Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Harris Maulana

Penulis Buku "Rezeki Nomplok dari Kontes Blog - Tip dan Trik Cerdas Menang Kontes Blog" selengkapnya

Mengunjungi Tambang Batu Hijau Newmont, Sumbawa (Bagian 1)

REP | 20 May 2013 | 08:45 Dibaca: 1002   Komentar: 0   1

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengadakan program “Sustainable Mining Boot Camp Batu Hijau” untuk masyarakat yang ingin melihat secara langsung kegiatan mereka di tambang Batu Hijau, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Untuk penyelenggaraan yang ke-3 ini saya ikut serta dalam program tersebut. Selain saya ada juga beberapa mahasiswa yang ikut, teman-teman blogger dan traveler.

Kami berangkat dari Jakarta pada tanggal 12 Mei 2013, tepatnya pukul 03.30 pagi kami sudah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta Terminal keberangkatan 1A. Dan tepat pukul 05.30 WIB kami yang berjumlah 17 orang yang ikut dalam program ini terbang menuju Pulau Lombok. Satu setengah jam penerbangan dan tepat pukul  08. WITA kami tiba di Bandara Internasional Lombok yang baru di Lombok Timur. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Kayangan kami sempatkan sarapan terlebih dahulu di Rumah Makan Lesehan Asri di Lombok Timur. Namun ternyata bukan sarapan, melainkan makan siang yang kepagian dengan menu makanan Khas dari Lombok seperti ikan rajang cobek, ayam pelecing, bebalung dan banyak lagi yang lainnnya sehingga meja penuh dengan makanan.

Lombok

Menu Sarapan di Lesehan Asri (Foto : Audrey)

Setelah selesai makan perjalanan kami lanjutkan ke Pelabuhan Kayangan yang ditempuh dalam waktu 2 jam. Ternyata pelabuhan ini adalah pelabuhan khusus milik PT Newmont Nusa Tenggara. Hanya para pekerja, tamu dan keluarga pekerja saja yang boleh menggunakan pelabuhan ini. Sementara untuk penumpang lain menggunakan pelabuhan yang tidak jauh dari lokasi Pelabuhan Kayangan.

Lombok2

Pemandangan dari Pelabuhan Kayangan

Kami sempat istirahat beberapa lama di tempat ini, karena jadwal keberangkatan kapal menuju Pulau Sumbawa pukul 13.00 WITA, sementara kami sudah tiba di tempat ini sejak jam 11.00. Dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan akhirnya tiba kapal yang dinanti-nanti. Namanya “Nusa Tenggara”. Bentuknya sangat futuristik. Dapat menampung sekitar 200 penumpang. Kondisi didalamnya sangat nyaman dengan AC yang super dingin. Tidak berlebihan jika saya membandingkannya dengan sebuah yatch.

Setelah semua penumpang naik akhirnya kapal “Nusa Tenggara” mulai meninggalkan pelabuhan kayangan. Awalnya pelan namun lama kelamaan mulai dipacu hingga kecepatan 24 knot. Dipadu dengan ombak yang lumayan besar akhirnya kapal melaju seperti permainan kora-kora yang konteks yang sesungguhnya. Kami yang baru pertamakali merasakan sensasi tersebut cukup kaget dan hampir mual, untung sebelumnya sempat menenggak pil antimo.

Dan akhirnya setelah berkora-kora di tengah selat Alas selama 2 jam, akhirnya tiba di Pulau Sumbawa. Bagi saya pribadi inilah pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau terbesar di Nusa Tenggara ini. Setelah disambut dan diadakan briefing, kami langsung menuju tempat lokasi tambang di Batu Hijau. Karena waktu sudah menunjukkan jam 04.00 kami diajak makan siang terlebih dahulu di tempat dimana para pekerja tambang Newmont melakukan kegiatan makan.

Batu Hijau

Kondisi jalan tambang di Batu Hijau

Ada yang cukup unik dalam penyajian makanan tersebut. Setiap makanan yang disajikan ditandai dengan kata-kata “Sehat”, “Cukup Sehat” dan “Kurang Sehat”. Jadi kita bisa memilih makanan yang kita inginkan. Jika ingin sehat tentu kita memilih makanan yang “Sehat”.

Lombok3

Ini salah satu contoh makanan

Setelah makan kami diajak untuk mengunjungi klinik “International SOS” di dalam kawasan tambang. Disini setiap pekerja tambang diperiksa kesehatannya setiap tahun mulai dari periksa darah, jantung, paru-paru, mata sampai telinga. Demikian pula dengan pekerja administrasi yang diperiksa general check-up setiap 3 tahun. Saya pun didaulat untuk menjadi volunteer untuk diperiksa kesehatan. Alhamdulilllah sehat. Sementara teman-teman yang kurang sehat diperiksa juga dan diberi obat.

Klinik SOS

Cek rekam Jantung di Klinik

Setelah selesai dari klinik akhirnya kami check in di mess dimana kami akan tinggal selama 3 hari. Mess yang terbuat dari container yang bisa dibongkar pasang ternyata sangat nyaman seperti hotel bintang 4. Ada AC, TV, air panas, internet dan sudah tersedia buah-buahan yang siap dilahap :D

Kami segera bersih-bersih dan siap-siap menghadiri jamuan makan malam yang akan dihadiri oleh beberapa orang perwakilan dari Newmont yang akan menyambut kedatangan kami. Kami dikenalkan dengan Bapak Djarot sebagai Senior Manager Social Responsibity Newmont Nusa Tenggara. Beliau sudah bekerja di tempat ini selama 26 tahun. Sudah mengalami 3 masa periode pembangunan yaitu eksplorasi, konstruksi dan produksi. Beliau menyambut kedatangan kami dengan tangan terbuka dan siap menjawab apa saja yang ditanyakan.

Program social responsibility yang selama ini dijalankan oleh Newmont membawa dampak yang positif untuk masyarakat sekitar baik dari sektor kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Namun isu yang paling signifikan  adalah masalah tentang kesempatan kerja. Banyak penduduk di sekitar lokasi tambang ingin sekali menjadi pegawai di tempat ini karena melihat sukses yang dicapai oleh tetangganya yang bekerja di Newmont. Namun karena keterbatasan  kesempatan kerja dengan berat hati mereka tidak bisa diterima semuanya. Beberapa waktu lalu ada lowongan untuk 235 pekerja, sementara yang melamar lebih dari 5.000 orang. Perusahaan cukup kerepotan juga ketika mereka melakukan demo dan setelah diadakan dialog perusahaan memberikan kebijakan dengan menambah lowongan menjadi 300 orang  dan 300 orang berikutnya masuk dalam daftar tunggu.

Perusahaan selalu menerima aspirasi dari masyarakat, bahkan kini sudah ada kebijakan bahwa pekerja di Newmont sudah mengalokasikan 60% tenaga kerjanya dari penduduk lokal. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kesenjangan antara penduduk setempat dan pekerja pendatang.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dan saatnya kami pamit dan beristirahat karena besok sudah menanti agenda lainnya.

***

Hari ke-2 di acara “Sustainable Mining Boot Camp” diawali dengan mengunjungi IT Departement untuk setting notebook masing-masing agar bisa mendapat koneksi internet di seluruh kawasan Batu Hijau. Jadi kapanpun dan dimanapun selama masih di area tambang Batu Hijau kita akan selalu terkoneksi dengan internet.

Batu Hijau - IT Dept

IT Departement - Townsite Batu Hijau

Setelah itu kita mengunjungi Mining Division yang menjelaskan tentang sejarah dimulainya tambang Newmont. Kami mendapat penjelasan dari Dudi Setyandhaka sebagai Geologi Super Intenden yang bekerja di tempat ini sejak mulai ekplorasi tahun 1998 lalu.

Dudi menjelaskan pada tahun 1986 ditandatangani kontrak karya antara Pemerintah RI dengan PT Newmont Nusa Tenggara. Lalu tahun 1987-1988 dimulai pengambilan sample pada beberapa titik di kawasan ini. Dan pada tahun 1990 ditemukan anomali mineral di sekitar air terjun yang waktu itu diberi nama Green Creek. Nah sejak itulah daerah ini diberi nama Batu Hijau.

Antara tahun 1991 - 1996 diadakan pengeboran dibeberapa titik potensial dan tahun 1997 dimulai konstruksi pembangunan infrastuktur dan utilitasnya. Dan pada tahun 2000 PT Newmont mulai beroperasi hingga kini. Diperkirakan proses produksi di tambang Batu Hijau ini akan habis sekitar tahun 2031. Namun sebelum selesai sudah direncanakan proses reboisasi agar tempat ini berfungsi kembali seperti semula. Dari hutan kembali menjadi hutan. Namun itu pit Batu Hijau akan direncanakan menjadi sebuah danau.

Saat ini produksi tambang Batu Hijau sudah memasuki phase ke-6 dari phase 7 yang direncanakan. Produksi menghasilkan 500.000 ton per hari, sedangkan kapasitas proses pengolahan hanya sanggup mengolah sebanyak 125.000 ton. Sisa dari material yang tidak terolah disimpan disebuah tempat dan akan diproses kembali jika persediaan material sudah habis (ditabung).

Batu Hijau Pit

Lokasi Pit Batu Hijau dan Sekitarnya

Setelah selesai mendapat penjelasan tentang tambang tersebut kami diberi kesempatan untuk mengunjungi lokasi tambang yang memiliki diameter 2,8 km dan kedalaman 435 meter dibawah permukaan laut itu. Kami juga sempat merasakan sensasi menaiki monster truk yang bisa mengangkut material sebanyak 240 ton!

Batu Hijau - Pit 2

Pit Batu Hijau, lihat perbandingan monstek truck dengan gambar dibawah

Batu Hijau - Monster Truck

Monster Truck yang bisa mengangkut material sebanyak 240 ton

Acara berikutnya adalah melihat reefball yang berada di Teluk Belete. Untuk mencapai lokasi tersebut tentu saja kita harus DIVING! Sebuah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para divers. Reefball adalah sebuah karang buatan yang terbuat dari beton berbentuk bulat yang berfungsi untuk pelestarian terumbu karang, tempat bertelur ikan dan berlindung biota laut dan laboratorium biota laut. Sejak tahun 2004 PT Newmont sudah rutin membuat reefball tersebut, ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan.

Batu Hijau - Reefball

Reefball di dalam laut Belete, Sumbawa

Satu jam lebih kami habiskan untuk melihat-lihat reefball dan keindahan dalam laut Belete. Setelah lelah menyelam perjalanan dilanjutkan ke Pantai Maluk untuk menyantap hidangan malam. Namun sayang, karena keasyikan menyelam kami jadi ketinggalan momen sunset. Namun selepas senja, masih menyajikan keindahan lainnya yaitu bulan sabit dan bintang gemintang.

Whats a great day and night.

***

Hari ke-3 program “Sustainable Mining Boot Camp Batch 3″ yang diadakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara diawali dengan penjelasan proses batuan menjadi konsentrat yang disampaikan oleh Sophiaan seorang pekerja bagian metalurgis. Pabrik pengolahan bijih di Batu Hijau terdiri dari proses pengolahan dengan memisahkan mineral berharga dari pengotornya dan mengambil sebagai konsentrat dengan produk akhir konsentrat dan tailing.

Proses penghancuran diawali dengan crushing dan grinding berupa pengecilan ukuran partikel bijih dan dilanjutkan dengan proses liberation. Proses berikutnya adalah pengapungan (flotasi) yang memisahkan mineral dari pengotornya dan menghasilkan konsentrat berkadar tinggi.

Peserta SMBoot Camp memperhatikan penjelasan, bagaimana proses pengolahan ore yg dilakukan secara fisika

Tambang Batu Hijau selama ini menghasilkan konsentrat yang terdiri dari 23% mengandung tembaga, 100 ppm emas dan 67% pengotor. Sedangkan tailing ditempatkan di laut yang disalurkan melalui pipa darat sepanjang 5 km, kemudian pipa tersebut masuk ke dalam laut sepanjang 3,2 dengan kedalam 125 meter dan masuk palung laut yang memiliki kedalaman. Proses penempatan tailing di laut ini sudah berdasarkan hasil AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Dari segi apapun penempatan tailing di laut ini lebih baik jika dibandingkan dengan penempatan tailing di darat. Hal ini juga sudah mendapat persetujuan dari berbagai pihak seperti pemerintah dan masyarakat setempat karena tidak membahayakan lingkungan.

Newmont32

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pabrik pengolahan tersebut. Kami diajak berkeliling pabrik yang terdiri dari 6 lantai tersebut sesuai dengan proses diatas. Termasuk ke bagian control yang mengoperasikan pabrik ini secara komputerisasi dan semi-otomatis. Terakhir kami juga menyusuri pipa tailing sepanjang 3,2 km yang disalurkan dari pabrik hingga ke tempat akhir di tepi pantai Belete. Di tempat ini juga kami diperlihatkan hasil akhir yang diproduksi dari tambang ini adalah berupa konsentrat yg mengandung tembaga dan bahan mineral lainnya. Jadi bukan berupa berbentuk tembaga yang sudah jadi. Untuk menjadi sebuah produk jadi perlu diproses lagi dengan pabrik khusus disebut smelter yang di Indonesia hanya ada di Gresik. Newmont sendiri mengirim konsentrat ke Gresik sebanyak 8.000 ton setiap 2 minggu sekali. Selain itu banyak juga melalukan pengiriman ke berbagai negara seperti Jepang, Korea, China, dll.

Newmont33
Pipa sepanjang 3,2 km yang akan menempatkan tailing di dasar laut

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 dan sudah saatnya kembali ke Town Site Batu Hijau. Namun sebelumnya kami sempatkan untuk mampir di Pantai Rantung untuk melihat sunset sambil menikmati ubi goreng dan kopi khas di tepi pantai. Dan ketika mulai gelap kami benar-benar kembali ke Town Site Batu Hijau.

Newmont36

Selepas makan malam di ruang Rinjani kami mendapat penjelasan tentang tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar atau lebih dikenal CSR (Corporate Social Responsibility).Materi disampaikan oleh Wahid yang merupakan karyawan yang bertugas di bagian Community Development. Sesuai dengan visi perusahaan yaitu “Menjadi perusahaan tambang yang paling dihargai dan dihormati melalui pencapaian kinerja terdepan dalam industri tambang” sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk ikut melaksanakan program melalui kemitraan baik dengan pemerintah, LSM, konsultan, kontraktor lokal, Perguruan tinggi, sekolah, kelompok masyarakat.

Adapun program utama adalah Identifikasi Kebutuhan Masyarakat Rencana Strategis 5 Tahun Comdev II (2009 – 2013) kemudian dirinci lagi menjadi perencanaan tahunan dan pelaksanaan.

Untuk program kesehatan sudah melakukan pencegahan penyakit malaria dalam 5 tahun terakhir dari beberapa kasus kini menjadi 0% , peningkatan gizi anak balita dan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Bidang Pendidikan meliputi penguatan perpustakaan sekolah, beasiswa untuk pelajar dari tahun 1999 sampai sekarang sudah memberikan beasiswa kepada 10.000 orang yang berprestasi. Bahkan ada beasiswa penuh S1 hingga lulus hingga mencapai biaya Rp 400 Juta per siswa. Kemudian ada juga program sukses ujian nasional.

Selain itu ada juga program bidang Pertanian : program pendampingan petani sistem intensifikasi, pembibitan (60.000 bibit/tahun) , penghijauan, program kompos, pembuatan biogas. Untuk usaha lokal : membina usaha lokal, pembelanjaan barang dari pemasok dan kontraktor NTB dan KSB. Untuk bidang konservasi ada Konservasi  Penyu dan pembuatan Reefball untuk terumbu karang.

Begitu banyak progam CSR yang sudah dijalankan oleh perusahaan Newmont untuk masyarakat sekitar khususnya dan wilayah Nusa Tenggara umumnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar dan lingkungan. Besok lusa rencananya kami akan mengunjungi masyarakat bahkan menginap di rumah penduduk dan ingin mengetahui secara langsung apakah program-program tersebut sudah dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

(bersambung)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: