Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Nur Hasim

ingin belajar dan berbagi yang positif sepanjang masa

Manfaat Lain Sitrun

REP | 12 September 2011 | 17:02 Dibaca: 6171   Komentar: 3   35

13158467431667421600

citroen

Sitrun dapat digunakan untuk membersihkan keramik kamar mandi/wastafel? masa sih? ah mana mungkin,  setahu saya sitrun (asam sitrat) adalah salah satu bahan tambahan makanan atau minuman.

Bila anda kurang yakin itu adalah suatu yang wajar, sebagaimana saya dulu juga kurang yakin bila sitrun dapat digunakan sebagai pembersih keramik, karena selama ini bahan yang di pakai bersihkan kamar mandi di rumah saya berbahan soda api/caustic yang bila terkena kulit akan gatal dan terasa seperti terbakar.

Ternyata benar adanya bahwa sitrun dapat dipergunakan untuk membersihkan keramik (saya pakai untuk kamar mandi dan wastafel). di samping harganya cukup ekonomis yaitu Rp 1000/saset 20gr, (banyak di jual di super market/toko/kios) di super market biasanya dipajang dengan bahan/bumbu masak. Menggunakan bahan ini jauh lebih aman bagi kulit, juga tidak merusak nat (pembatas sambungan antar keramik), tidak membunuh bakteri yang bermanfaat. Sebelumnya saya menggunakan pembersih yang berbahan soda api yang banyak di jual di super market atau toko/kios.  Pengalaman saya dalam sebulan habis 1 botol pembersih keramik dengan harga Rp. 10.000,- namun sekarang saya bisa menghemat Rp. 6.000/bulan, lumayan heheheh….

Bagi yang penasaran boleh coba, siapkan sitrun 1 saset di masukan ke baskom yang telah di isi air kira kira 1-2 liter, ditambah bubuk ditergen 3 sendok makan kemudian di aduk. Bahan siap dipakai dengan cara di laburkan pada kotoran/noda pada keramik kamar mandi anda, saya biasa menggunakan kuas yang biasa dipakai untuk cat. Dengan menggunakan bahan ini cling keramik sepertinya juga bertahan lebih lama, sehingga dapat menghemat tenaga/pengeluaran untuk membersihkan kamar mandi.

Semoga bermanfaat…

Plw@130911

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: