Dengan kreativitas dan semangat yang tinggi mereka mampu menyulap gang-gang yang sempit itu menjadi kawasan yang penuh dengan tanaman hias sehingga lingkungan perkampungan ini menjadi bersih, sehat dan asri.

13659434871042925160

Ajakan kepada warga Kampung Jambangan untuk menggunakan sumber daya air secara bijaksana

Ajakan atau slogan kepada warga kampung tentang pentingnya menggunakan sumber daya air secara bijak juga menjadi program utama yang terkait dengan pengelolaan lingkungan kawasan ini.

Kampung Wisata Jambangan juga berperan aktif dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini terbukti dengan didirikannya taman bacaan (perpustakaan) bagi warga setempat.

Secara gratis warga bisa menikmati layanan taman bacaan ini.  Ada cukup banyak koleksi literatur yang bisa dimanfaatkan warga, termasuk jurnal-jurnal ilmiah populer yang berkaitan erat dengan pengelolaan lingkungan hidup.

13659437221053897471

Program kebersihan lingkungan ditunjang dengan upaya mencerdaskan warga kampung ini melalui perpustakaan

Menjelang sore kamipun segera beranjak pulang.  Ada satu oleh-oleh yang kami dapatkan dari perjalanan destinasi kali ini, yaitu : inspirasi tentang pentingnya menciptakan suasana tempat tinggal yang sehat dan nyaman dimana belakangan ini jarang diperhatikan orang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: