Back to Kompasiana
Artikel

Penghijauan

Tubagus Encep

Kandidat kakek, belajar mengajar di madrasah dan ingin terus belajar............

Mengenal Tray Semai/Bibit untuk Benih Tanaman

HL | 19 November 2013 | 10:35 Dibaca: 1408   Komentar: 43   21

13848296392039175111

Deretan Try Bibit/semai di green house ala penulis (dok.pribadi)

Bagi mereka penghobi tanaman mungkin mengenal apa itu tray semai/bibit sebagai tempat untuk menanam benih sebelum dipindahkan ke kebun atau pot-pot besar untuk bercocok tanam.

Tray bibit/semai memudahkan kita untuk menyemai karena bentuknya yang ringan karena terbuat dari plastik dan tidak memakan tempat ketika diletakkan secara bersusun dalam rak-rak khusus yang bisa kita buat dari bambu atau kayu.

13848302811583590832

Try bibit/semai untuk tanaman (dok. pribadi)

Tray bibit ini memiliki lubang tempat benih yang bervariasi mulai dari 32, 50, 72, 105, hingga 128. Dengan dimensi sama untuk semua jenis lubang, yaitu panjang 55 cm dan lebar 28 cm, kedalaman kurang lebih 5 cm dan memiliki lubang bawah untuk mengalirkan air bekas siraman. Dengan cukup mengeluarkan uang berkisar antara Rp10.000-15.000/pc kita sudah bisa mendapatkan benda tersebut di toko-toko pertanian atau bisa dilakukan dengan cara belanja online ke toko online terpercaya.

13848307241011303960

Benih Tomat dalam try semai (dok. pribadi)

Tentu saja bagi mereka yang kesulitan mendapatkan benda ini bisa memanfaatkan benda lain sebagai penggantinya yang kita buat dari potongan gelas bekas minuman air mineral atau juga cangkang wadah/tempat telur yang bisa diminta dengan gratis pada pedagang telur langganan pembaca.

menyemai benih di bekas air mineral (sumber gambar: famorganic.com)

menyemai benih di bekas air mineral (sumber gambar: famorganic.com)

Menyemai benih pada tempat khusus akan memudahkan kita memisah dan memilih benih yang dianggap paling sehat untuk selanjutnya ditanam di kebun atau pot-pot besar khusus tanaman.

Mari kita galakkan menanam sebagai bentuk cinta kita pada lingkungan dan warisan bagi anak cucu kita kelak.

Salam kompasiana, berkah Tuhan untuk semua pembaca.

***************************************************************

Tulisan sebelumnya: Ruang Rindu

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tak Selamanya Penggusuran Pedagang dengan …

Wisnu Aj | | 30 January 2015 | 14:21

Jokowi & Pendekatan Humanis dalam …

Ilyani Sudardjat | | 30 January 2015 | 09:58

Panglima TNI Berbeda dari “Panglima” di …

Mds Efron | | 30 January 2015 | 08:19

Mudahnya Jadi Wartawan Gadungan …

Choiron | | 30 January 2015 | 08:55

Mengenang Sinetron Era 90-an …

Mariam Umm | | 30 January 2015 | 06:38


TRENDING ARTICLES

Benarkah Pak Jokowi Meninggalkan PDI …

Kosmas Lawa Bagho | 9 jam lalu

Adu Kuat Jowoki dan Mega (Pecah Kongsi?) …

Ken Shara Odza | 11 jam lalu

Menebak Strategi dan Langkah Presiden …

Harry Purnomo | 12 jam lalu

Jokowi dan Lobi Trisakti; Lepasnya …

Imam Kodri | 13 jam lalu

BG “Pembukaan” Pro JK, …

Hendrik Riyanto | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: