Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Widi Yanto

widiyanto mahasiswa universitas mercubuana jakarta

3 Kerusakan Alam Terparah di Indonesia

REP | 14 July 2011 | 12:56 Dibaca: 11151   Komentar: 1   0

Banyak sekali kerusakan alam yang terjadi di ngara kita ini. Mulai dari rusaknya sebagian ekosistem laut, rusaknya sebagian besar hutan yang menyebabkan banjir, tanah longsor, dll. Kerusakan itu sebagian besar disebabkan karena ulah manusia sendiri. Kerusakan terbesar yang terjadi di Indonesia menurut survei adalah :

1. Penambangan Emas Oleh Newmon* di Nusa Tenggara Barat

Kerusakan Akibat Penambangan Oleh PT. Newmon* Di Nusa Tenggara
Setelah dimulainya penambangan Emas oleh PT. Newmon* selama kurang lebih 20 tahun menyebabkan begitu banyak kerusakan alam yang dapat dilihat langsung dan juga menyebabkan kerusakan di laut dikarenakan pembuangan limbah ke laut dan lingkungan sekitar dimana limbah-limbah tersebut masih mengandung merkuri dan arsenik.

1310647761584291404

2. Penambangan Oleh PT. Freepor* di Papua

Aktivitas pertambangan PT Freepor* di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 hingga saat ini telah berlangsung selama 42 tahun. Selama ini, kegiatan bisnis dan ekonomi Freepor* di Papua, telah mencetak keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan asing tersebut, namun belum memberikan manfaat optimal bagi negara, Papua, dan masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan
Freepor* telah membuang tailing dengan kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) melalui Sungai Ajkwa. Limbah ini telah mencapai pesisir laut Arafura. Tailing yang dibuang Freepor* ke Sungai Ajkwa melampaui baku mutu total suspend solid (TSS) yang diperbolehkan menurut hukum Indonesia. Limbah tailing Freepor* juga telah mencemari perairan di muara sungai Ajkwa dan mengontaminasi sejumlah besar jenis mahluk hidup serta mengancam perairan dengan air asam tambang berjumlah besar.
1310647872922564156

Dari hasil audit lingkungan yang dilakukan oleh Parametrix, terungkap bahwa bahwa tailing yang dibuang Freepor* merupakan bahan yang mampu menghasilkan cairan asam berbahaya bagi kehidupan aquatik. Bahkan sejumlah spesies aquatik sensitif di sungai Ajkwa telah punah akibat tailing Freepor*.

3. Kerusakan Terumbu Karang di Perairan Indonesia

TERUMBU karang di perairan Indonesia kerap disebut-sebut dalam kondisi rusak parah. Bila mengacu pada penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P3O-LIPI), terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50 persen, sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6,2 persen. Kerusakan itu terutama disebabkan praktik pengeboman ikan dan pengambilan karang untuk bahan bangunan dan reklamasi pantai.
Kondisi rusaknya terumbu karang itu akan terasa makin memprihatinkan bila mendengar keterangan dari pakar terumbu karang, yang mengatakan bahwa pemulihan terumbu karang memakan waktu cukup lama, berpuluh hingga beratus tahun. Itu pun bila kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung.
Padahal, fungsi terumbu karang amat besar bagi kelangsungan hidup ikan dan beragam biota laut lainnya, mulai dari tempat mencari makan hingga berkembang biak. Oleh karena itu, rusaknya terumbu karang berarti juga menurunnya populasi ikan. Itu berarti pula berkurangnya pasokan ikan sebagai bahan pangan manusia. Manfaat lain dari terumbu karang adalah sebagai pelindung pantai dari abrasi

1310648060461424097

Kerusakan yang terjadi disekitar kita tidak lain karena ulah tangan manusia, tidak ada kata terlambat dalam segala hal. Selama ada kesadaran dan kemauan dari kita, saya yakin kerusakan yang sudah terjadi perlahan-lahan bisa kita perbaiki.mari kita jaga dan lestarikan alam kita demi kelangsungan hidup kita dan untuk warisan anak cucu kita nantinya.

http://www.industri17widiyanto.blog.mercubuana.ac.id

Reverensi:

http://astriariyanti.wordpress.com/2011/04/27/3-kerusakan-alam-terparah-di-indonesia/

http://www.lintasberita.com/Nasional/Berita-Lokal/inilah-3-kerusakan-alam-terparah-di-indonesia

http://archive.kaskus.us/thread/3722935/

http://blo9el.blogspot.com/2011/05/3-kerusakan-alam-terparah-di-indonesia.html

sumber gambar :

http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.ubb.ac.id/foto/terumbukarang/penyusuk/desember2008/bangka-penyusuk-des08-8.jpg&imgrefurl=http://www.ubb.ac.id/indexkarang.php%3Fjudul_karang%3DEkspedisi%2520Terumbu%2520Karang%2520%28Coral%2520Reef%29%2520di%2520Pantai%2520Penyusuk%2520Desember%25202008%26%26nomorurut_karang%3D10&usg=__YAjsVsz_ukgdvXJnX8wprdHnI10=&h=600&w=800&sz=185&hl=en&start=0&zoom=1&tbnid=OjoEEjMxYGdsfM:&tbnh=123&tbnw=149&ei=xDAZTtfyHYbLrQeSxdXIAQ&prev=/search%3Fq%3Dkerusakan%2Bterumbu%2Bkarang%26hl%3Den%26biw%3D1024%26bih%3D357%26gbv%3D2%26tbm%3Disch&itbs=1&iact=hc&vpx=575&vpy=86&dur=393&hovh=194&hovw=259&tx=128&ty=81&page=1&ndsp=9&ved=1t:429,r:3,s:0&biw=1024&bih=357

http://www.google.com/imgres?imgurl=http://3.bp.blogspot.com/_Csk4MPwfO3s/TF7usSV9uAI/AAAAAAAAByw/hAxZyurzREQ/s1600/7157947.jpg&imgrefurl=http://arki-papua.blogspot.com/2010/08/inilah-fakta-freeport-merugikan-bangsa.html&usg=__tRIY_QzGBW7h63lBI8rqoR87fGU=&h=768&w=1024&sz=150&hl=en&start=0&zoom=1&tbnid=ky-wXF997_mS9M:&tbnh=119&tbnw=159&ei=mFIZTv3jM4XtrQeh2JDQAQ&prev=/search%3Fq%3Dpenambangan%2Bfreeport%26hl%3Den%26biw%3D1024%26bih%3D388%26tbm%3Disch&itbs=1&iact=hc&vpx=304&vpy=67&dur=1151&hovh=194&hovw=259&tx=125&ty=109&page=1&ndsp=10&ved=1t:429,r:6,s:0

http://www.google.com/imgres?imgurl=http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/tambang_newmont_100825104746.jpg&imgrefurl=http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/11/05/11/ll12pd-soal-saham-newmont-pemerintah-dinilai-tidak-abaikan-pemda&usg=__nbHGAqA7vOvxizJ8M2qnXLJnFJs=&h=260&w=360&sz=42&hl=en&start=0&zoom=1&tbnid=KEXeAQH6hgRwuM:&tbnh=118&tbnw=180&ei=SlMZTtyvKseurAeayv3IAQ&prev=/search%3Fq%3Dpenambangan%2Bemas%2Bnewmon%26hl%3Den%26biw%3D1024%26bih%3D388%26tbm%3Disch&itbs=1&iact=hc&vpx=334&vpy=90&dur=2260&hovh=191&hovw=264&tx=137&ty=161&page=1&ndsp=9&ved=1t:429,r:6,s:0

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 9 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 9 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal Festival Ancak dari Desa Jeladri, …

Cak Uloemz | 7 jam lalu

Liga Tarkam, Rusuh Kok Budaya? …

Aprillia Lita | 7 jam lalu

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Sri Mulyani Jadi Mentri Jokowi dapat …

Alfons Meliala | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: