Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Tambang Vs. Terumbu Karang

REP | 30 January 2012 | 22:16 Dibaca: 397   Komentar: 2   0

13279622861996425232Hufffffttttt, Layu Sebelum berkembang…Kata sang terumbu karang, Semoga kami sanggup bertahan di negri ini,karna sebentar lagi kami akan punah,kami akan mati dan takkan bersinar lagi.  obrolan para terumbu karang di keindahan laut raja ampat.

” Katanya akan ada tambang di sini bro???”

“” Waduh…..Gawat nih, Bisa jadi kita-kita hanya tinggal nama bro”"

“”" Katanya sih masih lama, belum ada keputusan pihak-pihak terkait mengenai tambang yang mau masuk bro”"”

ouuuuppppssssss!!!!!!!

Dengan masuknya tambang ke wilayah kabupaten raja ampat yang terkenal dengan keindahan lautnya, tak ada jaminan bahwa terumbu karang akan selamat dari kepunahan. Pastinya akan terjadi pro dan kontra tentang keberadaan perusahaan tambang di raja ampat.

Meski sudah ada larangan  pertambangan di raja ampat oleh gubernur Abrahan O.Atururi, tapi terlihat jelas bahwa larangan itupun tidak akan berguna. oleh karena kebutuhan hidup masyarakat yang tidak bisa diandalkan, masyarakatpun ikut serta dalam pengrusakan alamnya sendiri, bahkan pengetahuan masyarakat yang minim dijadikan pintu masuk oleh pengusaha dan pribadi-pribadi berkepentingan yang akhirnya membuat keputusan-keputusan tersebut menjadi BOM WAKTU bagi kepunahan ekosistem bawah lautnya.

Obrolan Tambang :D lirik kiri kanan ^*

” Kalau ada perusahan tambang di raja ampat, akan menaikan taraf hidup masyarakat dan pendapatan bagi daerah akan semakin meningkat, ada lapangan pekerjaan baru dan tidak ada pengangguran di raja ampat”

Bulshiiiiiiiiiiiittttttt……!!!!!!!

Perlu ada pengkajian khusus yaitu AMDAL sesuai peraturan pemerintah no 27 Tahun 1999 tentang Analisis mengenai dampak lingkungan, Studi AMDAL yang menekankan pada penilaian - penilaian yang berpengaruh pada biologi flora dan fauna dan bukan itu saja,masih terdapat banyak hal tentang pencemaran lingkungan seperti air,tanah dan udara.

So?????  Kalau  ada kepastian bahwa kehadiran tambang tidak akan berpengaruh pada lingkungan khususnya keindahan laut raja ampat,silahkan dilanjutkan demi kesejahteraan kita bersama, jika tidak ada jaminan keselamatan lingkungan dan ekosistem bawah laut raja ampat, tolong dipikirkan kembali untuk membangun perusahaan tambang di raja ampat. Hanya akan merusak semua keindahan yang ada disini.

Biarkan laut kami tetap indah, jangan rusak tubuh kami dengan keegoan belaka, jangan bunuh kami dengan kepentingan kepentingan pribadi kalian, karena kami ingin terlihat indah dimata dunia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 18 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 20 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: