Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Mari Menanam Banyak Bunga dan Pohon

OPINI | 06 June 2013 | 06:03 Dibaca: 240   Komentar: 7   3

Hari Lingkungan Hidup atau di Jerman disebut Tag der Umwelt, dirayakan sedunia kemarin, 5 Juni 2013. Konon, pusat perayaan di Swedia.

Di Jerman, banyak perlombaan diselenggarakan untuk merayakan hari yang penting demi kelangsungan hidup generasi mendatang. Pada intinya, menyelamatkan lebah dianggap menjadi salah satu upaya penyelamat lingkungan.

1370472905414054337

Buchsbaum di kebun kami

Jerman ingin melindungi lebah

Usai membaca komentar mas Tri Joyo Adi, saya menyambanginya untuk mengucap terima kasih sekaligus memberikan komentar pada artikelnya berjudul Selamat HL eh Selamat hari lingkungan hidup sedunia.

Hari yang diperingati setiap tahun tepatnya pada tanggal 5 Juni itu, sedikit unik di Jerman. Pasalnya, banyak perlombaan yang diselenggarakan demi menyelamatkan lebah! Eh, lebah???

Lomba itu antara lain oleh Landesjugendring Mecklenburg-Vorpommern bertajuk “Ich helf‘ dir du hilfst mir -Bienen brauchen Freunde!”(saya bantu kamu, kamu bantu aku-kawanan lebah membutuhkan kawan). Ini mengajak peserta (single atau grup/lembaga) untuk kreatif mengajukan proyek pemeliharaan lebah. Hadiahnya antara lain 1000 euro.

Kegiatan itu diadakan sehubungan dengan semakin terancamnya populasi lebah dikarenakan penggunaan pestisida, pergantian aturan pertanian, manusia yang kurang ramah pada hewan ini dan berkurangnya bunga dan pohon.

Jika kita membantu lebah untuk hidup dari generasi ke generasi, lebah akan rajin membuat madu untuk kebutuhan manusia. Madu diyakini banyak orang, memiliki sejuta manfaat.

Ada yang bisa saya bantu?

Menurut para pakar, lebah adalah bagian dari rantai makanan yang mempengaruhi langgengnya lingkungan. Jika punah, ini akan mengganggu. Itulah mengapa, upaya menjaganya sebaiknya dilakukan seperti pembuatan rumah/sarang lebah di kebun, bebatuan tempat mereka bersembunyi, dan menanam bunga, buah, sayuran dan pohon ! Penanaman flora itu mendukung program anti kelaparan bagi para lebah. Maklum, gudang pangan mereka terjaga.

Disitu ada bunga, datanglah kumbang menghisap. Jerman menyebut lebah liar kecil-kecil dengan Wildbienen, yang diperkirakan ada 700 spesies hidup di negerinya. Sedangkan Hummel atau lebah besar, saya biasa sebut tawon ndas (saking besarnya).

Pertama kali pindahan rumah, saya merasa terganggu dan takut saat lebah-lebah kecil itu banyak hinggap di sebuah pohon tepat di tengah-tengah kebun. Pohon yang dijuluki Buchsbaum itu memiliki daun yang lebat, diujung-ujung rantingnya ada seperti biji-bijian. Itu rupanya yang menarik perhatian hewan lebah untuk datang dan menghisapnya. Kalau kami sedang diam, suara lebah itu terdengar nyaring. Ngung-ngung-nguuuuung.

Begitu pula saat musim plum, sekali dalam empat tahun. Karena Zwetsgen itu manis, sukalah para tawon bergerombol di dua buah pohon plum itu. Kadang harus hati-hati memetiknya. Takut digigit, bisa abuh alias bengkak.

Lebah yang kecil kalau menggigit juga mengerikan. Pernah seekor anjing dientup, wah langsung dengklang atau pincang. Masuk ruang praktek dokter hewan, meraung … diolesi krim, srettt … bayar 5 euro! Walah-walaaaah.

Oh. Kami termasuk beruntung ketika membeli rumah tempat tinggal sekarang ini, sudah banyak pohon yang ditanam; plum, jati, Wallnut, Haselnut, cemara. Mengamati lingkaran pohon, rata-rata usianya saya taksir barang 10-20 tahun. Gendut. Satu pohon rusak hingga dipotong suami, lalu datang seekor burung pelatuk, melubanginya. Belum juga selesai, burung itu tak kembali lagi. Mungkin kebun kami terlalu berisik. Banyak anak-anak. Satu pohon cemara ditebang karena letaknya dekat sambungan listrik, berbahaya. Ndak ngambruki, agar tidak menimpa kabel dan rumah.

Greenpeace sendiri sedang berjuang untuk membujuk banyak negara termasuk Jerman, melarang pemilik lahan pertanian menggunakan pestisida. Di daerah sekitar saya tinggal misalnya Bodensee, dimana pohon apel dan ladang anggur bertebaran, ini masih digunakan. Spritz-spritz-spritz. Jaring-jaring hitam terpasang dimana-mana, menghindari Hagel, hujan es batu, yang bisa merusak buah.

13704733101275509288

Kupu kuwi tak encupi

Hmm … semoga summer ini bakalan tetap banyak lebah menghisap madu dari bunga, buah, sayur dan pohon di kebun kami. Setidaknya sumbangsih pribadi ini, pasokan bagi para lebah Jerman yang dikatakan semakin berkurang. Bagaimana dengan di rumah Kompasianer? Masihkah lebah, kupu-kupu dan serangga lainnya mampir di kebun? OK, selamat menanam dan menyiram. Saya tidak pakai pestisida. Selamat pagi. (G76)

Sumber:

1. Pengalaman pribadi

2. Lomba hari lingkungan hidup Jerman

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: