Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Chandra Muliawan

Ketua Departemen Advokasi DEWAN RAKYAT LAMPUNG 2013 - 2015 Ka. Divisi EKOSOB LBH Bandar Lampung

Strategi Advokasi Berbasis Masyarakat

REP | 24 June 2013 | 10:26 Dibaca: 225   Komentar: 0   0

Pemberdayaan Masyarakat dirancang untuk memahami arti penting konsep pemberdayaan (emplowerment) sebagai kecenderungan  dalam konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan.  Secara kritis akan dibahas pokok-pokok pikiran (teoritik dan ideologis) yang mendasari timbulnya konsep pemberdayaan masyarakat dalam studi ling kungan hidup, hubungan kemitraan & partisipasi antara pemerintah dan masyarakat sipil, makna dan peran strategis pemberdayaan masyarakat dalam proses transformasi sosial (lokal, regional, global).  Strategi pengembangan pemberdayaan masyarakat kawasan lindung, hutan, pesisir, pertanian, DAS, kota.

Apabila perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan tidak dilakukan secara terpadu, maka dikhawatirkan sumberdaya tersebut akanrusak bahkan punah, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk menopang keseimbangan pembangunan nasional dalam mewujdukan bangsa yang maju, adil dan makmur.

Konsep pembangunan yang kita baca di buku-buku teori sejatinya mengadopsi dan mengutamakan tiga aras; keadilan sosiologis, ekologis dan ekonomis. Pembangunan jika memang dimaksudkan untuk masyarakat sekitar mestinya menempatkan penerima manfaat itu secara jelas. Dalam artian, bolehlah kita membangun bangunan tinggi, berbahan beton atau bahkan mengkonversi satu kawasan namun harus dikalkulasi dampaknya secara menyeluruh.

Issu keberlanjutan ekosistem pantai selama tiga puluh tahun terakhir masih berkutat pada sulitnya mengadopsi pengelolaan sumberdaya pesisir secara efektif, adanya inkonsistensi dan lemahnya penegakan hukum serta ketidakmampuan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan keseimbangan ekologis-sosial-ekonomi. Selalu ada yang dirugikan. Pembangunan kota telah memberikan dampak beragam bagi kawasan sekitarnya. Manfaat yang tidak tunggal tetapi segudang ancaman ekologis dan sosiologis.

Pesisir adalah wilayah publik dan oleh sebab itu, membangun tanggul atau bangunan berangka beton untuk komersialisasi belaka, bukanlah pilihan mendesak. Masih banyak alternatif lain semisal menanam bakau atau upaya proteksi lainnya yang memberi manfaat seluas mungkin.

Kerusakan lingkungan yang telah dan sedang terjadi harus dikaji dan solusi harus dicarikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pada tingkat pemerintah, yang diperlukan adalah Amdal kawasan regional. Evaluasi terhadap Amdal yang telah dikeluarkan harus dilakukan untuk mengecek kalau ada pelanggaran, dan sangsi untuk pelanggaran itu harus ditetapkan. Sebuah Strategi Pengelolaan Zona Pesisir yang Terpadu direkomendasikan untuk pembangunan dan restorasi lingkungan di zona Teluk. Rusaknya rupa pantai dan pemukiman warga karena gerusan ombak diperparah oleh proses sedimentasi dan reklamasi yang hebat di muara sungai. Semakin kokoh satu kawasan pantai semakin mudah arus dan daya gelombang untuk dibelokkan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 5 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: