Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Ranu

Happiness only real when shared

Keanekaragaman Hayati Indonesiaku, Kini dan Esok Hari

OPINI | 28 July 2013 | 09:50 Dibaca: 1335   Komentar: 2   0

13749795662038786575

Indonesia merupakan negara kaya sumber daya alam. Memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi di dalamnya. Keanekaragaman Hayati adalah keseluruhan variasi berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada makhluk hidup.

Saat ini, tekanan berbagai kepentingan pemanfaatan hayati di banyak kawasan, hal itu tentu mengancam kekayaan biodiversitas Indonesia. Kepulauan Indonesia berupa alam sangat luas dan penting baik secara nasional, maupun internasional. Indonesia mempunyai tanggung jawab dunia dan nasional untuk memerhatikan secara sungguh-sungguh mengenai perlindungan. Kini lebih dari 350 daerah di Indonesia ditetapkan untuk konservasi, meliputi upaya pelestarian ekosistem dan melindungi tanah dan air.

Keanekaragaman hayati Indonesia mampu memberikan manfaat berupa manfaat ekonomi, sosial budaya dan wisata dan ilmu pengetahuan.

Ditinjau dari manfaat ekonominya. Indonesia memiliki banyak jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) yang dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.  Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor. Banyak jenis kayu yang bias dimanfaatkan antara lain adalah kayu ramin, gaharu, meranti, sengon, mahoni dan jati. Jika di ekspor ke luar negeri akan menghasilkan devisa besar bagi negara. Beberapa hasil hutan non kayu juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetik. Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri. Selain itu,kegiatan jual beli untuk satwa liar hutan yang overpopulasi juga memiliki keuntungan yang besar secara ekonomi. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan. Jika mampu dimanfaatkan dengan pengelolaan yang lebih baik, bukan tidak mungkin pada masa depan ekonomi Indonesia akan bergantung terhadap kekuatan sumber daya lautnya.

Ditinjau dari manfaat Wisata dan Ilmu Pengetahuan. Kekayaan aneka flora dan fauna yang dimiliki Indonesia sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan wisata. Flora dan fauna di berbagai kawasan konservasi maupun di alam liar banyak diteliti dan diamati keberadaannya oleh sebagian besar peneliti di dunia. Para peneliti seringkali mengamati bagaimana perlakuan mereka untuk hidup dan beradaptasi terhadap lingkungannya. Hal ini menjadi nilai tambahan tersendiri karena Indonesia memiliki nilai dan potensi luar biasa untuk flora dan fauna.

Kemudian, ditinjau dari manfaat Sosial dan Budaya. Sebagian besar masyarakat Indonesia yang menetap di wilayah pegunungan, dataran rendah, dan daerah sekitar hutan seringkali hidupnya bergantung terhadap seumberdaya alam dari hutan. Kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan kebudayaan yang erat bagi masyarakat, sehingga apabila hutan dan kawasan keanekaragaman hayati ini rusak. Tentu akan mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri mengenai alam,kearifan lokal dan menganggap bahwa alam adalah pemberian sang Maha Kuasa untuk manusia dan manusia wajib memanfaatkan sumberdaya alamnya dengan bijaksana. Dengan adanya aturan-aturan tersebut, keanekaragaman hayati akan terus terjaga kelestariannya.

Namun kini tidak sedikit hutan dan lingkungan yang memiliki kenaekaragaman hayati tinggi mulai rusak, akibat ulah manusia sendiri karena tidak bijaksana dalam mengelola sumberdaya alam nya.Hal tersebut bisa berdampak negatif terhadap habitat hidup makhluk hidup lain.

Dalam usaha menjaga kelestarian sumber daya hayati agar tidak punah adalah dengan cara menjaga keutuhan lingkungan tempat hidup makhluk hidup. Pemerintah melalui Departemen Kehutanan sudah banyak memberikan fasilitas dan upaya nyata untuk ikut menyelamatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia.

1.Cagar Alam

Cagar alam adalah kawasan perlindungan alam yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Perkembangan dan pertumbuhan hewan dan tumbuhan, berlangsung secara alami. Sesuai dengan fungsinya cagar alam dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata. Terdapat dua jenis cagar alam yaitu cagar alam darat dan cagar alam laut. Di Indonesia cagar alam darat antara lain : Cagar Alam Morowali di Sulawesi tengah, Cagar Alam Nusa Kambangandi Jawa Tengah, Cagar Alam Gunung Papandayan di Jawa Barat, Cagar Alam Dolok Sipirok di Sumatera Utara, Cagar Alam Ranu Kumbolo di Jawa Timur, dll. Sedangkan cagar alam laut antara lain : Cagar Alam Kepulauan Aru Tenggara di Maluku, Cagar Alam Pulau Anak Krakatau di Lampung, dan Cagar Alam Kepulauan Karimata di Kalimantan Barat.

2. Suaka Margasatwa

Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa, dan untuk kelangsungan hidup satwa dapat dilakuakan pembinaan terhadap habitatnya. Di Indonesia suaka marga satwa darat antara lain : Suaka Margasatwa Rawa Singkil di NAD (Aceh), Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Sumatera Selatan, Suaka Margasatwa Muara Angke di DKI Jakarta, Suaka Margasatwa Tambora Selatan di Nusa Tenggara Barat, Suaka Margasatwa Lamandau di Kalimantan Tengah, dan Suaka Margasatwa Buton di Sulawesi Tenggara. Sedangkan Suaka Margasatwa laut antara lain : Suaka Margasatwa Kepulauan Panjang di Papua, Suaka Margasatwa Pulau Kassa di Maluku, dan Suaka Margasatwa Foja di Papua.

3.Taman Nasional
Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman nasional dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata alam. Ada 50 Taman Nasional yang dikelola oleh Pemerintah Indonesia. Contoh taman nasional di Indonesia yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Merapi, Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Lorentz, dll. Sedangkan Taman Nasional Laut Bunaken merupakan salah satu contoh Taman nasional Laut di Indonesia.

Perhatian dan kesungguhan pemerintah,instansi,lembaga non pemerintah dan partisipasi seluruh masyarakat di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Kepedulian dan tanggung jawab manusia dalam mengelola sumber daya alam berpengaruh besar terhadap kondisi keanekaragaman hayati di Indonesia, yang mampu bertahan hingga saat ini. Namun pertanyaannya apakah mampu bertahan sampai esok hari?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: