Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mengatasi Sempitnya Lahan di Jakarta Untuk Menanam Pohon

REP | 09 May 2013 | 11:00 Dibaca: 369   Komentar: 5   0

Jakarta merupakan kota dengan tingkat polusi paling tinggi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kerusakan diberbagai aspek lingkungan. Seperti polusi udara yang semakin memburuk dari hari ke hari. Hal ini disebabkan meningkatnya volume kendaraan yang lalu lalang di kawasan ibu kota ini.

Polusi udara ini juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan bagi para penduduk Jakarta. Contoh penyakitnya antara lain infeksi pernafasan, asma bahkan kanker paru-paru. Selain masalah kesehatan, polusi udara ini juga dapat menyebabkan meningkatnya efek rumah kaca yang dapat meyebabkan menaiknya suhu permukan bumi akibat panas matahari yang tidak bisa dipantulkan kembali ke atmosfer karena terperangkap oleh gas CO2 yang berada di atmosfer, sehingga panas matahari ini kembali ke permukaan bumi.

Untuk mengatasi efek rumah kaca ini kita sudah sering mendengar/melihat ajakan untuk ikut menanam banyak pohon agar dapat mengurangi gas CO2 yang ada di udara. Namun masalah yang sering dihadapi penduduk Jakarta adalah sedikitnya tanah yang tersedia untuk menanam pohon, karena seperti yang kita ketahui di Jakarta sangat jarang sekali adanya ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan untuk menanam pohon dan semakin banyaknya gedung-gedung pencakar langit seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga kawasan hunian tempat tinggal yang semakin menjamur di wilayah ibukota ini.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sempitnya lahan terbuka hijau ini ada beberapa cara , diantaranya adalah:

1. Membuat Vertical Garden (Vega)

Salah satu cara menanam tanaman dalam jumlah yang cukup, walaupun ruang yang ada sangat terbatas adalah dengan membuat Vertical Garden (Vega). Vega adalah sebuah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan semua elemen taman lainnya diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak. Dengan konsep ini, ruang tanam bisa menjadi jauh lebih besar dibanding taman konvensional sehingga bisa menambah ruang hijau secara signifikan. Vega dapat diaplikasikan di berbagai bangunan( indoor/outdoor), pagar, serta dinding pembatas lainnya sehingga lebih terlihat indah dan alami bahkan dapat menyerupai lukisan.

1368071727161691910

2. Membuat Green Roof

Sejak awal konsep Green Roof sudah diterapkan untuk mengatasi keterbatasan lahan hijau yang semakin langka karena keterbatasan ruang. Green Roof merupakan atap sebuah bangunan yang sebagian atau seluruhnya ditanami berbagai macam tanaman. Dahulu sistem Green Roof sudah diterapkan pada abad ke 7 di babylon yang lebih dikenal dengan taman gantung babylon dari Raja Nebuchadnezzar II untuk istrinya yang berasal dari kawasan hijau. Namun saat ini sistem green roof tidak hanya difungsikan sebagai tanaman yang memiliki nilai estetika tetapi juga dapat untuk memberikan kontibusi untuk mengurangi dampak global warming.

136807179727169423

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: