Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Beni Saputra

Saya adalah seorang pemuda Indonesia yang memilih jalan intelektual profetik,mencoba untuk membangun peradaban dengan kekuatan selengkapnya

Membangun Budaya Gerakan Bersepeda di Kampus

OPINI | 04 October 2011 | 01:10 Dibaca: 222   Komentar: 0   0

Oleh

Beni Saputra(Menteri Riset dan Teknologi BEM UNSRI)

Kampus adalah bangunan dari perwujudan miniatur sebuah negara,tempat mencetak intelektual muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa.Pembentukan pola pikir merupakan hal yang terpenting dalam membangun karakter akademis yang bersifat solutif dalam gerakan ilmiah(riset aplikatif) dalam basis intelektual profetik.

Maka,dalam mewujudkan pembentukan pola pikir intelektual muda(mahasiswa) dan calon-calon pemimpin bangsa dengan ini Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya(BEM UNSRI) mencoba membangun gerakan mahasiswa dengan desain baru yang bersifat solutif dengan tetap berpedoman kepada basis intelektual yaitu dengan membangun gerakan bersepeda di kampus,gerakan ini dinamakan”Roadshow Sepeda UNSRI :Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan” yang dimeriahkan Marching Band,Duta Energi SUMSEL dan para pengguna sepeda yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat.Roadshow sepeda ini merupakan rangkaian acara dari Gebyar Sriwijaya dari 26-30 September 2011

.Dilihat dari data yang masuk di Kemenristek BEM UNSRI sampai hari ini(Jum’at,30 September 2011) pengguna sepeda di kampus UNSRI tercatat sebanyak 51 orang,sepeda yang dimiliki pun bervariasi.Tujuan roadshow sepeda ini adalah mengkampanyekan budaya bersepeda di kampus,membangun pola pikir cinta lingkungan dan hemat energi(khususnya bahan bakar fosil seperti BBM).Harapan untuk gerakan ini terbentuklah komunitas sepeda UNSRI dan mempengaruhi kebijakan kampus supaya terciptalah penyadaran melalui budaya bersepeda di kampus,ini merupakan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup,khususnya yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor berbahan bakar fosil.

Gerakan bersepeda dikampus memang sudah diterapkan di kampus-kampus lain,seperti di ITB,UGM dan UI.Inilah bukti penyadaran intelektual dari kalangan akademisi.Contohnya di UGM telah berhasil menyosialisasikan gerakan sepeda di kampus,bahkan sudah masuk ke kebijakan kampus yang telah diresmikan oleh Rektor UGM Prof.Ir.Sudjarwadi,M.Eng.Ph.D pada 14/07/2011 yang bernama“UGM Ngepit”,jadi disini kampus UGM telah menyediakan sepeda melalui kebijakan Rektorat dan membuat jalur sepeda tersendiri.Kampanye sepeda di UGM dilaksanakan saat mahasiswa baru masuk,mahasiswa baru diajak berkeliling bersepeda dan setelah itu menetapkan Duta Sepeda.

Maka,harapan kita di kampus UNSRI tercinta ini ke depannya terus ada peningkatan pengguna sepeda di kalangan mahasiswa bahkan bisa jadi dosen serta karyawan di UNSRI menggunakan sepeda di kampus,hal ini juga harus masuk dalam kebijakan Rektor UNSRI sehingga layanan sepeda kampus disediakan oleh pihak Rektorat.Bagi mahasiswa hari ini,janganlah ragu,malu dan gengsi memakai sepeda ke kampus,kita adalah mahasiswa cerdas maka harus melihat persoalan sesungguhnya secara objektif,setidaknya kita telah mengurangi permasalahan lingkungan,mulai dari mengurangi polusi udara,berhemat BBM untuk kepentingan masa depan,hemat finansial,juga mempromosikan pola hidup sehat dan hemat di kalangan mahasiswa.

Sudah saatnya intelektual muda(mahasiswa) melakukan gerakan real dan menyelesaikan permasalahan dengan solusi,yang bersepeda adalah intelektual muda yang cerdas,mari bersama mendukung dan membangun gerakan “UNSRI Bersepeda“.keep on fighting for the better Indonesia!

Wallahu a’lam bishshowab

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 14 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 15 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 16 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 16 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: