Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

“Keanekaragaman Hayati dan Air”, Tema Hari Kehati Sedunia 2013

REP | 22 May 2013 | 12:02 Dibaca: 250   Komentar: 4   2

“…because no one bacterium can degrade all wastes, a great diversity of bacteria is needed.”

Michael H. Gerardi -

Kutipan diatas diambil dari buku “Settleability Problems and Loss of Solids in The Activated Sludge Process.”

Yup, keanekaragaman bakteri adalah salah satu faktor utama yang menentukan kesuksesan proses pengolahan limbah cair industri maupun domestik.

Keanekaragaman Hayati (Kehati) atau biodiversitas, menyiratkan keanekaragaman Sumber Daya Genetis (SDG), merupakan parameter yang sangat menentukan keberlangsungan mahluk hidup di bumi ini. Kehati berhubungan langsung dengan hampir seluruh aspek kehidupan manusia, khususnya di bidang ekonomi.

Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa nilai perdagangan tanaman obat dan produk berasal dari tumbuhan termasuk suplemen, pada tahun 2000 mencapai 43 milyar USD, meningkat menjadi 60 milyar USD tahun 2002. Tahun 2010 diprediksi lebih dari 200 milyar USD dan tahun 2050 menjadi 5 trilyun.

Sedangkan menurut WHO, 80% penduduk dunia bergantung kepada obat herbal, bahkan 25% dari obat-obatan modern yang dipasarkan di dunia berasal dari tumbuhan. Sekitar 74% dari 121 jenis bahan aktif obat yang digunakan dalam pengembangan obat modern di dunia seperti digitoksin, reserpin, tubocucorin, ephedrin, vincristin, vinblastin dari tumbuhan obat di wilayah tropis (Menlh).

Hari ini, 22 Mei 2013, adalah Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia. Ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menandai waktu diselesaikannya naskah final Convention on Biological Diversity (CBD) atau Konvensi mengenai Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei 1992.

Tema Hari Kehati tahun ini adalah “Keanekaragaman Hayati dan Air (Water and Biodiversity)”. Pemilihan tema ini juga diselaraskan dengan penetapan tahun 2013 sebagai International Year of Water Cooperation oleh PBB.

Air dihubungkan dengan Kehati dalam tema tahun ini karena air, mencakup  kuantitas dan kualitas, adalah penopang Kehati. Siklus air mulai mengalami gangguan akibat aktivitas kehidupan manusia yang tidak terkendali, hal ini dapat kita lihat dari jadwal musim hujan yang tidak stabil, banjir, dan debit mata air yang berubah-ubah. Hal ini diakibatkan oleh penggunaan air yang berlebihan, penebangan hutan secara sembarangan dan masuknya bahan-bahan pencemar yang berasal dari limbah industri dan domestik ke dalam sumber-sumber dan badan air.

Well Dear Readers,

Semoga Hari Kehati Sedunia ini, dapat kita jadikan sebagai momen refresh mengenai pentingnya keanekaragaman hayati dan mendorong kita untuk melakukan aktivitas yang berdampak positif bagi sistem kehidupan di bumi ini.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers

—–

Penulis adalah Supervisor Laboratory Testing di Hamsa Multisain Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan penyuplai produk-produk yang berhubungan dengan Analisis dan Pengolahan Limbah Industri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 13 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pangeran Samudera …

Rahab Ganendra | 7 jam lalu

Menumbuhkan Budaya Malu antara Bersubsidi …

Van_nder | 8 jam lalu

“Ulah Meuli Munding …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Dari Cerita Rakyat Ikan Tapa Malenggang, …

Muhammad Aris | 8 jam lalu

Awalnya Peduli, Lama-lama Mencuri …

Dina Agustina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: