Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Membuat Komposter Rumahan Sederhana

REP | 08 September 2013 | 15:34 Dibaca: 4712   Komentar: 42   17

Gagasan untuk membuat komposter di rumah sebenarnya sudah lama. Namun baru beberapa bulan ini bisa saya wujudkan. Komposter adalah sebuah metode pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk. Sebenarnya, konsep komposter ini sederhana saja, yaitu memanfaatkan kerja bakteri untuk menguraikan sampah.

Setelah beberapa bulan ini saya lakukan, volume sampah dari rumah berkurang mencapai 50% karena pemakaian komposter ini. Ini adalah angka yang cukup siginifikan, dan apabila tiap-tiap rumah tangga bersedia dan berkehendak melakukannya, maka volume sampah di tingkat lingkungan otomatis juga akan berkurang. Ini menjadi kabar baik untuk masalah persampahan, yang selama ini menjadi isu rumit terutama di lingkungan perkotaan yang padat hunian dan keterbatasan kapasitas dan metode pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Untuk membuat komposter sederhana rumahan, bahan-bahan yang diperlukan adalah :

1. Tempat penampungan sampah organik beserta tutupnya, perkirakan ukuran sesuai volume sampah organik yang dihasilkan pada rumah kita. Contoh : ember atau tong plastik (barang-barang ini mudah kita dapat). Tutup kita perlukan, agar sampah yang ditampung dalam wadah tersebut tidak didatangi lalat. Buat lubang kecil-kecil pada wadah yang kita pilih, agar oksigen bisa masuk, dan pastikan juga lubang-lubang kecil di bagian bawah wadah untuk mengeluarkan lindi (cairan sisa pembusukan).

2. Cairan EM4, sebagai makanan bakteri untuk mempercepat proses penguraian sampah (bisa dibeli di toko-toko pertanian)

3. Sedikit air untuk mengencerkan larutan EM4

4. Gunting atau pisau untuk merajang sampah, disini ukuran sampah organik sengaja saya potong-potong agar proses pembusukan berlangsung cepat

5. Tentu saja sampah an organik dari rumah, dan pengaduk sampah (bisa batang kayu atau lainnya)

Cara membuat kompos rumahan dengan komposter :

13786278822120017939

Siapkan sampah an organik, tips saya adalah, potong sampah menjadi kecil-kecil sehingga proses pembusukan cepat berlangsung

13786279621804832099

Siapkan cairan EM4, dan botol bekas air mineral untuk mengencerkan cairan EM4. Saya biasa mengencerkan dengan perbandingan 1:10, jadi setiap 1 tutup botol EM4, saya cairkan dengan 10 tutup air.

137862809770621114

Masukkan sampah ke dalam wadah (komposter)

1378628163429775978

Tuangkan cairan EM4 yang sudah diencerkan kedalam tumpukan sampah, kemudian aduk sampai rata.

13786282841367634019

Pastikan komposter ditutup sehingga tidak didatangi lalat, serta bau busuk dari proses penguraian sampah tidak mengganggu.

137862835247041163

Taruh komposter sedikit lebih tinggi dari tanah, bisa diganjal dengan batu bata atau material lainnya, sehingga cairan lindi tidak tertinggal dan mengendap di dalam komposter.

13786284342039888163

Setelah beberapa waktu, proses pembusukan mulai menampakkan hasilnya. Pastikan kita selalu mengaduk timbunan sampah di dalam komposter ini.

13786285081215154205

Setelah kurang lebih 2 bulan (ini bisa berbeda-beda), akhirnya kompos pun dihasilkan dan siap digunakan untuk pupuk.

Sebenarnya proses dan bahan yang digunakan untuk membuat komposter sangatlah sederhana dan mudah didapat di sekitar rumah tangga kita. Hanya dibutuhkan keinginan kuat dan komitmen untuk tetap berkelanjutan mengolahnya. Saya merasakan sendiri manfaatnya dari pengolahan sampah organik rumah tangga ini. Selain volume sampah dari rumah berkurang, saya mendapatkan manfaat dari kompos yang dihasilkan, karena kebetulan saya juga memiliki kebun kecil di rumah. Saat ini, saya tidak perlu membeli pupuk lagi.

Semoga sedikit pengalaman saya di atas bermanfaat bagi rekan-rekan di forum Kompasiana ini. Sudah saatnya bagi kita untuk melakukan tindakan nyata meski sederhana, untuk pengolahan sampah dan penghijauan.

Selamat mencoba.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: