Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Sarjono Drs Mm

positif thingking

Lengkuas (Laos, Jawa) Pohon Pelindung Debu

OPINI | 13 January 2011 | 15:44 Dibaca: 681   Komentar: 10   2

Tidak lazim memang,pohon ini biasanya di tanam di kebun untuk di ambil umbinya sebagai bumbu masak bagi Ibu- Ibu rumah tangga. Awal nya kami sekedar iseng karena istri bersih- bersih dapur dan kebetulan ada umbi lengkuas yang hendak di buang,merasa sayang saja saya mencoba menanamnya di depan rumah di tepi jalan di luar pagar rumah.

Karena tidak mempunyai sisa tanah dalam pekarangan saya, hanya karena senang bertanam saja kami mencoba memanfaatkan sedikit tanah kosong di tepi jalan sepanjang depan rumah, kami manfaatkan dengan tanaman jambu dursono dan matoa  yang sudah ada sebelumnya bahkan beberapa kali  sudah berbuah cukup lebat,dan kita panen bersama -sama dengan tetangga terutama anak - anak maklum tanah milik bersama,inilah yang menjadikan kebahagian bersama bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Di sela - sela pohon besar itu kami tanam ubi lengkuas dan ternyata bisa tumbuh subur daunya tumbuh lebat dan beranak banyak sekali hampir memenuhi pinggir jalan sepanjang pekarangan kami,sehingga mirip seperti pagar hidup di depan rumah kami, sehingga kalau di lihat dari luar teras kami tidak terlihat karena tertutup pohon lengkuas ini,Umur pohon ini sudah lebih empat tahun tidak pernah kering sehingga apabila musim kemarau tiba di mana banyak debu beterbangan bisa menghambat/menahan debu yang seharusnya  masuk teras.

Sepengetahuan kami dahulu,  pohon ini umurnya tidak panjang  namun setelah kami mengetahui dan menanam sendiri umurnya ternyata bisa  hidup lama dan tidak mati -mati, serta daunya selalu segar.kemungkinan ini terjadi karena apabila tanah sedikit kering sering kami siram sehingga kondisi tanah  selalu basah.

Inilah sedikit manfaat lain dari lengkuas , dimana untuk beberapa hari ini istri saya sering rasan -rasan mau mbabati pohon ini karena sudah terlalu rimbun,namun saya selalu beralasan aja ndisik -aja ndisik , eman-eman segeeere ,,,,,,,,itu lho,,,,,,,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 12 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pijat Refleksi Hilangkan Keluhan Lambungku …

Isti | 7 jam lalu

(Lumen Histoire) Sejarah dan Seputar …

Razaf Pari | 8 jam lalu

Kisah Pilu “Gerbong Maut” di …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Batik Tulis Ekspresif yang Eksklusif …

Anindita Adhiwijaya... | 8 jam lalu

Akherat, Maya Atau Nyata? …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: